Gonzaga High School’s Curriculum

TATA KURIKULUM SMA KOLESE GONZAGA

Tahun Pelajaran 2017/2018

 

RATIONALE

 Pendidikan Jesuit di SMA Kolese Gonzaga berakar dalam pengalaman Santo Ignatius Loyola, yaitu “Spiritual Exercise of St. Ignatius/Latihan Rohani St. Ignatius”. SMA Kolese Gonzaga secara aktif berusaha untuk mengembangkan para pendidik, tenaga kependidikan dan siswa dalam tradisi spiritual dan akademik. Tujuannya adalah untuk mengundang mereka ke pengalaman formatif yang berakar pada pengalaman mendalam dan refleksi sehingga konteks pembelajaran tidak hanya serta merta melulu pengetahuan yang hanya mengumpulkan informasi. Sebaliknya, pendidikan Jesuit mengembangkan potensi reflektif, kritis, dan spiritual siswa serta komitmen mereka untuk bertindak dan berbagi pengalaman dalam pencapaian empat (4) core valuesConscience, Competence, Compassion, Commitment yang termaktub dalam Visi, Misi, Nilai-nilai keutamaan sekolah yang diperjuangkan dan Profil Lulusan.

Oleh karena itu hakikat dari kurikulum adalah “pengalaman yang direncakan”Yaitu, semua pengalaman siswa yang direncanakan oleh sekolah di bidang akademik dan non akademik.

VISI

 “Pusat pendidikan yang unggul dalam mempersiapkan kaum muda menjadi pribadi kompeten, berhati nurani, serta peduli kepada sesama dan lingkungan, dalam terang kristiani.”

 MISI

  1. Menyelenggarakan pendidikan karakter dan pembelajaran yang inovatif, kompetitif, integratif secara efektif dan efisien dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Ignatian
  2. Menyediakan kesempatan bagi pengembangan guru dan karyawan secara holistik
  3. Menanamkan nilai-nilai kristiani dan kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari
  4. Menyediakan sarana dan prasarana edukasi yang prima sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi
  5. Menjalankan tata kelola sekolah sesuai dengan sistem manajemen yang baku dan modern
  6. Membangun jejaring yang mendukung pengembangan institusi dan kegiatannya
  7. Menyelenggarakan kegiatan strategis yang melibatkan masyarakat.
  8. Menyelenggarakan tata kelola lingkungan hidup yang lestari

NILAI-NILAI YANG DIKEMBANGKAN

  1. Jujur dan cinta kebenaran
  2. Disiplin dan bertanggungjawab
  3. Terbuka dan inovatif
  4. Peduli kepada sesama dan lingkungan
  5. Kerja sama dan persaudaraan

PROFIL LULUSAN

SMA Kolese Gonzaga bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki ciri-ciri berikut:

  1. Kokoh sebagai pribadi, mampu beradaptasi dengan perkembangan masyarakat dan perkembangan global, dengan tetap berpegang pada penilaian hati nurani yang sehat serta kepedulian bagi sesama.
  2. Bersikap proaktif, mampu mencari dan mengolah informasi dari berbagai sumber.
  3. Mampu mempelajari hal-hal baru sehingga dapat menyesuaikan diri dengan baik.
  4. Memiliki ketrampilan berkomunikasi di tengah masyarakat.
  5. Memahami dan menghargai kerjasama dengan macam-macam orang dari berbagai macam latar belakang.
  6. Memiliki sikap positif terhadap kerja tangan yang bertumpu pada penghargaan akan martabat manusia.
  7. Mencintai dan memelihara lingkungan hidupnya.
  8. Peduli terhadap sesama, khususnya yang miskin dan menderita.

PENDIDIK DAN MATA AJAR

No Nama Guru Mapel  kelas
1 P. Leonardus EB Winandoko,SJ.,M.Ed. Agama XI
2 P. A. Vico Christiawan, SJ, M.Theo Agama X
3 P. Albertus Yogo Prasetianto Pr, S. Theo Agama X
4 P. Gerardus Hadian Panamokta, SJ Agama XII
5 Dra. M.M. Endah Agama XI,XII
6 P. Citra Triwamwoto, SS., M.Hum PKn X,XI
7 Drs. Bambang Sulistiyanto PKn XII
8 Dra. Irma Yanthi Bahasa Indonesia X
9 Drs. Al. Heri Purwanto Bahasa Indonesia XII
10 Agustina Anie Puspitasari, SS. Bahasa Indonesia X,XI,XII
11 Y.B. Dion Rikayakto, SPd. Bahasa Indonesia XI
12 Susana Sunarsasi, SPd. Bahasa Inggris X
13 R. Himawan Santanu, M.Ed. Bahasa Inggris XI
14 Johana Rahayu Pujiastuti Bahasa Inggris XII
15 Roandryo Sigma Surbakti Bahasa Inggris XI
16 Jason Odonell Bahasa Inggris X,XI,XII
17 Suzane Joseph Bahasa Inggris X,XI,XII
18 Drs. Y. Tri Susilo Matematika X
19 Dra. Sri Superti Matematika X,XII
20 Helena Panca, SPd. Matematika X, XII
21 Augustinus Widiprihartono, SPd. Matematika X, XI
22 Drs. TB. Purwanto Sejarah,PKN X,XI
23 H. Yudhi Sulistyo, SPd. Sejarah X,XI,XII
24 Drs. Bambang Utomo Fisika (praktikum) X,XI,XII
25 Dra. Fransisca Haryati Fisika (praktikum) XII
26 Drs. Yustinus Adianto Fisika XI
27 Fransisca Felbi Helvina Gea, SPd. Fisika X
28 Drs. L. Triyono Kimia XI,XII
29 Petrus Hari Prasetyo, SSi, M.Pd. Kimia XII
30 Odilia Galuh Ismoyo Bodro, SPd. Kimia X
31 Drs. Isharmanto Biologi XII
32 G. Kristalinawati, SPd, M.Si. Biologi X
33 Sri Sustain De Hugo S., SPd. Biologi XI
34 Slamet Riyadi, SPd. Geografi XI,XII
35 Citra Suryadi, SPd. M.Si. Geografi X,XI
36 Yosaphat Mujiharto, M.Ed. Ekonomi XI,XII
37 Am. Soeharto, SE. Ekonomi X,XI
38 Drs. Agus Dewa I. Sosiologi X,XII
39 Fr. Daryanto, SJ Sosiologi XI
40 Devi Kumalasari Bahasa Mandarin X,XI,XII
41 Silviana Raharjo Bahasa Jepang X,XI,XII
42 Johanes Saud Maruli, SPd. Penjasorkes XI,XII
43 Imanuel Abrisac Rohi, SPd. Penjasorkes X,XI
44 Drs. V. Suprihono BP / BK XII
45 Francisca Elizabeth Gazali, SPd. BP / BK X
46 Dewanti Rosari, S.Pd. BP/BK XI
47 Dra. Th. M. Wara Kusharini Pendidikan Seni XII

 KURIKULUM AKADEMIK

  1. Kurikulum KTSP tahun 2006 dan Kurikulum 2013 Revisi

Kurikulum SMA Kolese Gonzaga menginduk pada kurikulum nasional yang berlaku. Untuk tahun pelajaran 2016/2017 SMA Kolese Gonzaga menggunakan Kurikulum KTSP 2006 dengan landasan hukum Permendikbud no 160 tahun 2014 tentang pemberlakuan KTSP 2006 untuk kelas XI dan XII dan PERMENDIKBUD NO 23 TAHUN 2016 tentang standar penilaian kurikulum 2013 Revisi untuk kelas X.

Dari penjelasan di atas berarti bahwa semua format pendampingan kepada siswa dilandaskan pada aturan yang berlaku dari Kurikulum KTSP tahun 2006 dan Kurikulum 2013 Revisi termasuk di dalamnya adalah Struktur Kurikulum, Kalender Pendidikan, Kriteria Ketuntasan Minimal capaian belajar siswa, dan Pedoman Evaluasi/Penilaian. Di samping itu SMA Kolese Gonzaga juga menerapkan kriteria acuan untuk 8 Standar Pendidikan Nasional: Kompetensi Lulusan, Isi, Proses Pendidikan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Sarana-Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan Pendidikan dan Penilaian Pendidikan.

  1. Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap peserta didik. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran.  Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.

Struktur kurikulum juga merupakan gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang peserta didik dalam menyelesaikan pembelajaran pada suatu satuan atau jenjang pendidikan.Lebih jauh lagi, struktur kurikulum menggambarkan posisi belajar seorang peserta didik yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan berbagai pilihan.

Struktur kurikulum pendidikan menengah terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban belajar, dan kalender pendidikan.Struktur kurikulum SMA Kolese Gonzaga meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh di setiap jenjang kelas.Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi mata pelajaran dan standar kompetensi lulusan.

SMA Kolese Gonzaga menyelenggarakan program pendidikan dengan menggunakan sistem paket, sesuai beban belajar sistem paket pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.Sistem paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dengan beban belajar sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada SMA Kolese Gonzaga. Beban belajar setiap mata pelajaran pada sistem paket dinyatakan dalam satuan jam pelajaran.

Pengorganisasian kelas-kelas pada SMA Kolese Gonzaga Jakarta adalah sebagai berikut:

  • Struktur Kurikulum SMA Kolese Gonzaga kelas X

Dibagi kedalam dua kelompok yaitu program penjurusan yang terdiri dari dua program :

(-)  Program Ilmu Pengetahuan Alam

(-) Program Ilmu Pengetahuan Sosial.

  1. Kurikulum SMA Kolese Gonzaga kelas X program IPA dan IPS masing-masing terdiri atas 15 mata pelajaran termasuk mata pelajaran lintas peminatan, prakarya dan kewirausahaan, Literasi atau pengembangan diri seperti dalam tabel.
  2. Jam pelajaran untuk setiap mata pelajaran diatur sesuai alokasi waktu sebagaimana tertera dalam struktur.
  3. Alokasi waktu satu jam pelajaran adalah 45 menit.
IPA  
Kelompok wajib A Alokasi waktu  KKM
1 Pendidikan Agama 2 75
2 PKN 2 75
3 Bahasa Indonesia 4 75
4 Matematika 3 75
5 Sejarah Indonesia 2 75
6 Bahasa Inggris 2 75
Kelompok wajib B    
7 Seni Budaya 2 75
8 Penjasorkes 2 75
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2 75
Peminatan Matematika dan Ilmu Alam    
1 Matematika 2 75
2 Biologi 5 75
3 Fisika 5 75
4 Kimia 4 75
Lintas peminatan
IPA Bahasa Inggris 2 75
Bahasa Jepang 2 75
LITERASI/BK/PERWALIAN 1
42
IPS  
Kelompok wajib A  Alokasi waktu KKM
1 Pendidikan Agama 2 75
2 PKN 2 75
3 Bahasa Indonesia 4 75
4 Matematika 4 75
5 Sejarah Indonesia 2 75
6 Bahasa Inggris 2 75
Kelompok wajib B    
7 Seni Budaya 2 75
8 Penjasorkes 2 75
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2 75
Peminatan Ilmu-ilmu Sosial
1 Geografi 4 75
2 Sejarah 2 75
3 Sosiologi 4 75
4 Ekonomi 5 75
Lintas peminatan
IPS Bahasa Inggris (WAJIB) 2 75
Bahasa Mandarin 2 75
LITERASI/BK/PERWALIAN 1
42
  • Struktur Kurikulum SMA Kolese Gonzaga kelas XI

Dibagi kedalam dua kelompok yaitu program penjurusan yang terdiri dari dua program :

(-)  Program Ilmu Pengetahuan Alam

(-) Program Ilmu Pengetahuan Sosial.

  1. Kurikulum SMA Kolese Gonzaga kelas X program IPA dan IPS masing-masing terdiri atas 15 mata pelajaran termasuk mata pelajaran lintas peminatan, prakarya dan kewirausahaan, Literasi atau pengembangan diri seperti dalam tabel.
  2. Jam pelajaran untuk setiap mata pelajaran diatur sesuai alokasi waktu sebagaimana tertera dalam struktur.
  3. Alokasi waktu satu jam pelajaran adalah 45 menit.
IPA  
Kelompok wajib A Alokasi waktu  KKM
1 Pendidikan Agama 2 75
2 PKN 2 75
3 Bahasa Indonesia 4 75
4 Matematika 3 75
5 Sejarah Indonesia 2 75
6 Bahasa Inggris 2 75
Kelompok wajib B    
7 Seni Budaya 2 75
8 Penjasorkes 2 75
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2 75
Peminatan Matematika dan Ilmu Alam    
1 Matematika 2 75
2 Biologi 5 75
3 Fisika 5 75
4 Kimia 4 75
Lintas peminatan
IPA Bahasa Inggris 2 75
Bahasa Jepang 2 75
LITERASI/BK/PERWALIAN 1
42
IPS  
Kelompok wajib A  Alokasi waktu KKM
1 Pendidikan Agama 2 75
2 PKN 2 75
3 Bahasa Indonesia 4 75
4 Matematika 4 75
5 Sejarah Indonesia 2 75
6 Bahasa Inggris 2 75
Kelompok wajib B    
7 Seni Budaya 2 75
8 Penjasorkes 2 75
9 Prakarya dan Kewirausahaan 2 75
Peminatan Ilmu-ilmu Sosial
1 Geografi 4 75
2 Sejarah 2 75
3 Sosiologi 4 75
4 Ekonomi 5 75
Lintas peminatan
IPS Bahasa Inggris (WAJIB) 2 75
Bahasa Mandarin 2 75
LITERASI/BK/PERWALIAN 1
42
  • Struktur Kurikulum SMA Kolese Gonzaga kelas XII

Dibagi kedalam dua kelompok yaitu program penjurusan yang terdiri dari dua program :

(-)  Program Ilmu Pengetahuan Alam

(-)  Program Ilmu Pengetahuan Sosial.

