PARENTS GATHERING

PARENTS GATHERING

BERSAMA MEMBANGUN KARAKTER POSITIF REMAJA

SMA KOLESE GONZAGA

11 januari 2014

Pada hari Sabtu, 11 Januari 2014 di  aula Seminari Wacana Bhakti, SMA Kolese Gonzaga mengadakan kegiatan Parents Gathering   untuk orang tua siswa kelas X. Parents Gathering   adalah kegiatan ajang curah pengalaman orang tua dalam mendampingi pertumbuhan putra-putri mereka. Orang tua diundang untuk berbagi pengalaman satu sama lain dalam proses pendampingan anak-anak mereka di sekolah maupun di rumah. Pengalaman apapun yang dibagikan diharapkan dapat menjadi masukan dan semakin meneguhkan tekad orang tua dalam mendampingi putra-putrinya. Tujuan Parents Gathering  adalah agar orang tua dapat membuat evaluasi dan refleksi tentang apa yang telah mereka lakukan selama ini yang berkaitan dengan pendampingan anak di rumah.

Kegiatan Parents Gathering ini mengambil tema “Bersama Membangun Karakter Positif Remaja”. Kegiatan tersebut dikemas dalam acara seminar dan talk show yang dipandu oleh dua fasilitator, yaitu Pater Erwin Alexander, MSF selaku Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Agung Jakarta dan Ibu Baby Jim Adhitya S.Psi., M.Psi seorang psikolog klinis, seksolog, grafolog, serta hipnoterapis. Kedua fasilitator tersebut mengupas tentang beberapa poin penting komunikasi keluarga. Pertama, pentingnya memberikan pujian kepada anak. Kebanyakan orang tua pelit dalam memberikan pujian. Mereka cenderung mencaci maki anak, gengsi untuk memuji anak, dan sulit melihat sisi positif anak. Sikap ini dapat menyebabkan anak menjadi tidak memiliki rasa percaya diri dan tidak yakin akan kemampuannya. Pentingnya memberikan kepercayaan, bombongan, pujian, dan mengungkapkan hal-hal positif yang ada pada diri anak dapat membantu anak dalam membangun rasa percaya diri dan mampu memotivasi diri sendiri.

Kedua, orang tua diharapkan mampu merendahkan pandangan, mengalahkan egois, dan tidak membandingkan masa dahulu dan masa sekarang karena memang masa dahulu dan sekarang tidak bisa disamakan. Hendaknya para orang tua  memiliki sikap bijaksana dengan cara memahami anak melalui kacamata atau sisi anak.

Ketiga, orang tua diharapkan memberi contoh melalui perilaku bukan hanya melalui kata-kata. Jika orangtua tidak ingin anaknya merokok maka hendaknya orangtua juga jangan merokok. Jika orang tua tidak ingin anaknya bersikap keras kepala maka hendaknya orangtua juga jangan bersikap keras kepala.

Keempat, hendaknya orang tua membangun dan memperbaiki cara atau teknik berkomunikasi yang tepat supaya anak dapat terbuka kepada orang tua dan memahami pesan yang ingin disampaikan. Ekspresi dan intonasi merupakan faktor utama dalam berbicara. Seringkali orang tua berbicara kepada anak-anaknya dengan kalimat perintah dan jarang menyampaikan isi perasaannya.

Demikianlah, empat hal penting yang menjadi pokok pertemuan para orang tua pada hari itu hendaknya menjadi titik berangkat para orang tua dan sekolah dalam membangun karakter positif remaja SMA Kolese Gonzaga secara khusus, dan para remaja pada umumnya.