INFORMASI CAP TIGA JARI DAN IJAZAH ANGKATAN XXV
Written by admin | 25 July 2014 09:32

Bagi angkatan XXV, yang lulus Tahun Pelajaran 2013 / 2014, sekolah melayani Cap Tiga jari, pengambilan Ijazah dan pemberkasan pada hari Senin, 4 Agustus 2014, pada jam...



Retret Guru & Karyawan
20 August 2014

Retret Guru dan Karyawan Kolese-kolese se-Indonesia. Para siswa belajar di rumah...

Peraturan dan Tata Tertib

Tujuan peraturan sekolah ialah:

1. Menjaga dan menjamin keadaan serta suasana belajar. Tata tertib di sekolah, di tiap-tiap kelas, dan dalam semua kegiatan merupakan syarat mutlak bagi hidup dan kelancaran proses mengajar maupun belajar di sekolah.

2. Membentuk kepribadian. Pembentukan kepribadian akan terlaksana apabila tingkah laku dilandaskan pada asas-asas yang benar dan peraturan yang berlaku. Semangat kejujuran, keterbukaan dan disiplin harus menjiwai kesanggupan menaati peraturan-peraturan sekolah.

Dalam menaati peraturan sekolah para pelajar hendaknya didorong oleh kesadaran diri dan rasa utang budi serta terima kasih kepada orang tua dan guru, rasa tanggung jawab terhadap sesama pelajar dengan membina suasana semangat belajar yang baik sebagai pribadi sosial, dan rasa ikut bertanggung jawab atas masa depan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

PERATURAN

Proses Belajar-Mengajar

Semua pelajar diharapkan menunjukkan hasrat dan usaha mengerahkan daya belajar yang maksimal disertai rasa tanggung jawab yang besar dalam menuntut ilmu, sesuai dengan bakat- bakat yang ada pada diri masingmasing. Begitu pula, para pelajar diharapkan mengikuti pelajaran dengan seksama dan penuh perhatian, menjaga suasana tertib dan tenang dalam kelas hingga dapat mengambil faedah yang sebesar-besarnya dari pelajaran yang diberikan.

1. Pembagian Waktu Pelajaran
Mulai tahun ajaran 2010-2011, proses Belajar Mengajar di Kolese Gonzaga dijadwal sebagai berikut:
Jam 07.00 – 07.45 : Pelajaran I
Jam 07.45 – 08.30 : Pelajaran II
Jam 08.30 – 09.15 : Pelajaran III
Jam 09.15 – 10.00 : Pelajaran IV
Jam 10.00 – 10.30 : Istirahat
Jam 10.30 – 11.15 : Pelajaran V
Jam 12.00 – 12.30 : Istirahat
Jam 12.30 – 13.15 : Pelajaran VII
Jam 13.15 – 14.00 : Pelajaran VIII

Catatan:
* Hari Senin s/d. Kamis 8 Jam Pelajaran
* Hari Jumat dan Sabtu 6 Jam Pelajaran
* Lima menit sebelum pelajaran I, V dan VII siswa harus siap di dalam kelas.

2. Keterlambatan
• Pelajar yang datang terlambat dengan alasan apapun tidak diperkenankan masuk kelas sebelum melaporkan diri kepada Pater Moderator atau wakilnya, dan menerima ”Kartu Izin Masuk Kelas.” Kartu Izin mengikuti pelajaran itu diberikan kepada Ibu atau Bapak guru yang bersangkutan pada jam pelajaran itu, selanjutnya adalah hak guru sepenuhnya untuk memperbolehkan masuk atau tidak saat itu.
• Pelajar Kolese Gonzaga yang terlambat lebih dari 15 menit (Pukul 07.15) tidak diperkenan- kan masuk kompleks sekolah. Pintu gerbang Kompleks Sekolah ditutup pada jam 07.15 dan dibuka kembali menjelang jam pelajaran terakhir. Pelajar yang terlambat sebanyak lima kali, oleh Pater Moderator atau wa- kilnya diberikan sanksi bekerja sosial, misalnya mengepel lantai, member- sihkan WC atau dipulangkan (belajar di rumah). Pelajar yang bersangku- tan dianggap alpa dan tidak diperbolehkan mengikuti ulangan susulan. Begitu pula berlaku hal serupa jika terjadi pada keterlambatan yang ke-9 dan ke-12, pelajar akan mendapat sanksi pemulangan dan pemanggilan orang tua. Pada keterlambatan berikutnya, siswa akan mendapatkan Surat Peringatan (SP).