  1. Kurikulum SMA Kolese Gonzaga kelas XII program IPA dan IPS masing-masing terdiri atas 13 mata pelajaran, muatan lokal, pengembangan diri seperti dalam tabel.
  2. Jam pelajaran untuk setiap mata pelajaran diatur sesuai alokasi waktu sebagaimana tertera dalam struktur.
  3. Alokasi waktu satu jam pelajaran adalah 45 menit.
Komponen Alokasi Waktu Alokasi Waktu
XII IPA Gonz KKM XII IPS Gonz KKM
1.      Pend. Agama 2 75 2 75
2.      PKn 2 75 2 75
3.      B. Indonesia 4 75 4 75
4.      B. Inggris 4 75 4 75
5.      Matematika 6 75 5 75
6.      Fisika 5 75
7.      Kimia 4 75
8.      Biologi 4 75
9.      Sejarah 1 75 2 75
10.  Geografi 5 75
11.  Ekonomi 6 75
12.  Sosiologi 4 75
13.  Seni Budaya 2 75 2 75
14.  Penjasorkes 2 75 2 75
15.  TIK 1 78 1 75
16.  Bhs Asing 2 75 2 75
17.  Muatan Lokal 75 75
18.   Pengembangan Diri/Wali Kelas 1

 

  1

 

 
Praktikum 2    
Jumlah 42   42  


3. Kalender Akademik

Kalender Akademik SMA Kolese Gonzaga merupakan rencana pembelajaran selama satu tahun ajaran atau dua semester. Kalender akademik tersebut mengacu kepada struktur kurikulum yang menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap peserta didik.

Kalender Akademik SMA Kolese Gonzaga memuat detail informasi tentang kegiatan-kegiatan sekolah di luar jam efektif belajar. Di dalam kalender akademik juga dituliskan jumlah jam belajar efektif tiap bulan/satu tahun. Kalender Akademik SMA Kolese Gonzaga bisa dilihat di web sekolah http://www.kolesegonzaga.com/ atau School System Management (e-SMS) SMA Kolese Gonzaga http://eSMS.kolesegonzaga.com/school/

  1. Jadwal Pelajaran

Merupakan jadwal pembelajaran harian yang terdiri atas mata pelajaran yang ditawarkan dan jumlah jam tatap muka. Jadwal Pelajaran SMA Kolese Gonzaga bisa dilihat di web sekolah http://www.kolesegonzaga.com/ atau School System Management (e-SMS) SMA Kolese Gonzaga http://eSMS.kolesegonzaga.com/school/

  1. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau Ketuntasan Belajar Minimal (KBM)

Sekolah menentukan kriteria ketuntasan minimal atau ketuntasan belajar minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung dalam penyelenggaraan pembelajaran.

Berkaitan dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau Ketuntasan Belajar Minimal (KBM), sekolah menetapkan kriteria ketuntasan ideal minimal yaitu 75 untuk setiap mata pelajaran dan ketuntasan ideal maksimal yaitu 100 sehingga setiap siswa sungguh menguasai secara menyeluruh kompetensi yang dituntut oleh setiap mata pelajaran. Penentuan KKM atau KBM berdasarkan rapat dewan pendidik dengan menampilkan database pendampingan kurikulum dalam keseharian aktivitas sekolah yang berdasarkan atas penemuan-penemuan kemampuan peserta didik dalam pencapaian kompetensi pedagogis dan pembelajaran mereka.

  1. Muatan Lokal (Mulok) atau Prakarya dan Kewirausahaan

Muatan lokal atau prakarya kewirausahaan merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi siswa, yang materinya direncanakan untuk mendukung proses pembelajaran siswa. Muatan Lokal atau prakarya kewirausahaan di SMA Kolese Gonzaga adalah berbasis IT/web yang menggunakan IOS dan Windows. Pembelajaran lebih merupakan ICT support dengan perincian seperti berikut:

  1. Aplikasi program presentasi berdasarkan OS Mac/Windows
  2. Aplikasi program grafis berdasarkan OS Mac/Windows
  3. Aplikasi program animasi dan 3D berdasarkan OS Mac/Windows
  4. Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri adalah pelayanan sekolah kepada peserta didik yang bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat-minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi di SMA Kolese Gonzaga. Kegiatan pengembangan diri ini juga sekaligus sebagai sarana pembentukan-pengembangan karakter peserta didik. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui:

BIMBINGAN KONSELING, LITERASI, PERWALIAN

Landasan Bimbingan Konseling SMA Kolese Gonzaga

  1. Berdasarkan pasal 27 Peraturan Pemerintah nomor 29/90, “bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”.
  2. UU No. 20 Tahun 2003 pasal 12 ayat 1b pelayanan penndidikan sesuai bakat, minat, dan kemampuan.
  3. Fungsi Pendidikan Nasional yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
  4. Ciri-ciri khas Pendidikan Yesuit, di antaranya adalah perhatian dan keprihatinan bagi setiap manusia, membentuk pria dan wanita demi sesama, belajar sepanjang hayat, berorientasi kepada nilai-nilai yang benar, memperlihatkan Kristus sebagai teladan kehidupan insani.

Tujuan Bimbingan Konseling

Pelayanan Bimbingan mempunyai tujuan membantu orang perorangan atau kelompok orang (peserta didik) agar mampu menghadapi semua tugas perkembangan hidupnya secara sadar dan bebas, mewujudkan kesadaran dan kebebasan itu dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana, serta mengambil beraneka tindakan penyesuaian diri secara memadai.

Tujuan pelayanan bimbingan di atas selaras dengan tujuan atau visi sekolah yang mengupayakan agar peserta didiknya memiliki “competence, conscience dan compassion”. Dalam hal ini Bimbingan Konseling membantu dengan memprogramkan kegiatan-kegiatan yang bisa menunjang pencapaiannya.

Program Bimbingan Konseling di sekolah

Ada tiga ragam bimbingan yang dilaksanakan di sekolah yaitu bimbingan pribadi sosial, bimbingan akademik, dan bimbingan karier.

  1. Bimbingan pribadi sosial

Bimbingan pribadi sosial diberikan melalui bimbingan individual dan kelompok, serta bertujuan mengembangkan ”conscience dan compassion” (hati nurani dan kepedulian)

Hal-hal yang disampaikan adalah yang berkaitan dengan tahap perkembangan remaja, pergaulan yang sehat dengan sesama, konflik-konflik yang dialami baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain, mengenal karakter diri dan orang lain, menetapkan cara bersikap dan bertindak dengan berpegang pada nilai-nilai yang luhur. Dalam pelayanannya, Bimbingan Konseling berusaha bekerja sama dengan guru, orang tua, dan para ahli di bidangnya. Tujuan dari kerja sama tersebut  adalah agar para siswa semakin terbantu dan terdampingi dengan lebih baik. Diharapkan mereka bisa menemukan dirinya yang sejati, mengembangkan sepenuh-penuhnya semua bakat anugerah Allah, dan akhirnya menjadi pribadi yang utuh, serta bermakna bagi orang lain.

Dalam proses penemuan, pengembangan, dan aktualisasi diri, peserta didik diajak untuk menuju kepada keunggulan (“magis”) dan hal yang lebih bernilai. Kesulitan, penderitaan, keraguan akibat kurang percaya diri seringkali mewarnai proses perkembangan sepenuh-penuhnya. Berbekal pengenalan akan konteks peserta didik, Bimbingan Konseling berupaya untuk meneguhkan dan mengajak refleksi atas setiap pengalamannya, mendorongnya untuk mengambil sikap dan tindakan, kemudian mengevaluasi hasil tindakannya.

Setelah mengenal diri dengan baik, tahu karakternya dan nilai-nilai yang diperjuangkan untuk dijadikan pegangan, serta meneladani sikap Kristus yang setia pada kehendak Allah, diharapkan peserta didik mampu membaca situasi dan mengambil peran untuk kebaikan dunia.

2. Bimbingan akademik

Minimal seminggu sekali Bimbingan Konseling/Perwalian melakukan studi kasus dan menindak lanjuti dengan melakukan pertemuan bersama, baik dengan peserta didik maupun orang tua. Kasus yang ada bisa berupa masalah kesulitan belajar ataupun masalah-masalah yang lain. Dalam rangka membantu mengembangkan nilai ”competence”, Bimbingan Konseling/Perwalian mengajak peserta didik untuk mencari, menerapkan cara belajar serta mendorong peserta didik untuk meningkatkan semangatnya mencapai keunggulan (magis). Sebulan sekali dilakukan monitoring nilai dan melaporkannya kepada orang tua.

Bimbingan Konseling/Perwalian bekerja sama dengan guru bidang studi, membantu peserta didik untuk menemukan cara belajar yang tepat sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Kaitan antara guru dan Bimbingan Konseling adalah kalau guru mengajarkan bahan ajar, maka Bimbingan Konseling membantu mempersonalisasikan bahan ajar tersebut dengan mengajak peserta didik merefleksikan pengalaman belajarnya, menarik manfaat untuk kemudian menetapkan tindakan dan mengevaluasi tindakannya.

3. Bimbingan karier

Sejak awal peserta didik perlu diperkenalkan pada dunia kerja dan perguruan tinggi yang menyiapkannya. Untuk itu Bimbingan Konseling/Perwalian bersama dengan University Affairs mengupayakan adanya sharing karier dan kuliah di Perguruan Tinggi serta pameran pendidikan. Di samping itu juga membantu peserta didik dalam merencanakan pengambilan jurusan di kelas XI dan pemilihan fakultas serta Perguruan Tinggi setelah kelas XII.

 KEGIATAN PENGEMBANGAN PRIBADI DAN KREATIVITAS SISWA*

(Dilaksanakan melalui berbagai kegiatan di bawah koordinasi Moderator) — link ke kesiswaan

 Apresiasi Akademik dan Non-Akademik

Setiap tahun ajaran sebanyak 3 kali sekolah memberikan apresiasi kepada para peserta didik baik di bidang akademis maupun non akademis. Apresiasi yang pertama diberikan bersamaan dalam Perayaan Syukur Ignatius Day dan apresiasi kedua diberikan bersamaan dengan Christmas Mass. Apresiasi yang ketiga bersamaan dengan acara Graduation Day bagi kelas XII yang telah menyelesaikan pendidikannya di SMA. Apresiasi ini juga sebagai suatu bentuk tanggung jawab sekolah atas pelayanan pendidikan.

  1. PEDOMAN PENILAIAN

PENGERTIAN

Penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik mencakup penilaian otentik, penilaian diri, penilaian berbasis portofolio, ulangan, ulangan harian, laporan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian nasional, dan ujian sekolah.

KURIKULUM 2013 REVISI

PRINSIP DAN STANDAR PENILAIAN

  1. Prinsip penilaian:
  2. Objektif,berarti penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai.
  3. Terpadu,berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
  4. Sistematis,berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
  5. Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.
  6. Akuntabel,berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
  7. Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.
  8. Standar penilaian dan Ketuntasan Belajar Minimal (KBM)

Pendekatan penilaian yang digunakan pada tahun 2017-2018 adalah penilaian acuan kriteria (PAK). PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada ketuntasan belajar minimal (KBM) sebagai standar penilaian yang ditentukan oleh sekolah. Hasil penilaian belajar peserta didik (skor) dikatakan tuntas/kompeten apabila mendapatkan hasil sama atau lebih besar dari KBM. Nilai batas Ketuntasan Belajar Minimal adalah 75 (skala 1-100) untuk  Kurikulum 2013 Revisi.

KOMPETENSI PENILAIAN

Penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik dalam keseluruhan ranah, yakni sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.

  1. Penilaian Kompetensi Sikap Spiritual dan Sosial

Penilaian kompetensi sikap spiritual dan sosial dilakukan melalui observasi, penilaian diri, dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi dan penilaian diri adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik. Sedangkan pada jurnal, berupa catatan pendidik selama proses pembelajaran terjadi.

  1. Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Penilaian kompetensi pengetahuan dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik untuk aspek pengetahuan yang dimiliki. Penilaian ini dilakukan melalui tes tulis dan tes lisan. Instrumen penilaian menggunakan pedoman penskoran dilengkapi dengan atau menggunakan rubrik.

  1. Pengetahuan Kompetensi Keterampilan

Penilaian kompetensi keterampilan dilakukan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.

