Info Jadwal Pelajaran TP. 2019/2020
Written by Mas Admin | 22 Juli 2019 15:59

Jadwal Pelajaran Tahun Pelajaran 2019/2020 dapat dilihat di : http://www.kolesegonzaga.com/Schedule/ atau dengan download klik link di bawah ini : Jadwal...



Hari Kasih Sayang Gonzaga

Jumat, 14 Februari 2014

Hari Kasih sayang menjadi hari bagi setiap insan di mana pun di bumi ini untuk mengingat lagi akan kasih sayang yang pernah mereka alami, yang sedang mereka alami, dan yang mereka harapkan. Kasih sayang menjadi kerinduan setiap manusia. Demikian pula komunitas SMA Kolese Gonzaga pun tidak ketinggalan merayakan Hari Kasih Sayang ini.

Di awali dengan perayaan Ekaristi Syukur, Hari Kasih Sayang ini dimaknai dalam kerangka iman Kristiani dan semangat core value SMA Kolese Gonzaga, yaitu competence, conscience, dan compassion. Homili yang dibawakan oleh Pater Antonius Vico Christiawan, SJ menyentuh sedikit sejarah dari lahirnya Hari Raya Kasih Sayang ini, yaitu berawal dari seorang imam bernama St. Valentinus yang lebih memilih menikahkan pasangan-pasangan muda Kristiani dari pada membiarkan para kaum muda itu pergi menjadi militer Kerajaan. Karena pilihannya itu, St. Valentinus dibunuh oleh Raja pada tanggal 14 Februari. Perjuangannya itu dijadikan sebagai Hari Kasih Sayang.

Belajar dari St. Valentinus tersebut, segenap anggota komunitas SMA Kolese Gonzaga hendaknya menghidupi secara lebih sungguh nilai-nilai utama kolese, yaitu berdaya juang tinggi untuk meningkatkan segenap kemampuan diri, baik akademik maupun non-akademik, mengasah kemampuan membuat keputusan berdasarkan pertimbangan dan pilihan yang sehat, dan peduli kepada sesama dan alam dari hari ke hari agar hidup setiap anggota komunitas bisa mencerminkan semangat kasih sayang kepada sesama secara konkret.

Acara hari itu juga dimeriahkan oleh pelbagai kegiatan yang diprakarsai pengurus senat, yaitu pengiriman surat cinta, bunga, dan coklat kepada yang dikasihi dan penyelenggaraan pojok seni (PONI), berupa pementasan musik. Dengan demikian, Hari Kasih Sayang tidak sekedar dimeriahkan dengan kegiatan-kegiatan yang menghibur, melainkan dimaknai secara mendalam melalui figur sang imam, St. Valentinus.