Idul Fitri
5 June 2019

Mohon maaf lahir dan...

Penerimaan Rapor Kenaikan Kelas
31 May 2019

Penerimaan Rapot Semester II bagi kelas X dan...

Hari Kenaikan Tuhan Yesus
30 May 2019

Libur memperingati peristiwa kenaikan Isa Almasih atau kenaikan Yesus Kristus ke...

UAS Susulan dan Studi Ekskursi
27 May 2019

Ulangan Akhir Semester Susulan bagi siswa/siswi yang berhalangan hadir pada saat Ulangan Akhir Semester. Studi ekskursi bagi...

UAS Susulan dan Studi Ekskursi
25 May 2019

Ulangan Akhir Semester Susulan bagi siswa/siswi yang berhalangan hadir pada saat Ulangan Akhir Semester. Studi ekskursi bagi...

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P. 2018/2019
20 May 2019

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P....

Hari Raya Waisak
19 May 2019

Libur Hari Waisak: "selamat merayakan kelahiran, kesempurnaan, dan kematian Sang Buddha pada Hari Waisak, momen penuh sukacita,...

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P. 2018/2019
13 May 2019

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P....

MAN FOR OTHERS

MAN FOR OTHERS

(Studi Ekskursi Kelas X, 16 Desember 2014)

 tri

Direktur Utama KAI Commuter Line, Tri Handoyo, pada hari selasa 16 Desember 2014, datang ke SMA Kolese Gonzaga. Kedatangan Bapak Tri Handoyo pagi ini bermaksud untuk memberikan studi ekskursi kepada siswa-siswi kelas X mengenai nilai-nilai Ignasian yang ia hidupi dan kini menampakkan buah-buahnya.

            Presentasi dan tanya jawab yang berlangsung mulai dari jam 08.00-10.15 tersebut menyajikan berbagai pencapaian dan cerita mengenai hidup baik ketika bapak Tri Handoyo masih SMA maupun saat memulai kuliah dan saat meniti kariernya hingga saat ini. Baginya, “Sebuah pencapaian itu tidak cukup hanya dengan pintar, kita perlu pintar-pintar.” Maksud “pintar-pintar” ini adalah mempersiapkan segala yang dibutuhkan termasuk di dalamnya lari 10 kilometer, 3 kali seminggu dan bersepeda yang merupakan persiapan fisik untuk menjaga kebugaran tubuh. Kemudian pola makan yang menunjang kesehatan, 3 kali makan besar dan 2 kali makan kecil. 3 kali makan besar itu adalah makan satu apel sehari di pagi hari, makan masakan rumah sebagai bekal, dan makan malam. Sedangkan dua kali makan kecil dengan mengkonsumsi kolang-kaling. Kolang-kaling ini terbukti membantunya dalam merawat persendian lutut dan kaki yang amat penting untuk olahraga lari. Dan yang ketiga adalah adalah pola kerja di kantor.

tri 2

            Pola Kerja yang tidak sehat pernah terjadi di salah satu perusahaan. Awalnya banyak pegawai yang bertingkah seperti PNS. Datang baca surat kabar lalu jam 16.00 sore pulang. Maka suatu hari Pak Handoyo mengumpulkan semua karyawan lalu bertanya pada mereka, “Siapakah yang tidak mau bekerja?” Jika saja ada yang tunjuk tangan maka ia akan menyediakan sebuah kamar lengkap dengan tempat tidur dan kasur sehingga mereka yang tidak ingin bekerja boleh tidur di dalamnya. Lebih baik mereka tidur dan tidak menambah beban pikiran daripada mereka hadir tetapi tidak bekerja. Karena pengalaman itulah akhirnya semua karyawan menjadi semangat untuk bekerja.

            Hasil kerja keras Bapak Tri Handoyo nampak dari kenaikan jumlah pengguna jasa Commuter Line dari 300.000 orang perhari menjadi 700.000 orang per hari. Itu artinya ia sukses memindahkan 400.000 orang dari jalanan ke rel kereta. Orang bisa masuk ke dalam kereta yang ber-AC, bersih dan menempuh jarak yang jauh hanya dengan biaya Rp.5.000,00. Di sanalah nampak arti Man For Others, yakni hidup Bapak Tri Handoyo untuk jutaan orang pengguna pelayanan jasa Commuter Line.

tri1

Selain membagikan pengalamannya, Bapak Tri Handoyo pun menjawab beberapa pertanyaan siswa-siswi yang mencermati kualitas layanan dan fasilitas PT KAI. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, siswa-siswi mengaku menjadi bangga dan lebih mudah menyampaikan aspirasi dan gagasan-gagasannya mengenai pelayanan dan jasa Commuter Line. Salah satu pertanyaan penutup yang menarik untuk dicatat adalah pertanyaan mengenai konsep ideal sebuah perusahaan relasinya dengan karyawan dan pelanggan. Jawaban atas pertanyaan ini makin menegaskan makna Man For Others sebagai alumnus kolese Gonzaga. “Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang memikirkan karyawannya, melayani dan mendidik pelanggan untuk memahami permasalahan Kereta Api di Indonesia.”    t3                t4

            Sebagai tanda kasih, Bapak Tri Handoyo memberikan kartu Commuter Line kepada siswa-siswi Kolese Gonzaga yang menjadi pelanggan jasa Commuter Line. Dan sebagai tanda cinta kolese Gonzaga, Pater Viko SJ memberikan kenang-kenangan dan tanda mata kepada Bapak Tri Handoyo selaku pembicara dan Bapak Stefano Makawangkel selaku pembawa acara.

AMDG