 PEMBOBOTAN PENILAIAN

Pembobotan penilaian melibatkan kompetensi Sikap Spiritual dan Sosial, Pengetahuan, dan Keterampilan:

  1. Kompetensi Sikap Spiritual dan Sosial

Penilaian kompetensi Sikap Spiritual dan Sosial meliputi penilaian observasi, penilaian diri, dan dilengkapi dengan catatan jurnal guru selama proses pembelajaran terjadi.

  1. Kompetensi Pengetahuan

Penilaian kompetensi pengetahuan menggunakan hasil perhitungan dari hasil skor rata-rata tes tertulis dan tes lisan

  1. Kompetensi Keterampilan

Penilaian keterampilan menggunakan hasil perhitungan dari hasil skor rata-rata tes praktik, tes proyek, dan portofolio.

Predikat Nilai

Interval Nilai Predikat Deskripsi
90 – 100 A Tuntas dengan Sangat Baik
83 – 89 B Tuntas dengan Baik
75 – 82 C Tuntas dengan Cukup
<75 D Tidak Tuntas          

  KURIKULUM KTSP 2006

    PRINSIP DAN STANDAR PENILAIAN

  1. Prinsip penilaian:
  2. Objektif,berarti penilaian berbasis pada standar dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai.
  3. Terpadu,berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
  4. Sistematis,berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
  5. Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.
  6. Akuntabel,berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
  7. Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.
  8. Standar penilaian dan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)

Pendekatan penilaian yang digunakan pada tahun 2017-2018 adalah penilaian acuan kriteria (PAK). PAK merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebagai standar penilaian yang ditentukan oleh sekolah. Hasil penilaian belajar peserta didik (skor) dikatakan tuntas/kompeten apabila mendapatkan hasil sama atau lebih besar dari KKM. Nilai batas Kriteria Ketuntasan Minimal adalah 75 (skala 1-100) untuk Kurikulum KTSP 2006.

KOMPETENSI PENILAIAN

Penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik dalam keseluruhan ranah, yakni afeksi, pengetahuan, dan psikomotorik.

  1. Penilaian Afeksi

Penilaian ranah afeksi dilakukan melalui observasi, penilaian diri, dan jurnal. Instrumen yang digunakan untuk observasi dan penilaian diri adalah daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik. Sedangkan pada jurnal, berupa catatan pendidik selama proses pembelajaran terjadi.

  1. Penilaian Pengetahuan

Penilaian ranah pengetahuan dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik untuk aspek pengetahuan yang dimiliki. Penilaian ini dilakukan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan. Instrumen penilaian menggunakan pedoman penskoran dilengkapi dengan atau menggunakan rubrik.

  1. Pengetahuan Psikomotorik

Penilaian ranah psikomotorik dilakukan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.

PEMBOBOTAN PENILAIAN

Perhitungan nilai Nilai Akhir (NA) adalah rata-rata Nilai harian dan Ulangan Akhir Semester (UAS) dengan bobot 60% RNH dan 40% Nilai Ulangan Akhir Semester.

Nilai Akhir = (0,6 x RNH) + (0,4 x NUAS)

Sedangkan Rata-rata Nilai harian diperoleh dari hasil skor rata-rata nilai ulangan harian

ditambah rata-rata nilai tugas dengan bobot 3 kali rata-rata ulangan harian dan 1 kali rata-

rata nilai tugas dibagi 4.

Rata-rata Nilai Harian (RNH)   = (3.A)+ B

                                     4

 A: rata-rata nilai ulangan harian

 B: rata-rat nilai tugas

   KETENTUAN KENAIKAN DAN KELULUSAN

Mengacu pada Panduan Penyusunan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Surat Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor : 506/C/Kep/2004 dan Nomor: 12/C/KEP/TU/2008 tentang bentuk dan tata cara penyusunan laporan hasil belajar peserta didik satuan pendidikan dasar dan menengah dan PERMENDIKBUD NO 23 TAHUN 2016 tentang standar penilaian kurikulum 2013 yang menjelaskan tentang: 1) standar penilaian pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur dan instrumen penilaian hasil belajar; 2) penilaian pendidikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil peserta didik, serta ciri khas SMA Kolese Gonzaga, dengan ini kami sampaikan syarat-syarat kenaikan kelas X dan XI dan kelulusan kelas XII:

KENAIKAN KELAS

KELAS X

Siswa dinyatakan  naik ke kelas XI apabila:

  1. Maksimal hanya tiga mata pelajaran di luar mata pelajaran peminatan pada semester 1 dan 2 tidak mencapai ketuntasan belajar minimal
  2. Mata pelajaran peminatan pada semester 2 harus tuntas
  3. Memperoleh predikat “Baik” untuk Kompetensi Sikap Spiritual dan Sikap Sosial
  4. Memperoleh nilai minimal “Baik” pada penilaian akhir untuk kegiatan ekstrakurikuler.

 KELAS XI

Siswa dinyatakan  naik ke kelas XI apabila:

  1. Maksimal hanya tiga mata pelajaran di luar mata pelajaran peminatan pada semester 3 dan 4 tidak mencapai ketuntasan belajar minimal
  2. Mata pelajaran peminatan pada semester 4 harus tuntas
  3. Memperoleh predikat “Baik” untuk Kompetensi Sikap Spiritual dan Sikap Sosial
  4. Memperoleh nilai minimal “Baik” pada penilaian akhir untuk kegiatan ekstrakurikuler.

KELAS XII

KRITERIA KELULUSAN

  1. Telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran
  2. Memperoleh nilai minimal Baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan
  3. Mengikuti Ujian Nasional
  4. Lulus Ujian Sekolah dan Nilai Sekolah (NS) minimal 75
  5. Memiliki nilai semua mata pelajaran Ujian Sekolah
  6. Nilai Sekolah (NS) diperoleh dari gabungan antara nilai Ujian Sekolah (US) dan nilai

rata-rata rapor (NRR) semester 3, 4, dan 5 dengan pembobotan 30% untuk nilai Ujian Sekolah (US) dan 70% untuk nilai rata-rata rapor (NRR).

RUMUS PERHITUNGAN:

                                                               NS = (0,3 x US) + (0,7 x NRR)

 

  1. PROGRAM REMEDIAL  (re-teach dan re-evaluate)

Program remedial hanya berlaku untuk ulangan harian dan bukan untuk ulangan umum. Pelaksanaan remedial untuk ulangan harian diatur oleh guru mata pelajaran dan sekolah dengan harapan  peserta didik tidak dirugikan dari segi waktu untuk belajar mata pelajaran sebagaimana haknya.

  1. PELAPORAN HASIL BELAJAR (RAPOR)

Pelaporan hasil belajar (rapor) peserta didik dibuat sekolah dengan mengacu dan memperhatikan rambu-rambu yang disusun oleh direktorat Pembinaan SMA dan rambu-rambu tentang Raport menggunakan Dirjen Dikdasmen Nomor 12/C/KEP/TU/ 2008 tentang Bentuk dan Tata Cara Penyusunan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah dan PERMENDIKBUD NO 23 TAHUN 2016 tentang standar penilaian Kurikulum 2013  Revisi.

Setiap bentuk pelaporan hasil belajar (nilai ulangan harian, penugasan, dan termasuk di dalamnya adalah laporan hasil belajar/rapor) dapat diakses secara pribadi oleh setiap siswa/orang tua melalui e-SMS SMA Kolese Gonzaga di alamat

http://eSMS.kolesegonzaga.com/school/

  1. SILABUS PEMBELAJARAN

Silabus pambelajaran merupakan penjabaran dari standar kompetensi dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran. Silabus untuk setiap mata pelajaran dikembangkan oleh guru-guru mata pelajaran sejenis melalui forum MGMP sekolah yang berisi standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, evaluasi, alokasi waktu, dan sumber belajar. Silabus Pembelajaran dapat dipelajari/dimiliki oleh setiap siswa dengan melihat melalui e-SMS di alamat

http://eSMS.kolesegonzaga.com/school/atau web sekolah http://www.kolesegonzaga.com/ atau ketika pertemuan pertama kali dengan para pendidik per mata pelajaran. Demikian pula dengan jadwal atau agenda ulangan dapat diakses melalui alamat tersebut di atas.

  1. BEASISWA BELAJAR GONZAGA

SMA Kolese Gonzaga menyediakan program beasiswa dengan nama GONZAGA BELAJAR. Beasiswa ini disediakan bagi siswa SMA Kolese Gonzaga untuk meningkatkan prestasi belajar mereka. Beasiswa Gonzaga Belajar berlaku selama SATU SEMESTER ajaran dan dapat dilanjutkan setiap tahun ajaran berikutnya. Setiap siswa berhak memperoleh beasiswa bila memenuhi persyaratan yang ditentukan. Beasiswa Gonzaga Belajar terdiri dari Beasiswa Supra, Cemerlang, Unggul, Cerdas, dan Caritas.

  1. BEASISWA SUPRA
    • Beasiswa Supra disediakan bagi siswa yang memiliki prestasi istimewa dalam bidang akademik maupun non-akademik pada tingkat internasional.
    • Prestasi akademik di sekolah asal ditandai dengan rata-rata Nilai Sekolah maupun rata-rata Nilai Akhir mendapatkan predikat summa cum laude (90,00 – 100), atau
    • Prestasi pembelajaran dalam salah satu bidang studi yang dicapai lewat kompetisi-kompetisi khusus dalam olimpiade ilmiah pada tingkat internasional, misalnya: matematika, fisika, geografi, biologi dan bidang studi lainnya, atau
    • Prestasi non-akademik meliputi prestasi keahlian atau kegiatan dalam bidang pendidikan, seni budaya, olahraga, organisasi, atau prestasi lain yang diakui oleh masyarakat secara resmi pada tingkat internasional.
    • Setiap tahun ajaran SMA Kolese Gonzaga menyediakan Beasiswa Supra sebanyak maksimal 12 siswa.

 

  1. BEASISWA CEMERLANG
    • Beasiswa Cemerlang disediakan bagi siswa yang memiliki prestasi cemerlang dalam bidang akademik maupun non-akademik pada tingkat nasional.
    • Prestasi akademik di sekolah asal ditandai dengan rata-rata Nilai Sekolah maupun rata-rata Nilai Akhir mendapatkan predikat magna cum laude (88,00 – 89,99), atau
    • Prestasi pembelajaran dalam salah satu bidang studi yang dicapai lewat kompetisi-kompetisi khusus dalam olimpiade ilmiah pada tingkat nasional, misalnya: matematika, fisika, geografi, biologi dan bidang studi lainnya, atau
    • Prestasi non-akademik meliputi prestasi keahlian atau kegiatan dalam bidang pendidikan, seni budaya, olahraga, organisasi, atau prestasi lain yang diakui oleh masyarakat secara resmi pada tingkat nasional.
    • Setiap tahun ajaran SMA Kolese Gonzaga menyediakan Beasiswa Cemerlang sebanyak maksimal 21 siswa.
  2. BEASISWA UNGGUL
    • Beasiswa Unggul disediakan bagi siswa yang memiliki prestasi unggul dalam bidang akademik maupun non-akademik pada tingkat regional/provinsi.
    • Prestasi akademik di sekolah asal ditandai dengan rata-rata Nilai Sekolah maupun rata-rata Nilai Akhir mendapatkan predikat cum laude (85,00-87,99), atau
    • Prestasi pembelajaran dalam salah satu bidang studi yang dicapai lewat kompetisi-kompetisi khusus dalam olimpiade ilmiah pada tingkat regional/provinsi, misalnya: matematika, fisika, geografi, biologi dan bidang studi lainnya, atau
    • Prestasi non-akademik meliputi prestasi keahlian dan kegiatan dalam bidang pendidikan, seni budaya, olahraga, organisasi, atau prestasi lain yang diakui oleh masyarakat secara resmi pada tingkat regional/provinsi.
    • Setiap tahun ajaran SMA Kolese Gonzaga menyediakan Beasiswa Unggul sebanyak maksimal 21 siswa.
  3. BEASISWA CERDAS
    • Beasiswa Cerdas disediakan bagi siswa dimulai dari ranking tertinggi prestasi belajar dalam bidang akademik pada tingkat kelas (sebanyak 3 siswa untuk setiap kelasnya) dan belum mendapatkan Beasiswa Supra, Cemerlang, atau Unggul.
    • Prestasi akademik ditingkat kelas ditandai dengan hasil rapor, minimum satu semester terakhir, dan
    • Prestasi pembelajaran dalam semua bidang studi mencapai 100% Nilai Tuntas.
    • Setiap tahun ajaran SMA Kolese Gonzaga menyediakan Beasiswa Cerdas sebanyak 24
  4. BEASISWA CARITAS
    • Beasiswa Caritas disediakan bagi calon siswa yang lolos persyaratan tes masuk penerimaan siswa baru.
    • Prestasi akademik atau nilai rapor dua semester terakhir dari sekolah asal, mencapai 100% Nilai Tuntas.
    • Calon siswa yang mempunyai prestasi bagus dalam bidang non-akademik, misalnya bidang pendidikan, seni budaya, olahraga, organisasi, atau prestasi lain, diprioritaskan mendapat Beasiswa Caritas.
    • Calon siswa yang orang tuanya menyatakan tidak sanggup memenuhi persyaratan minimal biaya yang ditentukan oleh sekolah, bisa mengajukan permohonan Beasiswa Caritas.
    • Setiap tahun ajaran SMA Kolese Gonzaga menyediakan Beasiswa Caritas sebanyak maksimal 24

