GONZAGA MAGAZINE

 

MAJALAH  KOLESE GONZAGA

 

Membuat majalah kelas? ”Ah susah!” Begitu pernyataan yang sering diutarakan siswa ketika ditanya masalah pembuatan majalah kelas. Gurunya pun belum tentu bisa membuat majalah sekolah. Sebenarnya ada cara yang relatif mudah untuk membuat majalah sekolah.Ini dapat dipahami, karena tidak ada mata pelajaran secara khusus mengenai pembuatan majalah sekolah.

Menurut Mulyoto (2007), manfaat adanya majalah sekolah.

1. Media penyalur potensi menulis. Siswa dapatmenyalurkan bakat serta minat menulis. Banyak sekali penulis terkenal memulai belajar menulis sejak bangku sekolah. Pendek kata, majalah sekolah dapat berfungsi sebagaikawah ”candradimuka” bagi calon-calon penulis masa depan.

2.Penyalur aspirasi. Seringkali banyak siswa ketika mempunyai masalah hanya diungkapkan dengan coretan di atas meja, atau di dinding sekolah. Pengungkapan perasaan seperti ini jelas merugikan sekolah, karena akan terkesan kumuh dan kotor.Daripada seperti itu, lebih baik siswa mengungkapkan perasaannya dengan tulisan, baik  berupa gambar, cerpen, artikel, atau puisi yang nantinya akan dimuat di majalah sekolah.

3.Media komunikasi. Tulisan yang dimuat baik dari siswa, guru atau karyawan akan dibaca seluruh keluarga besar sekolah. Hal ini secara tidak langsung akan terjadi komunikasi antarpembaca.

4. Media pembelajaran berbasis baca-tulis. Belajar tidak cukup dengan hanya mendengarkan penjelasan guru, mencatat, dan menghafalkan.Tetapi juga mau membaca masalah-masalah di sekitarnya dan menuangkan dalam bentuk tulisan. Keberadaan majalah sekolah memberi ruang kepada siswa untuk mempublikasikan idenya.

Dengan jalan mencoba melahirkan majalah sekolah,menjadi salah satu alternatif dalam  menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, sehingga siswa aktif belajar untuk mendapatkan pengetahuan (knowledge), menyerap dan memantulkan nilai-nilai tertentu (value), dan terampil melakukan ketrampilan tertentu (skill).

(oleh: Ibu Irma Yanthi)