Idul Fitri
5 June 2019

Mohon maaf lahir dan...

Penerimaan Rapor Kenaikan Kelas
31 May 2019

Penerimaan Rapot Semester II bagi kelas X dan...

Hari Kenaikan Tuhan Yesus
30 May 2019

Libur memperingati peristiwa kenaikan Isa Almasih atau kenaikan Yesus Kristus ke...

UAS Susulan dan Studi Ekskursi
27 May 2019

Ulangan Akhir Semester Susulan bagi siswa/siswi yang berhalangan hadir pada saat Ulangan Akhir Semester. Studi ekskursi bagi...

UAS Susulan dan Studi Ekskursi
25 May 2019

Ulangan Akhir Semester Susulan bagi siswa/siswi yang berhalangan hadir pada saat Ulangan Akhir Semester. Studi ekskursi bagi...

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P. 2018/2019
20 May 2019

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P....

Hari Raya Waisak
19 May 2019

Libur Hari Waisak: "selamat merayakan kelahiran, kesempurnaan, dan kematian Sang Buddha pada Hari Waisak, momen penuh sukacita,...

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P. 2018/2019
13 May 2019

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P....

Jambore Kolese Gonzaga 2015 Bersama Menuju Kesempurnaan

Jambore adalah agenda tahunan SMA Kolese Gonzaga. Dalam kegiatan Jambore, anak-anak dihadapkan dengan serangkaian kegiatan luar ruang. Pada tahun 2015 ini, Jambore dilaksanakan sejak tanggal 13-16 Oktober 2015 di Waduk Sermo Wates Sleman Yogyakarta. Jambore yang dipimpin oleh Deandra Ayu Putri dan Suluk Praginanto (para siswa Kelas XI) ini bertema “Kebersamaan Menuju Kesempurnaan”.  Kegiatan utama dari Jambore antara lain Berkemah, Tracking, Hiking, Rafting, Pentas Seni, Solo Night, Treasure Hunt, Game Kolosal, Final Project, dan ditutup dengan perayaan Ekarisiti.

Sehari sebelum kedatangan peserta, panitia persiapan telah datang di Bumi Perkemahan Waduk Sermo. Mereka menyiapkan base camp, menyiapkan kamar mandi umum, peralatan, jalur-jalur dan tempat-tempat yang dibutuhkan. Setelah semua persiapan rampung, akhirnya peserta datang di pagi hari Selasa 13 Oktober 2015. Pembukaan acara dilaksanakan di pinggir Waduk Sermo. Pemandangan waduk, permainan, dan tracking di hari pertama itu mengusir penat selama perjalanan. Setelah membangun tenda dan beristirahat, peserta dihibur oleh panitia dengan pentas seni di malam harinya.

Matahari yang terbit di hari kedua menantang peserta untuk menjalani acara utama yakni Hiking dan Rafting. Panas matahari yang kian menjadi-jadi tidak menyurutkan semangat peserta dan panitia. Hal itu terbukti dengan tiada hentinya yel-yel dikumandangkan dan acara dapat berjalan lebih cepat dari yang direncanakan. Menyusuri jalan-jalan raya di pinggir waduk, bermain di setiap pos, dan menyeberang waduk Sermo dengan mendayung rakit yang dirancang dan dibuat sendiri adalah pengalaman luar biasa bagi peserta didik Kelas X. Kepercayaan diri, Kegembiraan, dan Kebersamaan tampak bersinar di wajah  setiap anak. Keterbukaan di antara mereka tumbuh dalam evaluasi dan refleksi di masing-masing kelompok di akhir hari yang seru ini.

Setelah tubuh dipulihkan dari rasa lelah, peserta didik diajak untuk menguji nilai-nilai mereka dalam dinamika kelompok dalam acara Treasure Hunt. Masing-masing kelompok berlomba mengumpulkan poin untuk menjadi kelompok terbaik. Kelelahan turun bersama matahari yang tenggelam di barat. Semua mengajak peserta didik menyiapkan diri menjalankan Solo Night. Setelah mendapat berkat dan pengarahan dari Pater Rektor, Masing-masing peserta dibawa oleh panitia ke tempat-tempat yang sudah disiapkan. Malam itu mereka membuat bivak lalu merenungkan hidupnya dan membuat niat-niat jangka pendek, jangka menengah, serta jangka panjang. Program Solo Night bertujuan untuk menumbuhkan kemandirian dan sikap untuk berkomitmen demi hidup yang lebih baik.

Matahari baru dan angin dingin pagi menyambut peserta untuk melaksanakan Game Kolosal dan final project. Di hari terakhir inilah segala ego kelompok yang tanpa sadar terbentuk selama hari-hari sebelumnya, dilebur untuk sebuah kebersamaan. Semua poin yang mereka kumpulkan harus disatukan untuk mendapatkan peralatan yang dibutuhkan dalam final project. Keberhasilan tersebut mendapatkan apresiasi yakni kaus Jambore sebagai kebanggaan dan simbol yang mengkristalkan segenap pengalaman selama berjambore. Seluruh acara ditutup dengan Ekaristi yang dipimpin oleh Pater Kepala Sekolah. Peserta dan panitia diingatkan untuk bersyukur atas setiap pengalaman mereka dan membangun niat untuk menjadi sempurna, menjadi yang terbaik demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.

Demikianlah, dalam setiap kegaitan di jambore peserta didik berkesempatan menjadi pemimpin. Kepemimpinan tersebut nyata dalam semangat setiap siswa untuk merencanakan, mengkomunikasikan, melaksanakan, hingga mengevaluasi setiap kegiatan. Proses kerja sama dan saling apresiasi antar peserta, panita, dan guru-karyawan telah menanamkan pengalaman kebersamaan yang menimbulkan pemahaman satu sama lain. Hal-hal tersebut amat penting artinya dalam penerapan pendidikan Cura Personalis yang menjadi ciri khas pendidikan Ignatian.

Buah-buah dari Jambore tampak dalam kematangan dan kepercayaan diri peserta didik dalam partisipasi aktif menyelenggarakan acara dengan penuh tanggung jawab dan sukacita. Selain sebagai tempat untuk mengasah kepemimpinan dan kehidupan komunitas, Jambore juga memberi ruang bagi peserta dan panitia untuk melihat kembali siapa diri mereka lengkap dengan kekuatan maupun kelemahannya. Jambore juga mengajak semua orang untuk membuat niat-niat dan menentukan langkah-langkah berikutnya. Dalam segala usaha itulah Kebersamaan menemukan maknanya yakni dalam perjalanan menuju kesempurnaan, “from good to the great, to the greatest!”. AMDG