Sarasehan Kelas X-2

Sarasehan Kelas X-2

10 Januari 2014

Sarasehan yang diselenggarakan pada tanggal 10 Januari 2014 di rumah Maxielant Joshua Firdaus P., salah satu siswa kelas X-2, di Jl. Jagakarsa Raya No.1 A Rt 08 RW 05, Jakarta Selatan ini berlangsung lancar dan hidup penuh persaudaraan. Sarasehan sendiri bertujuan untuk membangun suasana belajar yang kondusif selama di kelas X. Suasana kondusif tersebut ditentukan oleh suasana kelas, sarana prasarana di kelas, relasi antar-anggota kelas dan, relasi antara guru dan murid yang saling memperhatikan satu sama lain. Sarasehan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah dan para wakilnya, yaitu bidang sarana prasarana, kurikulum, dan kesiswaan, Ibu/Bpk Guru wali kelas, para Ibu/Bapak Guru yang mengajar di kelas X, para staf moderator, dan siswa-siswi kelas X-2 sendiri.

Sebelum sarasehan diselenggarakan, Bpk Guru wali kelas, yaitu Bpk. Am. Soeharto, bekerja sama dengan Moderator membuat angket dengan sebelas pertanyaan untuk mengetahui secara objektif kondisi belajar di kelas X. Sebelas pertanyaan itu antara lain tentang situasi kelas, pengenalan antar-anggota kelas, pembauran antar anggota kelas, bekerja sama, tutorial, relasi antara guru dan murid, mata pelajaran yang sulit dan mudah diikuti, metode mengajar para guru, metode penilaian para guru, sarana dan prasarana di kelas, saran dan usul. Dari hasil angket tersebut, pater moderator, yaitu Pater A. Vico Christiawan, SJ memandu sarasehan di tempat Sdr. Maxielant. Sarasehan dibuka dengan pembacaan acara sarasehan oleh pembawa acara. Kemudian, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Setelah acara makan siang bersama, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Pater Kepala Sekolah dan Pater Vico sebagai pemandu acara sarasehan.

Sebagai pemandu acara, Pater Vico membacakan hasil angket kelas X-2, membacakan data absen dan kedisiplinan siswa-siswi kelas X-2, dan data rata-rata nilai mata pelajaran semester I yang lalu. Dari data-data objektif tersebut, siswa-siswi kelas X-2 diminta untuk mengajukan beberapa pertanyaan seputar data-data tersebut dan pertanyaan lainnya. Pertanyaan dari beberapa siswa-siswi diajukan kepada beberapa guru dan juga kepada siswa-siswi sendiri, khususnya tentang situasi kelas yang ternyata belum mendukung. Pertanyaan tentang mata pelajaran yang muncul adalah sekitar mata pelajaran akuntasi, Pkn, dan Fisika. Pertanyaan lain adalah tentang cara mendapatkan hasil nilai ulangan umum, dan mengapa sarasehan ini hanya dilakukan sekali selama di SMA Kolese Gonzaga. Pertanyaan tentang sarana-prasarana berkisar tentang toilet puteri yang tidak bersih dan air yang kotor.

Beberapa pertanyaan itu dijawab oleh beberapa guru pengampu mata pelajaran dengan semangat keterbukaan dan kerendahan hati. Untuk beberapa pertanyaan, Kepala Sekolah, Pater L.E. Bambang Winandoko, SJ turut memberi jawaban, khususnya pertanyaan tentang kurikulum bahwa hasil ulangan umum tidak diumumkan, melainkan terbuka bagi siswa-siswi untuk menanyakan hasilnya secara pribadi. Mengenai pertanyaan belum mendukungnya situasi kelas, Daniel, sebagai ketua kelas, meminta teman-teman sekelas agar mulai fokus pada mata pelajaran di semester II agar semua bisa naik kelas dan dapat memilih jurusan yang diinginkan.

Sambil makan snack dan minum minuman ringan, pembicaraaan dalam sarasehan berlangsung hangat penuh persaudaraan dengan sesekali diselingi tawa dan canda. Acara yang belum banyak dilakukan di sekolah-sekolah lain ini sungguh mendudukkan secara setara kepala sekolah dan para staf dan guru dengan para siswa-siswi kelas X-2. Kesetaraan inilah yang menjadikan acara sarasehan di kelas X-2 ini bisa berlangsung penuh keterbukaan dan kejujuran untuk membicarakan hal-hal penting untuk mendukung suasana belajar di kelas X-2.