3. Masuk Kelas.
• Segera setelah bunyi bel tanda masuk yang pertama, semua pelajar harus masuk kelas, sedangkan ketua kelas mencatat nama/nomor pelajar yang tidak ada. Bukan semestinya pelajar menunggu kedatangan guru di depan kelas. Hal ini bertentangan dengan sopan santun, rasa hormat dan kesiapan mengikuti pelajaran.
• Pada waktu pergantian pelajaran atau pada waktu menunggu kedatangan Ibu atau Bapak Guru, para pelajar tetap tenang di dalam kelas, agar tidak mengganggu kelas-kelas lain.
• Selama Sekolah berlangsung para pelajar tidak diperkenankan meninggalkan kompleks sekolah.
• Pelajar yang karena hal memaksa (sakit atau alasan lain) akan meninggalkan pelajaran harus:

1. meminta surat keterangan meninggalkan pelajaran kepada Pater Moderator atau wakilnya lalu meminta persetujuan guru yang bersangkutan.
2. menunjukkan surat keterangan yang telah ditandatangani oleh guru kepada Pater Moderator.

Pelajar yang bersangkutan akan diberi Kartu Izin Keluar Kompleks Sekolah (harus diserahkan kepada SATPAM). Surat keterangan meninggalkan sekolah harus diserahkan kepada orang tua. Pada waktu masuk sekolah kembali surat keterangan meninggalkan sekolah yang sudah ditandatangani oleh orang tua tersebut harus diserahkan kepada Pater Moderator atau wakilnya.

• Pimpinan Sekolah sangat mengharapkan orang tua memberitahu sesegera mungkin apabila anaknya berhalangan masuk sekolah (Nomor telepon sekolah: 7804986 dan 7804996; No. Fax. 78830766). Pelajar yang berhalangan masuk sekolah dan TIDAK DAPAT MINTA IZIN TERLEBIH DAHULU, wajib memberitahu kepada pihak sekolah (Moderator). Beberapa hal yang perlu dilakukan:

1. Telepon ke sekolah (Moderator) pada hari siswa tersebut tidak masuk sekolah.
2. Pada hari siswa tersebut masuk sekolah lagi diharuskan membawa surat keterangan dari orang tua dan atau surat dokter (dalam surat dicantumkan: nama lengkap pelajar, kelas dan nomor urut kelas).
3. Jika pada hari siswa tidak masuk sekolah terdapat ulangan, maka siswa wajib meng- urus ulangan susulan kepada guru yang bersangkutan dan meminta Memo ulangan susulan kepada Pater Moderator atau wakilnya.

• Kalau seorang pelajar berhalangan mengikuti pelajaran olah raga maka ia harus minta izin lebih dahulu kepada Pater Moderator atau wakilnya dengan memberi surat keterangan dari orangtua kemudian ia harus menghubungi guru olah raga.
• Pelajar yang dikeluarkan oleh seorang guru dari kelas harus segera datang ke Pater Mo- derator dan melaporkan diri.
• Bila seorang guru tidak ada (jam kosong):

1. Ketua kelas segera melaporkan hal itu ke Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum/ Guru piket, yang kemudian akan memberi tugas seperlunya.
2. Para pelajar tetap di kelas dan tenang agar tidak mengganggu kelas-kelas lain, ada guru piket yang mendampingi.
3. Tidak dibenarkan ketua kelas/wakil/pelajar lainnya menentukan sendiri guru peng- ganti, menentukan kegiatan sendiri atau menentukan pulang.