  MATA PELAJARAN TAHUN AKADEMIK 2017 – 2018

Kode Nama Mapel KKM   Kode Nama Mapel KKM
AGAMA

 

ILMU SOSIAL

 

101 Agama 1 75 501 Geografi 1 75
102 Agama 2 75 502 Geografi 2 75
103 Agama 3 75 503 Geografi 3 75
511 Ekonomi/Akuntansi 1 75
BAHASA

 

512 Ekonomi/Akuntansi 2 75
201 Bahasa dan Sastra Indonesia 1 75 513 Ekonomi/Akuntansi 3 75
202 Bahasa dan Sastra Indonesia 2 75 521 Sosiologi 1 75
203 Bahasa dan Sastra Indonesia 3 75 522 Sosiologi 2 75
211 Bahasa Inggris 1 75 523 Sosiologi 3 75
212 Bahasa Inggris 2 75
213 Bahasa Inggris 3 75 SENI DAN KETERAMPILAN

 

221 Bahasa Jepang 1 75
222 Bahasa Jepang 2 75 601 Seni 1 75
223 Bahasa Jepang 3 75 602 Seni 2 75
231 Bahasa Mandarin 1 75
232 Bahasa Mandarin 2 75 603 Gambar Perspektif 75
233 Bahasa Mandarin 3 75 611 TIK 1: ICT Support 1 75
612 TIK 2:  ICT Support 2 75
MATEMATIKA

 

613 TIK 3:  ICT Support 3 75
301 Matematika 1 75
302 Matematika 2 75
303 Matematika 3 75
ILMU ALAM

 

ILMU HUMANIORA

 

401 Fisika 1 75 701 PKn 1 75
402 Fisika 2 75 702 PKn 2 75
403 Fisika 3 75 703 PKn 3 75
411 Kimia 1 75 711 Sejarah 1 75
412 Kimia 2 75 712 Sejarah 2 75
413 Kimia 3 75 713 Sejarah 3 75
421 Biologi 1 75 721 Penjasorkes 1 75
422 Biologi 2 75 722 Penjasorkes 2 75
423 Biologi 3 75 723 Penjasorkes 3 75

   KURIKULUM INTI: INTI PENGAJARAN DAN CORE VALUES

TAHUN AKADEMIK 2017 – 2018

 

  1. KELAS X

AGAMA

101 Agama

Pengampu: Pater Antonius Vico Christiawan, SJ dan P. Albertus Yogo Prasetianto Pr, S. Theo

Pembelajaran agama pada semester satu meliputi tiga tema pokok.Tema pertama adalah peserta didik diajak untuk mengenal diri mereka sendiri melalui refleksi kemudian melihat keunikannya sebagai citra Allah sehingga mereka dipanggil untuk menghayati hidup berimannya.Tema pertama ini berjudul Refleksi, Pengenalan Diri dan Hidup Beriman.Tema kedua adalah Hati Nurani dan Suara Hati. Tema ketiga adalah bersikap kritis terhadap media massa, gaya hidup dan ideologi. Tema ini secara umum memperlihatkan pengertian media massa dan dampaknya, gaya hidup yang berkembang saat ini serta ideologi yang berkembang. Pembelajaran agama pada semester kedua meliputi tiga tema pokok, yaitu sejarah singkat perkembangan Gereja, Pengantar Kitab Suci, dan Mengenal Yesus. Dalam tema pertama, peserta didik akan dikenalkan dengan sejarah perjalanan Gereja mulai dari kelahiran Gereja dalam peristiwa Pentakosta di Yerusalem, perkembangannya di Kekaisaran Romawi baik di Timur dan Barat, dan perpecahan Gereja yang terjadi pada masa Reformasi. Tema kedua adalah Pengantar Kitab Suci. Dalam tema ini, peserta didik akan diajak untuk memahami arti dari Kitab Suci, siapa yang mengarang Kitab Suci, bahan apa saja yang digunakan untuk membuat sebuah Kitab Suci, proses terjadinya Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dan mengenali Bahasa awal penulisan Kitab Suci. Melalui proses pengenalan ini, peserta didik akan semakin mengenali Kitab Suci sebagai Sabda Allah dan merupakan refleksi iman umat akan karya keselamatan Allah. Tema ketiga adalah Mengenal Yesus Kristus. Dalam tema ini, peserta didik akan diajak untuk memaknai keunikan dirinya sebagai makhluk yang mempunyai martabat yang luhur, akal budi, kehendak bebas, dan hati nurani dalam terang pribadi Yesus Kristus. Melalui pribadi Yesus Kristus, peserta didik akan diajak untuk mengenali Yesus Kristus sebagai Kebenaran Sejati,  mengenali kepribadian-Nya, dan kisah sengsara-Nya serta maknanya bagi manusia.

Tujuan tema – tema dalam pembelajaran kedua semester awal ini adalah peserta dapat terampil (competence) dalam merefleksikan hidupnya dan menerima segala keunikannya, peserta didik dapat mengetahui pengertian hati nurani (conscience) sehingga bisa menggunakannya dan mengasahnya untuk semakin peka terhadap Kehendak Tuhan dalam hidupnya sehari-hari (compassion) sehingga mereka semakin jernih dalam menilai suatu perbuatan baik maupun buruk, membekali peserta didik secara mendasar agar tidak jatuh ke dalam fanatisme sempit yang mulai marak terjadi di masyarakat zaman sekarang, peserta didik dapat mengenali sejarah perkembangan Gereja dari masa ke masa secara singkat, semakin menghormati Kitab Suci sebagai buku yang suci, memahami dan  merefleksikan sejarah keselamatan Allah bagi hidupnya, peserta didik dapat makin meneladani hidup Yesus Kristus dan apa yang Ia perjuangkan bagi manusia. Nilai – nilai inti (core values) yang diharapkan dicapai oleh para peserta didik antara lain sikap bersyukur sebagai Citra Allah, sikap jujur dalam dirinya, berani bersikap terbuka dan kritis terhadap media massa, gaya hidup dan ideologi, sikap bersyukur atas pengalaman iman sebagai anggota Gereja yang satu, kudus, apostolik, dan katolik, sikap hormat dan devotif terhadap Kitab Suci serta sikap penuh kasih, mau berkorban bagi sesama, dan berani memperjuangkan kebenaran.

BAHASA

201 Bahasa dan Sastra Indonesia

Pengampu: Dra. Irma Yanthi dan Agustina Anie Puspitasari, S.Pd

Pembelajaran bahasa Indonesia kelas X akan diampu oleh dua guru, yaitu Bapak Heri dan Ibu Anie. Pada semester satu materi yang diajarkan oleh Bapak Heri antara lain Cerita Pengalaman (penggunaan diksi /pilihan kata serta penggunaan intonasi, jeda, dan ekspresi), Paragraf Deskriptif (contoh, ciri, kerangka, pola pengembangan dan penggunaan frasa ajektif), Siaran Berita/Non Berita (Pokok-pokok isi berita dan penangapan isi berita), Teks Nonsastra (ide pokok, fakta dan opini), Paragraf Ekspositif (contoh, pola pengembangan, penggunaan kata berimbuhan dan penggunaan kata penghubung), Paragraf Naratif (contoh, kerangka, pola pengembangan dan penggunaan kata ulang), Memperkenalkan Diri Dan Orang Lain Di Dalam Forum Resmi (diksi, sapaan dan struktur kalimat), Membaca cepat (tehnik, rumus dan fungsinya), Teks informasi aktual (penentuan masalah dan daftar kata sulit), Imbuhan/Afiksasi, Kosa kata serta Paragraf Argumentasi. Ibu Anie akan mengajarkan Public Speaking, Memperkenalkan Diri Dari Orang Lain Di Dalam Forum Resmi dengan intonasi yang tepat, Sastra Indonesia Dan Kesusastraan Indonesia, Skema Pembagian Karya Sastra Prosa, Bentuk- Bentuk Sastra Prosa Lama, Bentuk- Bentuk Sastra Prosa Baru, Periodisasi Sastra (Pujangga Lama, Balai Pustaka, Pujangga Baru), Periodisasi Sastra Angkatan ’45, Angkatan ’66, Angkatan ’90 Dan Angkatan Milenium), Ringkasan Singkat Angkatan Sastra, Periodisasi Sastra Dan Angkatan Sastra, Skema Pembagian Karya Sastra Puisi, Puisi Lama, Puisi Baru Dan Puisi Modern. Pada ksemester kedua, Bapak Heri akan mengajarkan Kritik (terhadap informasi dari media), Kata Kunci (untuk menyampaikan kritik atau dukungan terhadap  suatu pendapat atau gagasan), membaca memindai (untuk merangkum seluruh isi informasi), Membaca Buku (pokok isi informasi, rangkuman  isi buku dan klausa), paragraf  persuasif (ciri, topik dan kerangka), Tabel/Grafik, Rekaman Informasi (pokok – pokok isi dan simpulannya), Informasi dari Wawancara (topik, daftar pertanyaan, pokok isi dan penggunaan ejaan dantanda baca), Teks Pidato (topik, kalimat pembuka, isi dan penutup, kerangka dan penggunaan bahasa), Menulis Gagasan (dalam bentuk paragraf argumentatif) dan Surat (surat pribadi dan surat resmi/formal, bentuk dan unsurnya). Ibu Anie akan mengajarkan Puisi (citraan puisi dan parafrase puisi, puisi- puisi karya WS. Rendra, membuat puisi dan analisis puisi), Unsur Karya Sastra (intrinsik dan ekstrinsik)dan Cerpen (membaca, analisis cerpen dan membuat cerpen serta ragam alur).

Selain untuk keperluan berkomunikasi, kegiatan mempelajari bahasa Indonesia akan membangkitkan pengertian dan rasa cinta pada negara, rasa peduli pada lingkungan, serta mengembangkan kegiatan berfikir ilmiah.Penggunaan bahasa yang baik dan benar akan dapat tercermin dalam membangun nilai pribadi yang jujur dan bertanggung jawab. Nilai yang akan ditanamkan dan diharapkan muncul dalam diri peserta didik adalah menghargai dan bangga manggunakan bahasa Indonesia, memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif, menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual (competence), kematangan emosional (conscience) dan sosial (compassion), menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan dan memperluas budi pekerti, menghargai dan membanggakan Sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia serta mengevaluasi secara personal, menggunakan bahasa Indonesia secara baik dengan melakukan  evaluasi dan refleksi usai kegiatan.

211 Bahasa Inggris

Pengampu: Susana Sunarsasi, S.Pd

Kemampuan berkomunikasi direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan inilah yang digunakan untuk menanggapi atau menciptakan wacana dalam kehidupan bermasyarakat.Tingkat literasi mencakup performative, functional, informational, dan epistemic. Pada tingkat informational, orang mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa, sedangkan pada tingkat epistemic orang mampu mengungkapkan pengetahuan ke dalam bahasa sasaran (Wells,1987).Untuk siswa SMA/MA diharapkan dapat mencapai tingkat informational karena mereka disiapkan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Inggris di SMA/MA meliputi kemampuan memahami dan/atau menghasilkan teks lisan dan/atau tulis yang direalisasikan dalam empat keterampilan berbahasa, yakni mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis secara terpaduuntuk mencapai tingkat literasi informational; kemampuan memahami dan menciptakan berbagai teks fungsional pendek dan monolog serta esei berbentuk procedure, descriptive, recount, narrative, report, news item, spoof, public speaking;kompetensi pendukung, yakni kompetensi linguistik (menggunakan tata bahasa dan kosa kata, tata bunyi, tata tulis), kompetensi sosiokultural (menggunakan ungkapan dan tindak bahasa secara berterima dalam berbagai konteks komunikasi), kompetensi strategi (mengatasi masalah yang timbul dalam proses komunikasi dengan berbagai cara agar komunikasi tetap berlangsung), dan kompetensi pembentuk wacana (menggunakan piranti pembentuk wacana).

Tujuan Pembelajarandari Bahasa Inggris kelas X adalah mengembangkan competence dalam berkomunikasi secara lisan dan tulis yang bisa diterima secara baik dan benar, memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global baik sekarang maupun di masa yang akan datang, mengembangkan pemahaman peserta didik tentang keterkaitan antara bahasadengan budaya serta menggunakan nilai – nilai hidup yang didapat selama pembelajaran baik dalam pembelajaran lainnya ataupun dalam hidup sebagai mahluk sosial (compassion).Dalam pembelajaran Bahasa Inggris kelas X dibutuhkan nilai kerja sama dan persaudaraan karena proses KBM mengadakan presentasi, hasil karya dan proyek kecil yang dikerjakan secara berkelompok. Nilai-nilai yang lain seperti kejujuran dan kedisiplinanakan berkembang sejalan dengan nilai kerja sama. Nilai keterbukaan dan inovatif dengan alami akan muncul karena penilaian atas keaslian hasil karya sangat diutamakan.

