Idul Fitri
5 June 2019

Mohon maaf lahir dan...

Penerimaan Rapor Kenaikan Kelas
31 May 2019

Penerimaan Rapot Semester II bagi kelas X dan...

Hari Kenaikan Tuhan Yesus
30 May 2019

Libur memperingati peristiwa kenaikan Isa Almasih atau kenaikan Yesus Kristus ke...

UAS Susulan dan Studi Ekskursi
27 May 2019

Ulangan Akhir Semester Susulan bagi siswa/siswi yang berhalangan hadir pada saat Ulangan Akhir Semester. Studi ekskursi bagi...

UAS Susulan dan Studi Ekskursi
25 May 2019

Ulangan Akhir Semester Susulan bagi siswa/siswi yang berhalangan hadir pada saat Ulangan Akhir Semester. Studi ekskursi bagi...

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P. 2018/2019
20 May 2019

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P....

Hari Raya Waisak
19 May 2019

Libur Hari Waisak: "selamat merayakan kelahiran, kesempurnaan, dan kematian Sang Buddha pada Hari Waisak, momen penuh sukacita,...

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P. 2018/2019
13 May 2019

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P....

Rabu Abu Bagi Komunitas Kolese Gonzaga

5

                Seperti Yesus Kristus yang pernah dicobai oleh Setan, manusia pun sering kali dicobai oleh Si Jahat sehingga jatuh dalam dosa. Rabu abu, adalah hari pertama dari 40 hari masa prapaskah dimana manusia diundang untuk mengekang keinginan duniawi, dan memperbaiki relasi dengan Tuhan yang kerap kali rusak karena dosa. Civitas Akademika SMA Kolese Gonzaga memiliki cara tersendiri dalam merayakan misa Rabu Abu. Sebelum perayaan misa dimulai, para siswa tetap melaksanakan kegiatan belajar-mengajar seperti biasanya. Barulah, pada pukul 10.00 misa dimulai.

Seluruh siswa, guru, karyawan, dan beberapa tamu lainnya, berkumpul di Aula Seminari untuk merayakan misa dalam sebuah kebersamaan. Misa dipimpin oleh P. Leonardus E. B. Winandoko, SJ bersama 4 orang konselebran, yakni P. Thomas Sarjumunarsa, SJ, P. Antonius Vico Christiawan, SJ, P. Edi Mulyono, SJ, dan P. Yogo Prasetyanto, Pr, yang juga merupakan alumnus dari Seminari Wacana Bhakti.

1 2

Bersama dengan iringan koor dari kelas X5, suasana misa menjadi begitu khidmat. Terlihat dari wajah para siswa, mereka larut dalam doa dan menampakkan sesal atas dosa yang pernah dibuat. Pater Vico yang memberi khotbah, mengajak seluruh Komunitas SMA Kolese Gonzaga untuk mengoyak hati, mengalahkan segala godaan dosa, lalu berdamai dengan Allah. Beliau menyampaikan bahwa kunci dari pertobatan tersebut adalah kerendahan hati.  Khotbah tersebut disampaikan melalui media komunikasi visual yakni film pendek, sehingga khotbah tersebut menjadi lebih menarik dan mudah ditangkap.

Beliau juga menjelaskan bahwa terdapat 7 dosa utama manusia yaitu, kemarahan, kesombongan, kemalasan, keserakahan, rasa dengki, iri hati, dan nafsu liar. Dalam diri setiap orang, setidaknya ada satu godaan dosa yang paling menonjol dan membuat kita sering jatuh dalam dosa, sehingga menyakiti hati Tuhan. Sebagai penyesalan atas segala dosa tersebut, dapat kita buktikan dengan kembali pada jalan yang benar. Inilah yang dimaksud pertobatan. Maka dalam 40 hari ini, Pater Vico mengajak untuk “membakar” dosa-dosa tersebut hingga menjadi abu. Khotbah tersebut ditutup dengan sebuah pertanyaaan untuk refleksi dari Pater Vico, “Apa yang ingin aku perbaiki dalam 40 hari ke depan, sehingga mampu semakin berbuat kasih?”

3 4

Kemudian, pemberian abu dilakukan bersamaan dengan pemberian komuni. Pemberian abu melambangkan sesal dan tobat. Pemberian ini juga dimaksudkan agar manusia selalu teringat bahwa ia berasal dari debu, dan akan kembali menjadi debu, sehingga harus sadar akan dosa-dosanya dan bertobat.

Manusia memang makhluk yang tak pernah luput dari dosa, bahkan sering kali setelah bertobat manusia masih melakukan dosa. Namun, Tuhan tidak pernah menghendaki umatnya untuk mati dalam dosa, Ia selalu membuka pintu maaf-Nya bagi mereka yang mengetuk. Dengan kesederhanaan dan kerendahan hati untuk mengakui kesalahan, pertobatan mampu terlaksana sehingga manusia menjadi pribadi yang semakin menyerupai Bapa di Surga. Semoga dengan pantang dan puasa, kita semakin menjadi pribadi yang baik dalam melayani Tuhan dan sesama demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar. AMDG!