4. Hal di Kelas
• Segala bentuk corat-coret, perusakan, pencurian atas fasilitas (vandalisme) sekolah dila- rang.
• Para pelajar di bawah pimpinan ketua kelas bertanggung jawab atas ketertiban, keutuhan dan kebersihan ruang kelas. Setiap siswa dilarang makan dan minum di kelas, dilarang menaruh sampah di laci meja.
• Untuk keperluan yang berkaitan dengan kelas (situasi atau sarana), ketua kelas berkewa- jiban menghubungi Kepala Sekolah/ Wakil Kepala sekolah dan atau Moderator.
• Jika ketahuan melakukan tindakan vandalisme (lih.point a di atas), maka siswa tersebut akan dikenakan Surat Peringatan (SP).
• Setiap siswa harus memperhatikan barang-barang yang dibawanya dan bertanggung jawab penuh atas barang-barang tersebut agar tidak tertinggal di kelas.

5. Kendaraan
Motor.
• Pelajar yang boleh membawa motor adalah siswa yang sudah memiliki SIM.
• Pelajar boleh membawa sepeda motor dengan meregistrasi-nya di Moderator.
• Sepeda motor harus diparkir di tempat yang sudah disediakan dan harus dikunci.

Mobil.
• Pelajar yang boleh membawa mobil adalah siswa kelas XII yang sudah berumur 17 tahun ke atas dan sudah memiliki SIM.
• Pelajar yang membawa mobil harus mendapat “Tanda Parkir” dari Pater Moderator.
• Mobil diparkirkan di tempat yang disediakan.

Motor atau Mobil yang dikemudikan oleh sopir pribadi tidak boleh tinggal di halaman sekolah.

6. Ulangan Susulan.
Setiap pelajar yang karena alasan sakit atau alasan lain yang diketahui Pater Moderator tidak menempuh ulangan, baik yang berlangsungnya diumumkan sebelumnya atau mendadak, dapat mengikuti ulangan susulan melalui prosedur sebagai berikut:

1. Meminta surat keterangan ulangan susulan dari Pater Moderator, yang menyatakan alasan tidak masuk atau tidak ikut ulangan (yang dibuktikan dengan surat keterangan orang tua atau surat keterangan dokter).
2. Menyerahkan surat keterangan tersebut kepada Kepala Sekolah untuk memperoleh tanda tangan, sebagai izin diperkenankan mengikuti ulangan susulan.
3. Menyerahkan “surat izin mengikuti ulangan susulan” tersebut kepada guru pengajar yang bersangkutan, untuk kemudian bersama menentukan tanggal pelaksanaan ulangan susulan tersebut.
4. Permohonan pembuatan memo ulangan susulan paling lambat 1(satu) minggu terhi- tung mulai pelajar itu masuk kembali belajar dan di luar itu permohonan tidak dilayani Moderator.
5. Ulangan susulan dilaksanakan di ruang kelas yang kosong setelah pulang sekolah. Apabila seorang pelajar lalai menempuh ulangan susulan, atau tidak diberi izin menempuh ula- ngan susulan, ia akan dianggap gagal dan akan diberi nilai nol. Pelajar yang tidak diberi ijin ulangan susulan antara lain:

1. Pelajar yang kabur atau membolos.
2. Pelajar yang datang terlambat.
3. Pelajar yang tidak masuk tanpa surat keterangan (Alpa).

Pelajar yang kedapatan menyontek atau memberi contekan, berbuat curang waktu ulangan harian maupun ulangan umum akan dikenakan sanksi dengan pemberian nilai nol oleh guru pengajar yang bersangkutan. Selain itu, siswa juga akan diberi sanksi berupa Surat Peringatan (SP), kemudian orang tua akan dipanggil oleh pihak sekolah.

7. Pekerjaan Rumah (PR)
• Pekerjaan rumah (PR) jangan ditunda hingga bertimbun-timbun. Karena itu, sebaiknya menyediakan waktu sekurang-kurangnya 2,5 – 3 jam sehari untuk belajar dan membuat pekerjaan rumah.
• Orang tua sangat diharapkan mendampingi anaknya supaya pekerjaan rumah dikerjakan dengan teliti dan teratur.
• Dilarang mencetak/print pekerjaan Rumah (PR) di sekolah.