 221 Bahasa Jepang

Pengampu: Silviana Sari Raharjo, S.Pd.

  1. Inti Pengajaran. Berkomunikasi dengan Bahasa Jepang

Faktor yang menjadi dasar aktivitas pembelajaran Bahasa Jepang semester ini adalah :   Siswa mengetahui dan memahami serta dapat mengidentifikasikan huruf dasar yang digunakan dalam Bahasa Jepang (hiragana dan katakana), siswa dapat memahami pola tata Bahasa dasar serta mampu mengimplementasikannya pada saat membaca, menulis dan mendengar serta dalam pengucapan yang tepat dalam penggunaan komunikasi Bahasa Jepang dasar, termasuk bentuk bunyi, ujaran(kata, frasa, atau kalimat) dalam suatu konteks dengan mencocokkan dan membedakan secara tepat. Memperoleh informasi umum dan rinci dari berbagai bentuk wacana lisan sederhana secara tepat. Menyampaikan informasi secara lisan dengan lafal yang tepat dalam kalimat sederhana sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan berbahasa yang santun dan tepat. Melakukan dialog sederhana dengan lancar dan benar yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat. Metode yang diaplikasikan dalam pembelajaran ini adalah perpaduan antara pembelajaran Kontekstual dan reciprocal learning. Metode pembelajaran Kontekstual yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa sehingga akan terasa manfaat dari materi yang disajikan, motivasi belajar dapat muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret dan suasana belajar menjadi menyenangkan. Dipadu dengan pembelajaran reciprocal learning yaitu siswa harus memperhatikan empat hal yaitu bagaimana siswa belajar, mengingat, berpikir dan memotivasi diri untuk mewujudkan belajar efektif.

  1. Core Values. Competence.

Menarik minat siswa untuk belajar Bahasa asing selain Bahasa Indonesia sebagai Bahasa ibu, dengan beberapa metode pembelajaran tersebut diatas diharapkan siswa merasa tertarik dan memiliki motivasi untuk mempelajari Bahasa Jepang serta dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di luar sekolah.

 231 BAHASA MANDARIN

Pengampu: Devi Kumalasari

  1. Inti Pengajaran. Berkomunikasi dengan Bahasa Mandarin.

Pembelajaran bahasa mandarin semester ini terdiri dari Bahasa Mandarin Wajib. Bahasa Mandarin adalah materi yang harus dipelajari oleh semua siswa kelas XI IPS semester 1 dan 2. Tiga hal yang menjadi dasar aktivitas belajar siswa adalah :  learning to know, learning to do dan learning to live.  Pendekatan yang dipakai dalam pembelajaran ini adalah pendekatan saintifik dengan 5 kemampuan dasar, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan.  Problem based learning,  project based learning dan discovery learning adalah model pembelajaran yang akan mengimplementasikan pendekatan tersebut.  Metode yang diaplikasikan dalam pembelajaran kali ini adalah metode – metode yang mengedepankan student centered.  Siswa membangun suatu konsep matematika (konstruktivisme) materi dari sumber belajar, media, alat peraga, simulasi, eksperimen dan demonstrasi yang disajikan secara interaktif oleh guru.  Secara garis besar, pembelajaran kali ini akan menggali pengetahuan awal siswa (prior knowledge) yang digabungkan dengan penalaran siswa untuk pembuatan kaliamat dalam bahasa mandarin sesuai dengan konteks dengan tema : Siapakah Dia, Kamar tidurku, Hari Ini Kamu Belajar Apa,  Saya Sakit Influenza, Bagaimana Cara Kesana, Menelpon, Dia Sibuk Tidak, lalu mengembangkan suatu keterampilan yang diperlukan  untuk mengaplikasikan bahasa mandarin dalam pengalaman hidup sehari – hari.

  1. Core Values. Competence.

Kejujuran adalah ekspresi dari kecerdasan interpersonal, tanggung jawab dan kepedulian, yang  menjadi nilai utama untuk dipalikasikan oleh siswa dan staf  dalam proses pembelajaran bahasa mandarin ini. Berbagai nilai lain seperti sikap optimis, egaliter, ketelitian, pengambilan keputusan yang tepat, kerja sama, ketaatan dan lain sebagainya akan menjadi hal yang diharapkan muncul dalam diri saat siswa melakukan refleksi dan evaluasi usai kegiatan inti dilaksanakan.

MATEMATIKA

301 Matematika

Pengampu: Drs. Y. Trisusila, Dra. Sri Superti, Helena Panca Ruwati, S.Pd, A. Widi Prihartono, S.Pd

Materi matematika yang akan diajarkan pada semester satu antara lain Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat serta Trigonometri (pengertian dasar, sudut istimewa, 4 kuadran, persamaan trigonometri dan aturan sinus dan aturan cosinus serta aturan luas segitiga). Materi ini akan diajarkan oleh Bapak Widiprihartono. Selain itu, terdapat materi matematika lain yaitu Eksponen atau Pangkat (pangkat positif, pangkat bulat negatif, pangkat nol dan pangkat pecahan  serta aturan dan sifat-sifat dari eksponen),   Bentuk Akar (bilangan rasional dan irasional, syarat suatu bilangan di bawah tanda akar, operasi aljabar bentuk akar dan merasionalkan  bentuk akar) serta Logaritma (aturan dan  sifat-sifatnya) yang merupakan invers (kebalikan) dari eksponen. Materi ini diajarkan oleh Ibu Sri Superti. Materi matematika yang akan diajarkan pada semester kedua adalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel, Logika Matematika, Pertidaksamaan dan Dimensi Tiga. Secara garis besar, pembelajaran kali ini akan me-review pengetahuan di semester 1 atau di SMP yang lalu mengembangkan suatu keterampilan lewat latihan soal untuk mengaplikasikan matematika dalam pengalaman hidup sehari – hari, misalnya sikap peduli lingkungan melalui kegiatan kemanusiaan dan bisnis dalam rangka optimalisasi sumber daya alam yang berhubungan dengan konsep dan penerapan sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV) dan sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV), pengambilan kesimpulan dengan menggunakan prinsip-prinsip logika matematika sederhana dengan percaya diri. Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel, Sistem Persamaan Linear Tiga Variable dan Logika Matematika akan diajarkan oleh Ibu Sri Superti, sedangkan materi Pertidaksamaan dan Dimensi Tiga diajarkan oleh Bapak Widiprihartono.

Salah satu kunci sukses dalam belajar matematika adalah sering mengerjakan soal/ banyak latihan. Oleh karena itu siswa  perlu dimotivasi agar belajar menemukan, percaya diri dan tanggung jawab dalam menyelesaikanberbagai tugas permasalahan; melatih diriuntuk disiplin, konsisten dan jujur, sebagai dampak mempelajari konsep dan aturan di kelas maupun di luar kelas; dan memiliki motivasi internal dan mengembangkan bakat-bakat alamiah dalam mengejar keunggulan (excellence) demi semakin bertambahnya kemuliaan Tuhan (magis). Ketelitian dan kecermatan (competence) dari pengalaman menjadi nilai utama untuk diaplikasikan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran matematika ini. Berbagai nilai lain seperti jujur, optimis, egaliter, kerja sama, pengambilan keputusan yang tepat, disiplin, percaya diri dan ketekunan menjadi hal yang diharapkan muncul dalam diri saat siswa melakukan refleksi dan evaluasi usai kegiatan inti dilaksanakan. Refleksi ketika belajar di kelas dilakukan untuk membentuk hati nurani (conscience) yang semakin peka terhadap bimbingan roh sehingga para siswa menjadi lebih terbuka kepada kehendak Tuhan.

 ILMU ALAM

401 Fisika

Pengampu: Fransiska Felbi Helvina Gea, S.Pd.

Fisika yang merupakan Natural Science dan sudah mulai dikenalkan sejak siswa mengenal dan berinteraksi dengan alam sekitar membuat pengajaran fisika di sekolah pada umumnya dan di SMA pada khususnya akan semakin mengakrapkan fisika dengan para siswa dalam azas formalitas kurikuler; sehingga belajar fisika di SMA lebih memfokuskan pada bagaimana konsep yang sudah ditemukan diimplementasikan dalam memecahkan persoalan fisika dan manfaatnya dalam kehidupan keseharian namun demikian tetap mengajak siswa dengan teori yang ada untuk mencari penemuan baru. Pembelajaran Fisika kelas X akan dibimbing oleh dua guru, yaitu Ibu Fransisca dan Pak Bambang Utomo. Materi pembelajaran fisika kelas X semester 1 ini yang diajar Ibu Fransisca adalah Besaran dan Satuan (besaran pokok dan turunan, sistem satuan, konversi satuan), Dimensi dan Angka Penting (arti, menuliskan dimensi, kegunaan, syarat angka penting dan operasinya), Pengukuran, Gerak Lurus (jarak, perpindahan, kelajuan , kecepatan, perlajuan, percepatan, GLB dan GLBB), Gerak Vertikal (gerak ke atas dan gerak jatuh bebas), Gerak Melingkar (pengertian dan hubungan roda – roda). Bapak Bambang pada semester satu akan membelajarkan Suhu dan Kalor (suhu dan konversinya, kalor dan perubahan suhu, kalor dan perubahan wujud, azas Black), Listrik (konsep arus dan hukum Ampere, hukum Ohm, hambatan pengganti, tegangan jepit dan ggl, Hukum Kirchoff I dan II), Daya dan Energi Listrik. Pada semester kedua Ibu Fransisca akan membelajarkan Vektor (Penjumlahan  2 vektor dan Penjumlahan  lebih 2  vektor), Hukum Newton dan Aplikasi Hukum Newton (Hukum Newton I, II dan III, gerak melingkar). Pak Bambang akan mengampu Gelombang Elektromagnet (Azas Maxwell, spektrum dan manfaat gelombang elektromagnet), Cermin (hukum Snelius pada cermin datar, cermin cekung dan cermin cembung) dan Lensa (hukum pembiasan, lensa bikonveks, lensa bikonkaf, lensa plakonveks, lensa plankonkaf, lensa cembung dan lensa cekung) serta Mata dan Alat Optik (lup, kamera, mikroskop dan teropong).

Nilai utama sebagai output setelah belajar fisika adalah siswa dapat berfikir kritis, yaitu terlebih kritis terhadap pernyataan ilmiah yang tidak begitu saja mudah percaya tanpa ada dukungan hasil observasi empiris (competence). Berfikir kritis adalah ekspresi dari kecerdasan interpersonal, tanggung jawab dan kepedulian, yang  menjadi nilai utama untuk diaplikasikan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran fisika. Berbagai nilai lain seperti kejujuran, objektif, terbuka dalam menerima pendapat berdasarkan bukti bukti tertentu, ulet dan tidak cepat putus asa, ketelitian, pengambilan keputusan yang tepat, kerja sama (compassion dengan teman, guru maupun orang tua), ketaatandan bersikap toleran (conscience) akan menjadi hal yang diharapkan muncul dalam diri siswa saat melakukan refleksi dan evaluasi usai kegiatan inti dilaksanakan.      

411 Kimia

Pengampu: Odilia Galuh Ismoyo Bodro, S.Pd

Pada pendahuluan pembelajaran kimia siswa akan belajar memahami istilah-istilah umum dalam mapel kimia, seperti atom, molekul, molekul unsur, molekul senyawa, ion, kation, anion, logam, non logam, metalloid, koefisien, indeks, dan muatan. Semua istilah ini perlu dipahami siswa sejak awal karena akan terus dipakai dalam pembelajaran bab selanjutnya hingga kelas XII (bagi siswa yang masuk jurusan IPA). Pada semester I ini siswa kelas X akan mempelajari Tata Nama Senyawa Kimia, Struktur Atom, Sistem Periodik Unsur, dan Ikatan Kimia. Materi Tata Nama Senyawa Kimia tergolong materi yang memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibanding ketiga materi yang ada karena siswa perlu menghafal nama-nama atom yang menjadi salah satu kunci dasar materi kimia. Materi kimia yang akan dipelajari pada semester 2 ini meliputi, Stoikiometri, Biloks-Redoks, dan Hidrokarbon. Materi stoikiometri memiliki tingkat kesulitan yang lebih dibanding dua materi yang ada. Stoikiometri merupakan materi hitungan dasar kimia yang akan terus dipakai hingga kelas XII. Setiap sub bab pada stoikiometri selalu berhubungan satu sama lain maka setiap sub bab yang dipelajari siswa harus lebih tekun dan disiplin agar mencapai penguasaan materi yang ditargetkan, sehingga siswa akan lebih mudah mempelajari sub bab selanjutnya. Materi Biloks-Redoks dan Hidrokarbon tergolong materi yang mudah dipelajari, biasanya menjadi bab yang disenangi siswa. Stoikiometri sub bab penyetaraan reaksi kimia akan mudah dipelajari apabila siswa menguasai tata nama senyawa kimia. Materi Biloks-Redoks akan mudah dipelajari apabila siswa menguasai materi pendahuluan Chemistry Language dan sistem periodik unsur, yaitu menguasai letak atom dalam golongan, mengetahui muatan atom, dan lancar membuat reaksi ionisasi. Proses pembelajaran berupa pemberian catatan sebagai ringkasan materi sebuah bab oleh guru, penjelasan isi catatan dan pemberian contoh soal oleh guru, siswa latihan soal secara individu atau dalam kelompok, pembahasan tugas, dan evaluasi (ulangan harian). Dinamika pembelajaran akan selalu seperti itu pada setiap materi kimia yang disampaikan.

