Idul Fitri
5 June 2019

Mohon maaf lahir dan...

Penerimaan Rapor Kenaikan Kelas
31 May 2019

Penerimaan Rapot Semester II bagi kelas X dan...

Hari Kenaikan Tuhan Yesus
30 May 2019

Libur memperingati peristiwa kenaikan Isa Almasih atau kenaikan Yesus Kristus ke...

UAS Susulan dan Studi Ekskursi
27 May 2019

Ulangan Akhir Semester Susulan bagi siswa/siswi yang berhalangan hadir pada saat Ulangan Akhir Semester. Studi ekskursi bagi...

UAS Susulan dan Studi Ekskursi
25 May 2019

Ulangan Akhir Semester Susulan bagi siswa/siswi yang berhalangan hadir pada saat Ulangan Akhir Semester. Studi ekskursi bagi...

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P. 2018/2019
20 May 2019

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P....

Hari Raya Waisak
19 May 2019

Libur Hari Waisak: "selamat merayakan kelahiran, kesempurnaan, dan kematian Sang Buddha pada Hari Waisak, momen penuh sukacita,...

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P. 2018/2019
13 May 2019

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P....

MAJALAH KOLESE GONZAGA

MAJALAH  KOLESE GONZAGA

 

Membuat majalah kelas? ”Ah susah!” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika mereka ditanya masalah pembuatan majalah kelas. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah. Ini dapat dipahami, karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah.

Menurut Mulyoto (2007), manfaat adanya majalah sekolah.

1. Media penyalur potensi menulis. Siswa dapat menyalurkan bakat serta minat menulis. Banyak sekali penulis terkenal memulai belajar menulis sejak bangku sekolah. Pendek kata, majalah sekolah dapat berfungsi sebagai kawah ”candradimuka” bagi calon-calon penulis masa depan.

2. Penyalur aspirasi. Banyak siswa seringkali hanya membuat coretan di atas meja atau di dinding sekolah ketika mereka mempunyai masalah. Pengungkapan perasaan seperti ini jelas merugikan sekolah karena dinding atau meja sekolah akan terlihat kumuh dan kotor. Untuk menghindari hal seperti itu, siswa  lebih baik mengungkapkan perasaannya dengan tulisan, baik  berupa gambar, cerpen, artikel, atau puisi yang nantinya akan dimuat di majalah sekolah.

3. Media komunikasi. Tulisan yang dimuat baik dari siswa, guru atau karyawan akan dibaca seluruh keluarga besar sekolah. Hal ini secara tidak langsung akan terjadi komunikasi antarpembaca.

4. Media pembelajaran berbasis baca-tulis. Proses belajar tidak cukup hanya dengan mendengarkan penjelasan guru, mencatat, dan menghafalkan materi pelajaran, tetapi juga dengan membaca masalah-masalah di sekitarnya dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Di sini,  keberadaan majalah sekolah memberi ruang kepada siswa untuk mempublikasikan ide-idenya.

Dengan melahirkan majalah sekolah di SMA Kolese Gonzaga, sarana ini akan menjadi salah satu alternatif dalam  menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, sehingga siswa aktif belajar untuk mendapatkan pengetahuan (knowledge), menyerap dan memantulkan nilai-nilai tertentu (values), dan terampil melakukan ketrampilan tertentu (skill).

(Ibu Irma Yanthi)