8. Penerimaan Rapor
Pada akhir semester ada pembagian rapor.
• Rapor diambil oleh orang tua / wali bersama anak dengan berpakaian rapi dan bersepatu tertutup sesuai dengan peraturan seragam sekolah pada hari pengambilan rapor.
• Pengembalian rapor paling lambat 1 (satu) minggu setelah sekolah masuk pada semes- ter berikutnya kepada Wali kelas masing-masing setelah ditandatangani oleh orang tua / wali.
• Khusus untuk semester genap (kenaikan kelas) pengembalian rapor bersamaan dengan daftar ulang. Dalam daftar ulang pelajar membayar biaya daftar ulang sebesar 1 kali uang sekolah.

9. Komunikasi dengan Orang Tua
• Sangat diharapkan terjalinnya hubungan erat antara orang tua/ Wali dengan sekolah (Kepala Sekolah, Wakil kasek, Moderator, Wali kelas, Guru dan BP) supaya dapat menge- tahui perkembangan anak (baik intelektual maupun kepribadiannya), lebih-lebih jika se- orang pelajar kurang maju dalam salah satu atau beberapa mata pelajaran. De-ngan de- mikian kekecewaan-kekecewaan pada akhir tahun ajaran dapat dihindari.
• Setiap bulan, pihak Orang tua diharapkan untuk mencari informasi perkembangan anak kepada wali kelas dan BP.

10. Perpustakaan
Perpustakaan menyediakan koleksi buku yang lengkap sebagai bahan referensi pembela- jaran reguler dan bacaan lain yang mengikuti perkembangan informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga siswa dapat secara optimal mengembangkan diri dengan fasilitas yang telah disediakan sekolah. Buku-buku referensi oleh sekolah setiap tahun selalu terus ditambah. Buku-buku yang dipinjam dari sekolah, harus dirawat dengan rapi dan dijaga kebersihan dan keutuhannya, serta tidak boleh ditulisi/digambari di luar dan di bagian dalamnya. Pelajar bertanggung jawab atas pemeliharaan buku-buku yang dipinjamnya.

Tata Tertib:
1. Jadwal kegiatan Perpustakaan hari Senin-Jumat (jam 07.00-15.00) dan hari Sabtu (jam 07.00-13.00).
2. Tas pengunjung harus di letakkan di loker yang telah disediakan.
3. Pengunjung dilarang makan dan minum di dalam ruang Perpustakaan.
4. Pengunjung harus menjaga ketenangan di dalam Perpustakaan
5. Pengunjung hanya diperkenankan mengambil 1 (satu) majalah, koran yang akan dibaca- nya.
6. Pengunjung diharapkan menjaga keutuhan buku, majalah, koran (tidak mencorat-coret, merobek, dan mengotori).
7. Setelah selesai membaca, pengunjung diharapkan mengembalikan bahan bacaan di tem- pat semula, kursi dirapikan kembali.
8. Pengunjung yang akan meminjam buku (untuk dibawa pulang) mengurus pada petugas perpustakaan dengan membawa kartu anggota perpustakaan.

Aturan Peminjaman :
1. Siswa yang akan meminjam buku, harus menyerahkan Kartu Anggota Perpustakaan.
2. Siswa yang meminjam buku untuk dibaca di Ruang Baca maupun dibawa pulang harus meninggalkan kartu anggotanya ke Petugas Perpustakaan.
3. Siswa yang mengembalikan buku harus menyerahkan bukunya sambil menyebut nomer anggota kepada petugas dan menerima kartunya kembali.
4. Lama peminjaman 1 minggu dan dapat diperpanjang 1 minggu lagi. Jumlah buku yang dipinjam maksimal dua buku. Jika pengembalian buku terlambat, siswa dikenai denda Rp 500,00 per buku per hari.