Setiap bab yang dipelajari akan menjadi dasar bab yang akan dipelajari selanjutnya atau dapat dikatakan materi kimia selalu berkelanjutan; selalu berhubungan satu sama lain. Setiap bab yang selesai dipelajari harus menjadi hal yang biasa pada bab selanjutnya maka sungguh dibutuhkan ketekunan dan kedisiplinan (competence) siswa setiap mengikuti kegiatan pembelajaran kimia. Setiap proses pembelajaran kimia yang diikuti nilai keutamaan yang didapat antara lain kejujuran, magis dan kepedulian (compassion) terhadap sesama. Apabila siswa mengikuti setiap tahap pembelajaran maka siswa akan lebih mudah mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau bahkan lebih. Latihan soal secara rutin menjadi kunci utama keberhasilan penguasaan materi kimia. Demikianlah nilai keutamaan kedisiplinan dan ketekunan terbangun, sedangkan sikap peduli terhadap sesama muncul pada saat proses latihan soal. Siswa yang lebih cepat menguasai materi diharapkan membantu teman lain yang kesulitan.         

421 Biologi

Pengampu: Gabriela Kristalinawati, S.Pd, M.Si

Pembelajaran Biologi di SMA Kolese Gonzaga untuk kelas X lebih menekankan pada pentingnya eksplorasi keanekaragaman hayati terutama di Indonesia dan pemahaman mengenai interaksi organisme dengan lingkungannya untuk semakin meningkatkan kepedulian lingkungan.Untuk semester 1(gasal) pada mata pelajaran Biologi,  peserta didik akan mempelajari Biologi sebagai Ilmu dan Penelitian Ilmiah, Prinsip-prinsip Klasifikasi dan Keanekaragaman Hayati, Kingdom Virus, Kingdom Monera dan Kingdom Protista. Untuk semester 2 (genap), peserta didik akan mempelajari Kingdom Fungi, Kingdom Plantae, Kingdom Animalia serta Ekologi dan Pencemaran Lingkungan.

Metode ilmiah dan penulisannya wajib dipahami oleh semua peserta didik, agar terbiasa berpikir ilmiah, memiliki motivasi tinggi untuk meneliti, dan dapat membuat tulisan ilmiah secara sistematis. Pembelajaran akan disampaikan dengan beberapa metode seperti diskusi informasi, presentasi, kerja kelompok, observasi, dan metode lainnya. Seiring dengan Core Value SMA Kolese Gonzaga yaitu Competence, Conscience, dan Compassion (3C), maka dalam pembelajaran Biologi juga ditekankan penanaman nilai yang sama. Kejujuran dalam menyampaikan hasil pengamatan, mencantumkan sumber yang jelas ketika membuat kutipan, maupun kejujuran dalam mengerjakan tugas serta evaluasi, sangat ditekankan. Semangat magis harus dimiliki oleh setiap peserta didik yang dalam pelajaran Biologi akan terlihat dari usaha belajar yang terekspresikan dalam tindakan, pertanyaan kritis, hasil pekerjaan, dan keberanian untuk menyampaikan pendapat. Kepedulian harus nampak dalam diri peserta didik dalam kerja kelompok dan semangat memberikan bimbingan kepada yang membutuhkan (misalnya dalam tutorial teman sebaya).

 ILMU SOSIAL

501 Geografi

Pengampu: Citra Suryadi, S.Pd, M.Si

Pada semester pertama, pembelajaran Geografi yang akan dipelajari adalah  materi Pengantar Geografi (konsep geografi, Perkembangan ilmu geografi, Ruang Lingkup Geografi, Objek Studi Geografi, Metode/pendekatan Geografi, Prinsip-Prinsip Geografi dan Aspek Geografi), Jagat Raya(Pengertian Jagat Raya, Pandangan Manusia tentangJagat Raya, Satuan Jarak di Jagat Raya, Anggota Jagat Raya), Tata Surya (Proses Terjadinya, Matahari dan planet-planet), Pembentukan Muka Bumi dan Perkembangannya (Sejarah Pembentukan Muka Bumi, Karakteristik Lapisan Bumi dan Teori Tektonik Lempeng), Perubahan Litosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan (Struktur dan Pemanfaatan Litosfer,Berbagai Bentuk Muka Bumi, Tenaga Endogen, Tenaga Eksogen serta Degradasi Lahan dan Dampaknya). Pada semester kedua, materi yang akan berpusat pada materi Pedosfer/Tanah (Proses Pembentukan, Jenis dan ciri-ciri tana, Erosi Tanah dan Mencegah Kerusakan Tanah), Atmosfer (ciri-ciri lapisan atmosfer,cuaca dan iklim, klasifikasi iklim, persebaran curah hujan, jenis vegetasi berdasarkan iklim dan Pemanasan Global) serta Hidrosfer (Siklus Hidrologi, perairan darat dan perairan laut).

Model pembelajaran akan diimplementasikan dengan konteks keruangan, ekologi, dan kompleks kewilayahan.Metode yang diaplikasikan dalam pembelajaran kali ini adalah metode – metode yang mengedepankan student centered dengan bantuan media e-learning (Edmodo dan Quipper). Siswa membangun konsep (competence) geografi dari beberapa sumber belajar dan media serta simulasi latihan soal yang disajikan secara interaktif oleh guru lewat Edmodo atau Quipper. Pembelajaran dengan e-learning ini akan membangun konsep/teori geografi,  lalu mengembangkan suatu pemahaman yang diperlukan untuk mengaplikasikan konsep geografi dalam menjawab latihan soal via e-learning. Kejujuran, tanggung jawab dan kepedulian perlu diaplikasikan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran geografi via e-learning ini. Berbagai nilai lain seperti  sikap optimis, ketelitian dan ketekunan menjadi hal yang diperlukan saat kegiatan pembelajaran ini dilaksanakan. Hasil pembelajaran ini banyak menyentuh keprihatinan terkait kondisi lingkungan yang rusak dan kurang pedulinya manusia akan lingkungannya. Pada pembelajaran ini, para siswa akan diminta memahami keprihatinan ini serta menggunakan hati nuraninya (conscience) untuk pengambilan keputusan yang tepat terkait lingkungan hidupnya. Hal ini diperlukan dalam membangun interaksi yang baik (compassion) antara para siswa dengan lingkungannya untuk semakin meningkatkan kepedulian lingkungan.  

511 Ekonomi

Pengampu: Am. Soeharto, SE.

Pada semester pertama ini, pembelajaran Ekonomi lebih menekankan pada materi Kebutuhan Manusia Dan Kelangkaan Ekonomi, Kebutuhan, Kelangkaan Dan Masalah Ekonomi, Pelaku Ekonomi, Permintaan Penawaran. Pada semester kedua, materi pembelajaran Ekonomi yang akan dipelajari adalah Kebijakan Ekonomi Pemerintah, Ekonomi Mikro dan Makro, Pendapatan Nasional dan Inflasi.

Nilai – nilai yang akan ditanamkan bersamaan dengan pembelajaran Ekonomi adalah tanggung jawab  pribadi dan sosial para siswa, pengambilan keputusan yang tepat, prisip egaliter, kejujuran dan kepedulian. Tanggung jawab  pribadi dan sosial menjadi nilai utama competenceuntuk diaplikasikan oleh siswa dalam proses pembelajaran ekonomi ini. Dengan tanggung jawab secara pribadi dan sosial, pengambilan keputusan yang tepat dan prinsip egaliter akan dihasilkan hati nurani (conscience) siswa agar selalu kritis terhadap kehidupan sosial ekonomi di lingkungan sekolah maupun masyarakatnya. Nilai – nilai tersebut akan sangat berguna bagi para siswa untuk memahami dan melaksanakan dengan baik aktivitas perekonomian yang mengedepankan kejujuran (honesty) serta kepedulian (commpassion) terhadap masyarakat sekitar danlingkungan hidupnya, meskipun menghadapi tantangan yaang berlawanan.       

521 Sosiologi

Pengampu: Drs. Agus Dewa Irianto

Pembelajaran Sosiologi paada kelas X lebih menekankan pada Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan dan Manusia yang Hidup dalam sebuah Masyarakat serta Ciri seorang Manusia adalah Melakukan Sosialisasi. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan murni, bukan ilmu pengetahuan terapan. Artinya, data-teori-masalah yang ditemui siswa di dalam proses belajar-mengajar di kelas tidak pertama-tama dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah nyata yang terjadi di masyarakat, tetapi untuk memahami kenyataan sosial yang terjadi di masyarakat. Kenyataan sosial yang dimaksud dalam Manusia yang Hidup dalam sebuah Masyarakat adalah bahwa seorang manusia tidak secara alamiah dan otomatis bisa menjadi manusia, seperti manusia-manusia yang lain di dalam masyarakat di mana ia menjadi anggotanya. Ia harus belajar menjadi anggota suatu masyarakat dengan mengetahui dan menjalankan nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat itu. Proses ini wajib dijalani sepanjang hidupnya, sebab jika tidak seseorang tidak akan bisa diterima atau bertahan dalam masyarakat itu.Kenyataan sosial yang dimaksud dalam Ciri seorang Manusia adalah Melakukan Sosialisasi adalah bahwa seorang manusia tidak secara alamiah dan otomatis bisa menjadi manusia, seperti manusia-manusia yang lain di dalam masyarakat di mana ia menjadi anggotanya. Ia harus belajar menjadi anggota suatu masyarakat dengan mengetahui dan menjalankan nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat itu. Proses ini wajib dijalani sepanjang hidupnya, jika tidak, seseorang tidak akan bisa diterima atau bertahan dalam masyarakat itu.

Nilai – nilai (core values) yang akan ditanamkan bersamaan dengan pembelajaran Sosiologi adalah siswa menyadari bahwa ia tidak bisa hidup sendiri. Semua manusia harus tergantung kepada manusia lain untuk mencukupi kebutuhannya sendiri maupun untuk bertahan hidup. Siswa mengalami hidup bersama secara intens dengan orang lain yang memiliki latar belakang sosial-budaya yang berbeda dan mampu mengolah berbagai masalah sosial yang muncul di dalamnya. Siswa menyadari hidup di dalam masyarakat berarti harus mengikuti nilai dan norma yang berlaku. Siswa tidak bisa berpikir, bertindak, berkata sekehendak hatinya sendiri (perlu memiliki conscience).Siswa menyadari bahwa setiap masyarakat memiliki nilai dan normanya masing-masing. Nilai dan norma tersebut tidak bisa dibanding-bandingkan. Dengan demikian, siswa tidak bisa memaksakan kebenarannya sebagai kebenaran mutlak. Siswa belajar untuk menghormati nilai dan norma masyarakat lain. Siswa diajak untuk belajar lebih dewasa.Ciri orang dewasa adalah menghormati orang lain, menerima orang lain, terbuka terhadap hal-hal baru. Siswa menyadari bahwa menjadi manusia berarti menjadi anggota suatu masyarakat, sehingga siswa dipaksa untuk memahami orang lain dan tidak hanya memikirkan kebenaran dan kebutuhannya sendiri. Siswa dibiasakan untuk terus menerus berubah, karena proses sosialisasi berlangsung seumur hidup. Selama seorang individu masih bernyawa, secara sosiologis ia harus terus menerus melakukan perubahan (sosialisasi). Siswa dilatih untuk keluar dari zona nyaman, karena perubahan waktu dan tempat, akan mengubah relasi sosial yang dialaminya dengan masyarakat lain. Siswa diajar bersikap proaktif dengan berbagai situasi sosial (compassion) yang tidak ditemuinya di waktu dan tempat sebelumnya.

SENI DAN KETERAMPILAN

601 Seni Budaya

Pengampu: Para Tutor dengan Koordinator Dra. Theresia Wara Kusharini

Pembelajaran Seni Budaya pada kelas X akan dilakukan sesuai dengan minat dan bakat seni yang sudah ada maupun ingin dikembangkan oleh para siswa selama setahun ke depan. Adapun berbagai macam jenis pelajaran seni yang ditawarkan antara lain paduan suara, teater, seni rupa, flute, piano, gitar, cello, violin, perkusi, dan angklung. Setiap siswa diminta memilih salah satu seni yang ingin dipelajari dan dikembangkan sesuai minatnya. Setiap jenis seni akan dibimbing oleh tutor – tutor yang berbeda dan berpengalaman dalam setiap bidang seni tersebut. Setiap siswa diharuskan membawa peralatan seni miliknya sendiri pada saat mengikuti pelajaran seni yang dipilihnya, kecuali yang memilih seni angklung, perkusi/drum dan piano. Selama setahun, para siswa diminta konsisten dengan pelajaran seni pilihannya serta mengikuti seluruh aktivitas pelajaran seni pilihannya.

