Idul Fitri
5 June 2019

Mohon maaf lahir dan...

Penerimaan Rapor Kenaikan Kelas
31 May 2019

Penerimaan Rapot Semester II bagi kelas X dan...

Hari Kenaikan Tuhan Yesus
30 May 2019

Libur memperingati peristiwa kenaikan Isa Almasih atau kenaikan Yesus Kristus ke...

UAS Susulan dan Studi Ekskursi
27 May 2019

Ulangan Akhir Semester Susulan bagi siswa/siswi yang berhalangan hadir pada saat Ulangan Akhir Semester. Studi ekskursi bagi...

UAS Susulan dan Studi Ekskursi
25 May 2019

Ulangan Akhir Semester Susulan bagi siswa/siswi yang berhalangan hadir pada saat Ulangan Akhir Semester. Studi ekskursi bagi...

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P. 2018/2019
20 May 2019

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P....

Hari Raya Waisak
19 May 2019

Libur Hari Waisak: "selamat merayakan kelahiran, kesempurnaan, dan kematian Sang Buddha pada Hari Waisak, momen penuh sukacita,...

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P. 2018/2019
13 May 2019

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P....

SARASEHAN KELAS X

Sarasehan Kelas X

Kolese Gonzaga memiliki tradisi kuat berkaitan dengan persaudaraan dan kekeluargaan. Salah satu bentuk kekeluargaan tampak dalam acara rutin yang diadakan di awal masa pendidikan, di Kelas X, yaitu sarasehan. Setiap kelas mengadakan sarasehan sendiri di rumah salah satu anggota kelas. Misalnya pada hari Jumat, 17 Januari 2014 sarasehan dilaksanakan di rumah siswa kelas X-3. Mereka menyiapkan beberapa pertanyaan untuk para guru, para staf sekolah, teman-teman mereka sendiri dan juga Pater Kepala Sekolah.

Sarasehan di jl. Kemang Selatan, Jakarta Selatan ini, diawali dengan penjelasan dari Pater Winandoko, selaku Kepala Sekolah SMA Kolese Gonzaga, bahwa acara sarasehan ini merupakan acara yang khas kolese yang bersifat egaliter dan equal antara para staf guru dan murid. Sarasehan ini menjadi sebuah sarana untuk mengoptimalkan suasana belajar mengajar di kelas, agar mereka bisa naik kelas semua dan masuk ke dalam jurusan yang mereka inginkan.

Beberapa pertanyaan menarik yang disampaikan siswa-siswi antara lain bagaimana cara mendapatkan nilai 100 dari soal uraian mata pelajaran tertentu. Dari penjelasan bapak guru yang bersangkutan, pesan yang disampaikan oleh beliau adalah bahwa pertama, para siswa harus dapat membaca soal uraian dengan cermat dan teliti lebih dahulu sebelum mengerjakan soal uraian. Cermati sungguh apa yang diminta dari soal uraian tersebut. Apabila soal uraian itu meminta siswa-siswi membandingkan suatu hal dengan hal yang lain, jawaban dari soal tersebut tentu saja ada dua, yaitu kesamaan dan perbedaannya. Bila siswa menjawab dua-duanya dengan benar, tentu mendapat nilai penuh pada soal itu.

Kedua, siswa-siswi akan mendapat nilai 100 dari soal uraian bila siswa-siswi mampu menjawab soal uraian tersebut dengan lengkap. Artinya, jawaban dari soal uraian tersebut mengandung rumusan yang benar dari teks buku, ada contoh, ada penjelasan tambahan dari sumber lain yang sesuai dan terpercaya, dan siswa mampu membuat kesimpulan dari jawabannya dengan rumusannya sendiri. Jika keempat hal tersebut terpenuhi, nilai yang diraih pun akan penuh, yaitu 100.

Pertanyaan lain yang disampaikan oleh siswa-siswi adalah mengenai sistem penilaian sekolah. Menurut Pater Winandoko, yang menjadi poin utama penilaian di SMA Kolese Gonzaga adalah proses pembelajaran itu sendiri. Oleh karena itu, para siswa-siswi pun dituntut untuk rajin mengumpulkan tugas dan mengerjakan ulangan harian dengan sungguh-sungguh. Nilai dari tugas dan ulangan harian tersebut sangat menentukan nilai akhir di rapor sekolah di akhir semester.

Pertanyaan selanjutnya berkisar pada sarana dan prasarana, seperti toilet, komputer, wifi, loker, lapangan dan bola basket, rumput lapangan sepak bola, tempat parkir mobil. Tempat-tempat tersebut masih perlu mendapatkan perhatian lebih untuk menunjang proses belajar di SMA Kolese Gonzaga. Bpk. Drs. Vincentius Bambang Sulistiyo, selaku Wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana berterima kasih atas informasi yang disampaikan oleh siswa-siswi dan berjanji akan menindaklanjuti perbaikan sarana dan prasarana sekolah tersebut.

Sebagai penutup, Pater Vico menyampaikan hasil sarasehan kelas, yaitu bahwa hendaknya para siswa tidak menunda-nunda untuk mengkomunikasikan hal-hal yang menurut mereka kurang beres dan perlu untuk segera diperbaiki kepada para guru yang memiliki wewenang soal tersebut, misalnya kepada Bpk/Ibu wali kelas, atau kepada para guru pengampu mata pelajaran tertentu, atau kepada para wakil kepala sekolah dengan berani. Dengan cara itulah, setiap persoalan dapat diselesaikan secara cepat dan tuntas. Demikianlah acara sarasehan ditutup dengan foto bersama penuh keceriaan dan penuh optimisme menyambut semester II ini.

AMDG