Ketentuan Pembuatan Kartu Anggota Pepustakaan:
1. Siswa kelas X, XI, dan XII diwajibkan mempunyai kartu anggota Perpustakaan.
2. Pembuatan Kartu anggota untuk kelas X, XI, dan XII pada tahun ajaran baru yaitu bulan Juli dan Agustus.
3. Untuk membedakan identitas kartu agar mudah dalam pengelolaannya, maka ditentukan identitas kartu.

a. Kelas X : kartu ber warna merah
b. Kelas XI: kartu berwarna kuning
c. Kelas XII: kartu berwarna hijau
d. KPP dan KPA: kartu berwarna biru

11. Penggunaan Fasilitas Sekolah
Setiap acara memerlukan ruang dan sarana yang ada di sekolah. Di samping itu, sebagai siswa Kolese Gonzaga yang terpelajar, perencanaan waktu, tempat dan sarana yang ada perlulah dipikirkan dengan baik dan tepat. Adapun ketentuan bagi para siswa yang akan menggunakan sarana ruang maupun prasarana lain adalah sebagai berikut:

1. Pada prinsipnya, perizinan mengenai acara, tempat dan penggunaan alat harus sepengetahuan Moderator, dan atas izin Wakasek III bid. Sarana prasarana.
2. Untuk acara-acara kecil/ tentatif dan tidak memerlukan ruang dan waktu yang banyak, izin pemakaian ruang dan sarana minimal 3 hari sebelum acara dilaksanakan.
3. Untuk acara besar yang memerlukan perencanaan matang, izin pemakaian ruangan dan penggunaan alat alat dari sekolah minimal 2 minggu sebelumnya. Kepala Sekolah juga ha- rus mengetahui acara yang akan diselenggarakan.

Secara struktural, pemakaian sarana juga perlu sepengetahuan Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana-prasarana sehingga perlu membuat daftar barang barang yang akan dipinjam dengan diketahui moderator dan wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana. Setelah penggunaan ruang dan alat selesai, ditata dan dibersihkan seperti semula sehingga aktifitas ruang siap digunakan kembali.

Tata Tertib Umum

Dalam membentuk watak dan kepribadian pelajar, sebagaimana tercantum di depan, hanya dapat tercapai dengan memuaskan apabila ada keselarasan bimbingan dan pendampingan di rumah dan di sekolah. Oleh karena itu, Pimpinan sekolah mengharapkan dan meminta kepada para orang tua bersama-sama melaksanakan bimbingan dan pendampingan, terutama mengenai hal-hal sebagai berikut:

1. Pakaian dan cara berpakaian yang juga meliputi cara memelihara diri harus sederhana, rapi, wajar dan bersih.

a. Mengenai Seragam:

1. Hari Senin dan Selasa. Kemeja batik tradisional dan, untuk putra: celana panjang, bebas rapi, bersih dan wajar, pantas untuk sekolah (bukan celana naik gunung, tanpa kantong-kantong saku tempelan, celana jeans yang ada sobekan/lubang di belakang dsb.), sedangkan untuk putri: rok kulot berwarna krem.
2. Hari Rabu s/d Jumat. Kemeja putih, bersih dan wajar dan putra: celana panjang abu-abu, utuh dan bersih sedangkan untuk putri: rok berwarna abu-abu.
3. Hari Sabtu. Kemeja bermotif bebas, pantas untuk sekolah dan, untuk putra: celana panjang, bebas rapi, bersih dan wajar, pantas untuk sekolah (bukan celana naik gunung, tanpa kantong-kantong saku tempelan, dsb.), sedangkan untuk putri: rok kulot berwarna krem.

b. Pada waktu pelajaran olah raga siswa harus memakai pakaian seragam olah raga seperti yang telah ditentukan. Jika tidak memakai seragam olah raga, maka siswa harus menjalani kerja sosial.

2. Selama sekolah setiap pelajar wajib mengenakan sepatu tertutup sebagaimana mestinya (tidak diinjak bagian belakang); pemakaian sandal merupakan pelanggaran tata-tertib.

3. Tidak dibenarkan membuat coretan, tulisan atau gambar-gambar pada pakaian. Pelanggaran atas hal ini siswa dipulangkan.

4. Mengenai Aksesori Tubuh dan Make-up

a. Pelajar putri: tidak boleh mengenakan perhiasan secara berlebihan sebagai pelajar, menghiasi bagian tubuh dengan kutek, tato (permanen maupun tidak) dan tidak boleh ber make-up.
b. Pelajar putra: tidak dibenarkan mengenakan perhiasan, anting atau giwang, dan simbol-simbol (cincin, kalung, rantai tangan) dan lain-lain yang bertentangan dengan perkembangan kepribadian yang sehat dan dapat mengganggu suasana belajar yang sungguh-sungguh.
c. Semua pelajar dilarang memakai gelang lebih dari satu.