Bersamaan dengan aktivitas – aktivitas dalam pelajaran Seni pilihannya  ini, nilai – nilai (core values) yang akan ditanamkan adalah tanggung jawab dan kepedulian terhadap seni dan budaya yang tradisional Indonesia maupun yang bukan asli Indonesia. Tanggung jawab dan rasa peduli (compassion) sangat penting untuk menjaga dan mewarisi nilai luhur, ahlak mulia dan kearifan dari suatu kesenian ataupun budaya.Pengambilan keputusan yang benar (conscience) juga dipupuk agar siswa tidak terpengaruh dampak negatif dari suatu budaya. Berbagai nilai lain seperti sikap menghargai hasil karya seni, cinta tanah air dan estetika adalan nilai utama conpetence yang diharapkan muncul dalam diri saat siswa melakukan kegiatan inti pembelajaran seni.             

 611 TIK

Pengampu: Rahmat Jaya Oppier, S.Kom,  Fitry, S.Kom, M.M dan Agung, S.Kom

Metode yang diaplikasikan dalam pembelajaran adalah mengedepankan student centered. Pendekatan yang dipakai dalam pembelajaran menggunakan pendekatan autentik dengan 6 kemampuan dasar, yaitu mendengar, memahami, mengkonstruksi, mengorganisasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi.Dalam pembelajaran TIK kelas X ini siswa membangun suatu penalaran konsep dari sumber belajar yaitu komputer, media lain, alat peraga, simulasi, eksperimen dan demonstrasi yang disajikan secara interaktif oleh guru. Secara garis besar, pembelajaran akan menggali pengetahuan awal siswa yang lalu dikembangkan dengan penalaran siswa, sehinggadiperoleh suatu keterampilan yang diperlukan untuk mengaplikasikan teknologi informasi dalam pengalaman hidup sehari – hari. Aktivitas pembelajaran TIK pada semester pertama kelas X ini akan berpusat pada materi Pengenalan Iwork Mac OS X (Pages, Numbers dan Keynotes), Pengenalan Struktur HTML dan CSS serta Pengenalan Jenis-Jenis Tag HTML (teks style dan heading, gambar, penomoran dan simbol, Link dan TableTable dan Form). Pada semester kedua, pembelajaran TIK kelas X akan mendalami materi Mendesain Web dengan CSS (properties text dan backgroundpropertiestable dan border, mendesain web) dan Mendesain Web dengan tag div (pengenalan tag div dengan ID dan Class, pengenalan property dan style tag div, mendesain web).

Pengalaman belajar didesain sedemikian rupa sehingga siswa mampu untuk memahami konsep yaitu membangun konsep dengan cara menggabungkan konsep dasar, sumber media informasi dan penalaran dalam berpikir (competence). Para siswa juga menganalisa dan memilih konsep yang sesuai, step by step dan menggunakan penalaran untuk tujuan spesifik dan tugas tertentu.Hal ini digunakan untuk memahami permasalahan dan dapat mengidentifikasi inti masalah yang harus dipecahkan dan menerapkan pengetahuan yang didapat dalam memecahakan masalah tersebut.Para siswa diharapkan menggunakan nilai–nilai hidup yang didapat selama pembelajaran dalam konteks sebagai mahluk sosial. Teknologi informasi dan komunikasi merupakan hasil perkembangaan pengetahuan sains yang dapat memberi dampak positif maupun  negatif dalam aplikasi atau penerapannya. Oleh karena itu, para siswa diharapkan menggunakan hati nurani (conscience) agar dapat memperoleh keputusan yang tepat dalam menggunakan TIK setelah memiliki kompetensi terkait TIK ini.Setelah itu, para siswa dapat mengaplikasikan TIK dalam hidup sehari – hari secara tepat, terutama untuk peduli pada sesama dan lingkungannya (compassion).        

ILMU HUMANIORA

701 Pendidikan Kewarganegaraan

Pengampu: P. Citra Triwamwoto, SS, M.Hum

Dasar dari aktivitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada semester ini adalah  penanaman  dasar  pemahaman tentang Hakekat Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, pengembangan sikap positip terhadap sistem hukum dan peradilan nasional sertapengembangan peran aktif siswa  dalam upaya pemajuan , penghormatan  dan perlindungan Hak Asasi Manusia.Pendekatan yang dipergunakan untuk pembelajaran ini adalah holisitik, yaitu strategi  pengembangan pembelajaran dengan memperhatikan keseluruhan materi yang tercakup dalam satuan mata pelajaran.  Dengan pendekatan ini siswa melakukan keaktifan menggali informasi,, mendiskusikan dan mengkomunikasikan baik baik secara lisan maupun tertulis. Metoda yang dikembangkan dalam pembelajaran ini adalah menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal melalui unjuk kerja menggali infomasi melalui sumber-sumber resmi memadukan dengan konsep dan pemahaman yang telah mereka miliki untuk mampu menemukan sikap dan pilihan dalam kehidupan barbangsa dan bernegara

Kecintaan terhadap tanah air dan bangsanya yaitu Indonesia merupakan nilai yang diharapkan dimiliki oleh para siswa. Nilai ini akan terwujud jika dikalangan siswa mampu mengembangkan sikap sikap jujur, peduli dan rela berkurban dalam kehidupanya dari lingkungan yang paling kecil menuju yang lebih luas, yaiu keluarga, sekolah , masyarakat dan negara. Kesadaran yang tinggi di-

kalangan para siswa  bahwa dirinya adalah bagian dari bangsa dan negaranya Indonesia diharapkan  mampu menumbuhkan sikap  kerelaan berkurban untuk bangsa dan negaranya sesuai denga situasi dan kondisi serta tingkat dan pengetahuan yang dimilikinya.

711 Sejarah

Pengampu: Drs. TB. Purwanto dan H. Yudhi Sulistyo, S.Pd.

Pada semester pertama, pembelajaran Sejarah akan berpusat pada materi Pengertian Sejarah (secara etimologis, menurut KUBI, menurut para tokoh, secara umum, secara positif dan negatif), Konsep Ruang, Waktu dan Perubahan serta Unsur – Unsur Pembentuk Sejarah (sumber dan fakta sejarah, perbedaan sejarah dan bukan sejarah, sifat–sifat peristiwa sejarah), Konsep-Konsep Sejarah (sebab akibat, pengulangan, sejarah dan kebudayaan, perubahan-perkembangan, kontinuitas– diskontinuitas), Sejarah Sebagai Ilmu, Peristiwa dan Kisah, Metode Dalam Sejarah dan Kegunaan Sejarah, Cara dan Sarana Pewarisan Masa Lampau. Pada semester kedua, materi yang akan dipelajari antara lain Zaman Pra Sejarah Dan Sejarah dan Dasar–Dasar Penelitian Sejarah. Materi pada semester kedua akan didalami dengan metode diskusi kelompok dan presentasi.

Siswa membangun suatu konsep Sejarah materi dari sumber belajar, media dan demonstrasi yang disajikan secara interaktif oleh guru.  Secara garis besar, pembelajaran kali ini akan menggali pengetahuan awal siswa yang digabungkan dengan penalaran (competence) siswa untuk membangun konsep/teori Sejarah. Pada semester kedua mengembangkan suatu keterampilan (compassion) yang diperlukan untuk menganalisis Sejarah dalam diskusi dan presentasi kelompok. Kejujuran adalah nilai utama untuk diaplikasikan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran sejarah ini, terutama ketika siswa belajar tentang sumber dan fakta sejarah. Berbagai nilai lain seperti sikap ketelitian dan kerja sama  akan menjadi hal yang diharapkan muncul dalam diri saat siswa melakukan diskusi dan prensentasi bersama kelompoknya masing – masing.            

 721 Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

Pengampu: Imanuel Abrisac Rohi, S.Pd.

Proses pembelajaran yang  pada setiap materinya adalah praktek (psikomotorik) tetapi juga tidak melupakan aspek yang lainnya yaitu aspek pengetahuan (koqnitif) dan juga nilai-nilai sikap dan karakter (Afektif) dalam setiap materi pembelajaran. Pada semester pertama ini, pembelajaran Penjaskes lebih menekankan pada keterampilan Daya Tahan Jantung & Paru– Paru , Kebugaran Jasmani, Senam Lantai, Sepak Bola, dan kompetensi tentang Penyalahgunaan Narkoba.  Pada semester kedua, keterampilan pembelajaran Penjaskes yang akan dilatihkan adalah Atletik – Lompat Jauh & Tolak Peluru, Bola Basket, Bulu Tangkis, Kebugaran Jasmani dan kompetensi tentang Sex Bebas.

Metode yang diajarkan  dalam pembelajaran ini adalah guru mengajarkan, menjelaskan dan mendemonstrasikan materi yang diajarkan dan siswa mengamati, menganalisa, dan mampu menyimpulkan serta mengembangkan sebuah konsep materi yang diajarkan berdasarkan kemampuan masing-masing siswa. Setiap siswa pastinya berbeda-beda dalam hal kemampuan gerak motoriknya. Untuk itu, guru berperan penting dalam mengajarkan, membimbing, dan yang paling terpenting adalah mampu memberikan motivasi dan semangat yang tinggi agar siswa memiliki keberanian dan semangat yang tinggi untuk dapat mengerti dan melakukan rangkaian gerakan psikomotorik guna membangun kemampuan fisik dan juga mental masing-masing siswa atau peserta didik. Dengan pembelajaran materi pelajaran penjasorkes ini dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan biomotoriknya/ kemampuan fisiknya agar menjadi bugar dan dapat mengaplikasikannya dalam pengalaman hidup sehari-hari di masyarakat. Keberanian, motivasi, semangat yang tinggi, sportivitas dan memiliki tanggung jawab serta saling menghargai dan peduli adalah  nilai utama yang harus dimiliki oleh seluruh siswa dalam proses pembelajaran Penjasorkes  dan juga mampu meningkatkan kemampuan fisik para siswa (kebugaran jasmani) serta mampu  melakukan keterampilan gerak yang diajarkan di sekolah agar kelak dapat bermanfaat dan dipertanggungjawabkan nanti dalam  pengalaman hidup di masyarakat. Melakukan refleksi dan evaluasi secara pribadi usai kegiatan pembelajaran dilaksanakan.   

  1. KELAS XI IPA DAN IPS

AGAMA

102 Agama

Pengampu: Dra. MM Endah Triwulanningsih dan P. Leonardus E.B. Winandoko, SJ, M.Ed.

  1. Inti Pengajaran: KEDEWASAAN MORAL DAN HATI NURANI

Siswa dan siswi diajak memahami diri sendiri sebagai Mahkluk individu dan mahkluk sosial, sehingga muncul kesadaran akan adanya struktur sosial yang menjadi pedoman manusia dalam bertingkah laku. Secara garis besar pembelajaran kali ini akan menggali pengetahuan awal siswa tentang pemahaman nilai – nilai moral yang digabungkan dengan penalaran siswa untuk membangun konsep berpikir yang berlandaskan nilai – nilai moralitas dan agama. Siswa diharapkan dapat mengembangkan kesadaran moral yang reflektif berdasar kematangan suara hati, lalu termotivasi untuk mewujudkan nilai – nilai moral tersebut dalam hidup sehari–hari. Seturut perkembangan usia diharapkan siswa/siswi secara seimbang berkembang pula kedewasaan moral dan juga kedewasaan hati nuraninya. Kedewasaan moral dan kedewasaan hati nurani akan menjadikan filter moral yang tak terbantah kebenarannya pada saat memilih dan memutuskan untuk melakukan suatu tindakan. Kedewasaan moral dan kedewasaan hati nurani akan menjadi landasan berfikir yang menjadikan seseorang terbebas dari rasa takut akan intervensi dan ancaman dari pihak lain. Rasa takut seseorang tersebut akan hilang karena prinsip moral yang dilandaskan kedewasaan hati nurani secara moral tidak pernah salah. Situasi seperti ini menjadikan seseorang memiliki ketrampilan untuk membuat analisis moral yang cerdas terhadap suatu situasi atau tindakan dari orang lain.

Pendekatan yang dipakai dalam pembelajaran ini adalah pendekatan ilmiah dan reflektif dengan penekanan kepada kemampuan dasar menanya, mengumpulkan informasi,  refleksi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan, dan aksi. Pembelajaran  dengan studi kasus baik pustaka maupun kontekstual adalah model pembelajaran yang akan mengimplementasikan pendekatan tersebut.  Metode yang diaplikasikan dalam pembelajaran kali ini adalah metode – metode yang mengedepankan siswa sebagai subjek pembelajaran. Siswa membangun konsep berpikir tentang nilai – nilai moral dikaitkan dengan nilai – nilai dari agama berdasar sumber belajar, media belajar, dan simulasi yang diselenggarakan secara interaktif dan komunikatif oleh guru, serta didukung oleh laboratorium moral yang secara nyata ada di dalam masyarakat, baik dalam lingkup keluarga, sekolah, agama, dan masyarakat. Analisis tersebut akan menjadikannya lebih bijak dalam bersikap dan tidak mudah menghakimi orang lain. Siswa/i SMA Gonzaga diarahkan pada kedewasaan moral dan hari nurani melalui pendidikan karakter yang terkenal dengan istilah 3 C yaitu: Competence, Consiencia, dan Compassion dilengkapi dengan comitmen, simplicity, honesty, dan Communication diharapkan akan menjadikan siswa/i SMA Gonzaga menjadi pemimpin yang tanggung dan selalu peduli pada situasi didasarkan pada hati nurani.

