Live-In di Purwokerto

Kebersamaan dalam Keberagaman.

Pergi ke Desa Melung di daerah Purwokerto dekat Baturraden pada hari Minggu malam, tanggal 15 April 2012, kami rombongan lima bus dan satu mobil. Jumlah rombongan ada 222 murid dan 11 guru pendamping. Rencana yang kami buat dari tanggal 16 April sampai 19 April 2012. Suasana gembira dan bercampur bertanya-tanya apa yang akan kami buat di sana nanti.

Intinya live in adalah hidup bersama, dalam berelasi, dalam situasi yang lain (berbeda), dalam kerja. Itulah yang kami latihkan. Kami ingin berlatih dan belajar peduli dengan lingungan, orang lain dan juga apa yang dialami dan dirasakan orang lain. Kerja sebagai bentuk kesederhanaan hidup. Dan kerja itulah yang akan dilatihkan selama live in.

Di Melung kami disambut dengan hangat. Kami tiba di terminal Baturraden, Senin pagi, 16 April 2012. Setelah makan pagi, kami menunggu truk dan angkot yang menjemput kami. Mungkin naik truk akan menjadi pengalaman sekali seumur hidup atau dua kali dengan Jambore di kelas X. Dalam kesederhanaan penduduk desa Melung kami ingin berlatih bersahabat dan berdialog bersama mereka. Dialog hidup tak harus membeda-bedakan keragaman udaya, bahasa, dan agama kami. Dalam keberagaman itulah, kami disatukan dalam semangat kebersamaan dalam hidup.

Pengalaman kami ini masih harus kami refleksikan agar bermakna. Hidup tanpa direfleksikan adalah hidup yang sia-sia. Dengan refleksi kami semakin melihat betapa kami masih ingin mau peduli dengan sesama. Kepedulian kami barulah dalam tahap awal, karena kami sadar kami masih muda. Namun kami percaya bahwa kepedulian harus terus dilatih sejak awal karena kami ingin menjadi para murid Kolese yang mempunyai compassion kepada semua pihak, terutama kepada kaum miskin dan terpinggir. AMDG.

(Baturraden-Y. Alis Windu Prasetya, SJ)