5. Mengenai Rambut

a. Rambut pelajar putra hendaknya dicukur rapi

1. Panjang rambut bagian belakang di atas krah baju pada saat posisi kepala tegak.
2. Rambut bagian samping tidak menutup telinga.
3. Tinggi rambut tidak lebih dari 5 cm baik yang berambut lurus maupun kribo.

b. Rambut pelajar putra dan putri tidak diperbolehkan diwarnai/dicat dan dibuat gimbal.
c. Bagi pelajar putra, yang nilai rata-rata rapor-nya pada akhir semester terakhir ≥ 80, diperbolehkan berambut panjang dan rapi.

6. Siswa dilarang membawa segala macam buku bacaan yang tidak sopan, gambar-gambar porno, kaset audio, kaset video, VCD, DVD, walkman, radio, kamera, atau alat elektronik yang tidak berkaitan dengan pelajaran, senjata tajam, kartu /alat games atau judi, rokok/korek api, maupun segala jenis minuman keras dan obat terlarang.

7. Siswa dilarang:

a. Merokok di lingkungan dan sekitar sekolah (radius 100m) selama jam pelajaran maupun kegiatan yang diadakan di luar sekolah (selama 24 jam).
b. Membawa atau menggunakan obat terlarang/minuman keras.
c. Melakukan tawuran terhadap sesama siswa SMA Gonzaga maupun bukan siswa SMA Gonzaga di kompleks maupun di luar kompleks sekolah.
d. Melakukan praktek perjudian dan atau main kartu di kompleks sekolah dan sekitarnya.
e. Melakukan perbuatan asusila di komplek sekolah.
f. Memakai pakaian yang “compang-camping” (celana pendek, robek) selama kegiatan sekolah.

Bagi siswa yang melanggar akan dikenakan sanksi/hukuman sesuai dengan prosedur hukuman yang tertulis dalam peraturan tentang hukuman.

8. Untuk itu Pimpinan Sekolah akan mengadakan pemeriksaan mendadak. Barang hasil sitaan yang dapat/boleh diambil kembali oleh orang tua siswa ditentukan oleh Kepala Sekolah/ Wakilnya.

9. Para siswa dilarang membuat, mengedarkan/menjual atas segala bentuk barang yang mempergunakan logo, tulisan “Kolese/SMA Gonzaga” untuk kepentingan dan keuntungan pribadi. Hanya Senat dan di bawah Pembina Senat /Kepala Sekolah yang mempunyai hak di atas.

10. Upacara Bendera:

a. Semua siswa wajib mengikuti upacara bendera, kecuali yang mendapat dispensasi dari Moderator.
b. Pada hari pelaksanaan upacara, siswa wajib mengenakan seragam sesuai dengan jadwal seragam yang telah ditentukan.

11. Sopan santun dan Hubungan kekeluargaan

a. Setiap siswa wajib bersikap sopan baik di sekolah maupun di luar sekolah.
b. Siswa wajib menunjukkan tingkah laku sopan dan hormat kepada siapapun: Orang tua, Bapak/Ibu guru atau pendidik, karyawan, penjual di kantin dan sesama siswa. Misalnya: memberi salam/tanda hormat kepada guru sewaktu bertemu/berpisah, memberi jalan kepada orang yang mau lewat, duduk pada kursi (bukan meja) dan lain sebagainya.
c. Dilarang “nongkrong” di Kompleks sekolah.
d. Tidak dibenarkan siswa membeli makanan/ minuman di luar kantin sekolah.
e. Kesempatan membeli di kantin hanya pada saat sebelum/sesudah jam sekolah, waktu jam istirahat, makan-minum dan waktu sesudah pelajaran Olah Raga untuk yang bersangkutan.

12. Para siswa diwajibkan menjaga dan melaksanakan Kebersihan, Ketertiban, Keamanan, Kesehatan, Kekeluargaan.

Kegiatan Ekstrakurikuler

1. Tujuan:
a. Sebagai sarana pendukung bagi para siswa dalam pembentukan kepribadian yang utuh menyangkut baik fisik, emosi, kerohanian, maupun intelektual.
b. Sebagai sarana penyaluran bakat dan minat, serta pengembangan kreativitas di bidang olah raga, seni dan organisasi.
c. Sebagai sarana latihan kepemimpinan untuk mengembangkan rasa tanggung jawab dan kerjasama yang sehat baik dengan sesama anggota Keluarga Besar Kolese Gonzaga maupun pihak-pihak lain.
d. Sebagai sarana untuk memupuk semangat kepedulian bagi sesama agar semakin mampu membuka dan melibatkan diri dalam masyarakat secara nyata, kritis dan bertanggungjawab.

2. Pelaksanaan:
a. Untuk mewujudkan tujuan di atas tidak dibenarkan siswa menenggelamkan diri dalam kegiatan ekstrakurikuler secara berlebihan atau tidak ikut sama sekali. Oleh karena itu, siswa wajib mengikuti satu macam kegiatan ekstrakurikuler (olah raga atau non olah raga).
b. Aktivitas ekstrakurikuler siswa SMA Gonzaga akan dilaporkan di dalam buku rapor.
c. Pada umumnya kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan pada sore hari di luar jam pelajaran. Pada jam 17.00 semua kegiatan harus sudah berakhir.
d. Kegiatan yang sudah dipilih secara bebas mesti diikuti secara disiplin dan teratur sesuai dengan jadwal dan tidak berpindah-pindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain. Pilihan kegiatan ekstrakurikuler berlaku untuk satu tahun.
e. Siswa yang sudah mengikuti suatu klub olah raga atau non olah raga di luar sekolah, diharapkan memberitahukannya kepada Pater Moderator atau stafnya.
f. Hal-hal khusus lainnya harap dibicarakan dengan Pater Moderator atau stafnya.

3. Ketentuan Mengikuti Undangan Lomba di Luar Sekolah
a. Setiap cabang ekstrakurikuler dapat mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh pihak luar baik SMA mau pun universitas dengan menggunakan nama Kolese Gonzaga.
b. Jenis perlombaan yang diikuti pun juga perlu disesuaikan dengan ada tidaknya ekstrakurikuler yang ada di sekolah, baik yang resmi maupun yang hobi.
c. Lomba-lomba yang dapat diikuti adalah lomba-lomba yang diselenggarakan setelah jam 12.00 siang. Waktu keikutsertaan lomba juga disesuaikan dengan kemungkinan waktu yang ada di sekolah. Kalau acara lomba di luar berbarengan dengan acara sekolah yang harus diprioritaskan, maka undangan dari luar tidak ditanggapi.
d. Penentuan keikutsertaan lomba ditentukan oleh Moderator.
e. Biaya pendaftaran lomba dan transportasi dapat diminta ke Moderator. Khusus untuk biaya transportasi, Moderator dapat memberikan pertimbangan khusus tergantung situasi.
f. Piala dari hasil kemenangan lomba diserahkan kepada sekolah dan hadiah berupa uang diserahkan ke Moderator untuk dimasukkan ke dalam kas Senat. Bendahara Senat akan mencatatnya dalam buku Kas Senat.

4. JADWAL HARIAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

Lomba Siswa

Sekolah memberi kesempatan kepada siswa untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan dan lomba yang diselenggarakan oleh institusi atau pihak lain di luar kegiatan Kolese Gonzaga. Dengan kesempatan tersebut diharapkan siswa dapat mengasah kemampuannya untuk berkompetisi secara lebih optimal dan tentu dengan sportivitas dan semangat juang yang tinggi sebagai siswa-siswi Gonzaga.

Adapun ketentuan untuk mengikuti lomba diatur sebagai berikut:
a. Setiap cabang ekstrakurikuler dapat mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh pihak luar baik SMA mau pun Universitas dengan menggunakan nama Kolese Gonzaga.
b. Lomba-lomba yang dapat diikuti adalah lomba-lomba yang mewakili sekolah, yang diselenggarakan setelah jam 12.00 siang, kecuali lomba lomba dalam bidang sains, dan bukan lomba yang bersifat pribadi.
c. Biaya pendaftaran lomba, transportasi, dan pendampingan yang berkaitan dengan sekolah dapat dikoordinasikan dengan Moderator.
d. Lomba yang bersifat pribadi bisa diikuti jika pelaksanaan lomba di luar jam efektif, tidak mensyaratkan apa pun, dan tidak melibatkan nama sekolah sebagai lembaga dalam bentuk apapun, seperti: persetujuan sekolah dan tanda tangan pemimpin sekolah.
e. Apabila dalam perlombaan mendapatkan penghargaan, karena perlombaan mewakili sekolah (baik perwakilan secara tim maupun pribadi), hadiah dan penghargaan menjadi milik sekolah dengan tujuan untuk dikelola lebih lanjut demi kepentingan pembinaan siswa. Sedangkan pada perlombaan yang diikuti secara pribadi, penghargaan dan hadiah milik siswa.

UANG SEKOLAH
Menjelang tanggal satu setiap bulan, kartu uang sekolah akan dibagikan. Diminta dengan hormat, hendaknya kartu beserta bukti transfer sesegera mungkin dimasukkan ke dalam kotak uang sekolah (ruang Bendahara Sekolah). Paling lambat tanggal sepuluh bulan itu juga uang sekolah sudah harus selesai dibereskan.Mereka yang terlambat membayar uang sekolah, akan didenda sebanyak 10% dari jumlah uang sekolah.Pimpinan sekolah tidak bertanggung jawab atas “kehilangan” kartu yang berisi uang.

HUKUMAN
Siswa yang melanggar peraturan akan diberi sanksi oleh Kepala Sekolah/Wakil (Pater Moderator). Pelaksanaan sanksi bagi pelajar yang melanggar peraturan sekolah dapat berupa:
1. Peringatan lisan yang dilakukan sendiri oleh staf sekolah (Kasek, Wakasek, Moderator/wakil, Wali kelas, Para guru ) maupun secara tim dan dicatat dalam arsip sekolah.
2. Peringatan tertulis kepada siswa yang melanggar ditujukan kepada Orang tua/wali oleh Pater Moderator dan Kepala sekolah atau Wakilnya. Peringatan tertulis ini disertai dengan skorsing sebagai berikut:

a. Dilarang masuk kelas (mengikuti pelajaran) selama beberapa hari dengan diberi tugas yang harus diselesaikan di sekolah.
b. Dilarang Masuk Sekolah (dirumahkan) yang lamanya ditentukan oleh Kepala Sekolah/ Moderator.

3. Dikeluarkan dari sekolah setelah orang tua atau wali diberi peringatan sebanyak tiga kali, disertai laporan kepada Dinas Pendidikan Propinsi DKI Jakarta.

Catatan:
Umumnya, peringatan diberikan maksimal sebanyak tiga kali. Namun untuk kasus-kasus tertentu yang berat (menurut penilaian sekolah) siswa bisa langsung dikeluarkan dari sekolah. Jadi siswa bisa langsung dikeluarkan dengan tanpa melalui proses peringatan terlebih dahulu. Jenis Pelanggaran yang diklasifikasikan dalam pelanggaran berat:

1. Perbuatan Asusila di Kompleks Sekolah.
2. Melawan/menantang Pimpinan, Guru, karyawan Sekolah.
3. Terlibat perkelahian, tawuran di kompleks sekolah maupun di luar kompleks sekolah.
4. Merokok, Membawa, mengedarkan dan atau memakai obat-obatan terlarang dan minuman keras di kompleks sekolah.
5. Berjudi dalam bentuk apapun di kompleks sekolah.
6. Berurusan dengan yang berwajib karena melakukan kejahatan/tindak kriminal.
7. Memalsu tanda tangan Wali / Kepala sekolah.
8. Mengubah/ memalsu Rapor.
9. Melakukan perusakan atau pencurian sarana/ prasarana sekolah, uang, barang berharga milik orang lain di Komplek sekolah.
10. Berkali-kali secara sengaja melanggar peraturan sekolah.
11. Menghasut sesama pelajar untuk mengacau ketertiban sekolah.
12. Membawa senjata tajam.
13. Les privat dengan guru SMA Gonzaga.