  1. Core Values. CONSCIENCE

Cinta kasih sebagai ekspresi nilai moral dan agama yang harus diwujudkan dalam hidup sehari – hari sebagai tanggung jawabnya sebagai manusia citra Allah. Cinta kasih merupakan nilai dasar dari setiap ajaran agama, di mana dengan nilai tersebut setiap manusia akan menghargai hidup dan kehidupan, juga menjaga kelestarian alam semesta. Berbagai nilai lain seperti kejujuran, keadilan, kemanusiaan, ketulusan, kepedulian, solidaritas, dll menjadi nilai moral yang diharapkan muncul dalam diri saat siswa melakukan refleksi dan evaluasi dalam setiap pembelajaran. Refleksi dan evaluasi nilai tersebut secara perlahan diharapkan akan memantapkan nilai moral yang sudah siswa/i miliki dan merenovasi pemahaman nilai yang salah atau kurang sesuai dengan nilai moral dan hati nurani. Tahap demi tahap refleksi dan evaluasi akan mengarah pada perwujudan nilai moral secara nyata dalam hidup sehari – hari.

BAHASA

202 Bahasa dan Sastra Indonesia

Pengampu: Y.B. Dion Rikayakto, S.Pd. dan Agustina Anie P.

  1. Inti Pengajaran. Berbahasa dengan Logis.

Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran yang mempunyai peranan penting dalam dunia pendidikan. Dalam pembelajaran bahasa Indonesia mencakup kemampuan berbicara, mendengarkan, membaca dan menulis. Menurut Mery Leonhardt (dalam Elizabeth, 2002:31) dari ke empat aspek keterampilan tersebut dapat dikatakan bahwa menulis merupakan aspek berbahasa yang paling rumit dan kompleks tingkatannya karena menyangkut kemampuan yang lebih khusus dalam pemakaian ejaan, struktur kalimat, kosa kata dan penyusunan paragraf.

Karya sastra dapat didefinisikan berdasarkan dari mana kita meninjaunya. Nuriah (1999 : 6) menyatakan bahwa sastra merupakan suatu bentuk dan hasil pekerjaan kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupan dengan menggunakan bahasa sebagai medianya. Berdasarkan definisi tersebut, sastra adalah seni, bukan ilmu pengetahuan. Sastra memiliki jiwa dan badan, jika sastra berupa pikiran, perasaan, dan pengalaman manusia. Maka badannya adalah ungkapan bahasa yang indah sehingga mampu memberi hiburan bagi pembacanya.

  1. Core Values. Conscience

Bahasa memiliki peran sentra dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional peserta didik dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi. Pembelajaran bahasa diharapkan membantu peserta didik mengenal dirinya, budayanya dan budaya orang lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam kemampuan analistis dan imajinatif yang ada dalam dirinya. Pembelajaran sastra diharapkan mampu melakukan proses penjelajahan yang meningkatkan bukan saja kepekaan dan pemahaman tentang karya sastra, tetapi juga rasa sayang setelah mengenal “apa itu sastra”.dengan demikian yang terpenting dari kegiatan pembelajaran bukan hanya deretan hafalan, tetapi suatu pengalaman menikmati karya sastra itu sendiri (Budianta, 2002:3)

212 Bahasa Inggris

Roandryo Sigma Surbakti

  1. Inti Pengajaran. Tingkat Perfomational Berbahasa Inggris.

Para murid kelas XI diajak untuk memahami bahwa keterampilan berbahasa menentukan keberhasilan murid mencapai tujuannya. Keberhasilan yang tidak melulu dilihat dari nilai atau materi namun dari nilai- nilai yang lebih mendasar. Mendengarkan dengan seksama, membaca dengan konsisten, berbicara dengan baik, dan menulis dengan benar adalah empat keterampilan berbahasa yang harus mereka kuasai dalam pelajaran Bahasa Inggris. Ke empat keterampilan ini akan terus diasah sehingga para murid semakin peduli dengan situasi dirinya dan lingkungan masyarakat. Kepedulian tersebut yang nantinya akan menghantarkan mereka ke tujuannya (prestasi).

Tingkat literasi mencakup performative, functional, informational, dan epistemic. Pada tingkat performative, orang mampu membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara dengan simbol- simbol yang digunakan. Pada tingkat functional, orang mampu menggunakan bahasa untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari- hari seperti membaca surat kabar, manual atau petunjuk. Pada tingkat informational, orang mampu mengakses pengetahuan dengan kemampuan berbahasa, sedangkan pada tingkat epistemic, orang mampu mengungkapkan pengetahuan ke dalam bahasa sasaran (Wells, 1987). Untuk Siswa SMA/MA diharapkan dapat mencapai tingkat informational karena mereka disiapkan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

  1. Core Values. Competence and Compassion.

Dalam pembelajaran Bahasa Inggris Kelas XI dibutuhkan nilai kerjasama dan toleransi. Kerjasama dalam menyelesaikan proyek atau tugas kelompok, kerjasama dalam menyelesaikan tantangan yang dihadapi selama proses pembelajaran, dan kerjasama dalam menjaga kekompakkan kelas. Nilai toleransi juga akan terus digali selama proses pembelajaran Bahasa Inggris. Toleransi kepada teman- teman dengan latar belakang suku, agama, sosial, dan kemampuan yang berbeda- beda. Toleransi terhadap perbedaan pendapat dan mau mendengarkan saat ada orang lain bicara.

212 Listening Classroom

Robertus Himawan Santanu, M.Ed.

  1. Course Description

This course provides the basis for all listening skills.  Three essential questions regarding listening frame the course:  What is it?  How is it developed and implemented?  What makes it work?  The course approaches learning classroom as a productive, results- oriented process.  Students examine theoretical listening conceptions and apply these to their work.  Integration and alignment of learning at various levels and across content areas are keys.  Attention is also paid to the impact and influence of core values, diversity, inclusion, learning differences, and human development in listening course.  Students develop a mindset of using listening resources and other data to adjust and refine listening skills.  In summary, this course examines the theoretical background and practice-based information and skills necessary to improve the listening skills in any setting at any level.

  1. Academic Honesty

Academic honesty is an expression of interpersonal justice, responsibility and care, applicable to Gonzaga College faculty, students, and staff, which demands that the pursuit of knowledge in the school community be carried out with sincerity and integrity. Academic dishonesty is one of several possible reasons why a student may be dismissed from the school.

22Bahasa Jepang

Pengampu: Silviana Sari Raharjo, S.Pd.

  1. Inti Pengajaran. Berkomunikasi dengan Bahasa Jepang

Faktor yang menjadi dasar aktivitas pembelajaran Bahasa Jepang semester ini adalah :   Siswa mengetahui dan memahami serta dapat mengidentifikasikan huruf dasar yang digunakan dalam Bahasa Jepang (hiragana dan katakana), siswa dapat memahami pola tata Bahasa dasar serta mampu mengimplementasikannya pada saat membaca, menulis dan mendengar serta dalam pengucapan yang tepat dalam penggunaan komunikasi Bahasa Jepang dasar, termasuk bentuk bunyi, ujaran(kata, frasa, atau kalimat) dalam suatu konteks dengan mencocokkan dan membedakan secara tepat. Memperoleh informasi umum dan rinci dari berbagai bentuk wacana lisan sederhana secara tepat. Menyampaikan informasi secara lisan dengan lafal yang tepat dalam kalimat sederhana sesuai konteks yang mencerminkan kecakapan berbahasa yang santun dan tepat. Melakukan dialog sederhana dengan lancar dan benar yang mencerminkan kecakapan berkomunikasi dengan santun dan tepat. Metode yang diaplikasikan dalam pembelajaran ini adalah perpaduan antara pembelajaran Kontekstual dan reciprocal learning. Metode pembelajaran Kontekstual yang dimulai dengan sajian atau tanya jawab lisan (ramah, terbuka) yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa sehingga akan terasa manfaat dari materi yang disajikan, motivasi belajar dapat muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkret dan suasana belajar menjadi menyenangkan. Dipadu dengan pembelajaran reciprocal learning yaitu siswa harus memperhatikan empat hal yaitu bagaimana siswa belajar, mengingat, berpikir dan memotivasi diri untuk mewujudkan belajar efektif.

  1. Core Values. Competence.

Menarik minat siswa untuk belajar Bahasa asing selain Bahasa Indonesia sebagai Bahasa ibu, dengan beberapa metode pembelajaran tersebut diatas diharapkan siswa merasa tertarik dan memiliki motivasi untuk mempelajari Bahasa Jepang serta dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di luar sekolah.

232 BAHASA MANDARIN

Pengampu: Devi Kumalasari

  1. Inti Pengajaran. Berkomunikasi dengan Bahasa Mandarin.

Pembelajaran bahasa mandarin semester ini terdiri dari Bahasa Mandarin Wajib. Bahasa Mandarin adalah materi yang harus dipelajari oleh semua siswa kelas XI IPS semester 1 dan 2. Tiga hal yang menjadi dasar aktivitas belajar siswa adalah :  learning to know, learning to do dan learning to live.  Pendekatan yang dipakai dalam pembelajaran ini adalah pendekatan saintifik dengan 5 kemampuan dasar, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan.  Problem based learning,  project based learning dan discovery learning adalah model pembelajaran yang akan mengimplementasikan pendekatan tersebut.  Metode yang diaplikasikan dalam pembelajaran kali ini adalah metode – metode yang mengedepankan student centered.  Siswa membangun suatu konsep matematika (konstruktivisme) materi dari sumber belajar, media, alat peraga, simulasi, eksperimen dan demonstrasi yang disajikan secara interaktif oleh guru.  Secara garis besar, pembelajaran kali ini akan menggali pengetahuan awal siswa (prior knowledge) yang digabungkan dengan penalaran siswa untuk pembuatan kaliamat dalam bahasa mandarin sesuai dengan konteks dengan tema : Siapakah Dia, Kamar tidurku, Hari Ini Kamu Belajar Apa,  Saya Sakit Influenza, Bagaimana Cara Kesana, Menelpon, Dia Sibuk Tidak, lalu mengembangkan suatu keterampilan yang diperlukan  untuk mengaplikasikan bahasa mandarin dalam pengalaman hidup sehari – hari.

2. Core Values. Competence.

Kejujuran adalah ekspresi dari kecerdasan interpersonal, tanggung jawab dan kepedulian, yang  menjadi nilai utama untuk dipalikasikan oleh siswa dan staf  dalam proses pembelajaran bahasa mandarin ini. Berbagai nilai lain seperti sikap optimis, egaliter, ketelitian, pengambilan keputusan yang tepat, kerja sama, ketaatan dan lain sebagainya akan menjadi hal yang diharapkan muncul dalam diri saat siswa melakukan refleksi dan evaluasi usai kegiatan inti dilaksanakan.

MATEMATIKA

302 Matematika IPA

Pengampu: A. Widi P., S.Pd. dan Drs. Yohanes Trisusila

  1. Inti Pengajaran.

Pada semester 1 ini, materi yang akan dipelajari siswa antara lain Trigonometri (rumus jumlah dan selisih dua sudut, rumus sudut rangkap dan setengah, jumlah-selisih-perkalian trigonometri, persamaan dan grafik trigonometri) dan Fungsi (fungsi komposisi dan fungsi invers). Materi tersebut akan diajar oleh Ibu Helena. Bapak Tri Susila akan mengajar materi Teori Peluang (kaidah pencacahan, permutasi, kombinasi, peluang kejadian tunggak dan majemuk) dan Statistika (analisis data tunggal dan analisis data berkelompok).        Pada semester 2 ini, materi yang akan dipelajari siswa antara lain Suku Banyak (operasi suku banyak, teorema sisa dan teorema faktor), Persamaan Lingkaran (lingkaran dan garis singgungnya), Program Linear dan Aplikasinya. Materi tersebut akan diajar oleh Ibu Helena. Materi yang diajar Pak Tri Susila antara lain Limit (bentuk aljabar dan trigonometri), Turunan (bentuk aljabar dan trigonometri, garis singgung, kecepatan dan percepatan, fungsi naik dan fungsi turun, nilai maksimum dan nilai minimum). Matematika muncul dari masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari sehingga matematika akan lebih mudah dipelajari dari contoh-contoh yang diambil dari masalah-masalah yang muncul dari sekitar siswa. Akan tetapi karena matematika selalu berkembang, maka tidak selalu materi matematika akan berkaitan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diatur dalam 3 bagian, yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup. Kegiatan inti berupa eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. Dalam kegiatan ekplorasi peserta didik diberikan stimulus berupa penyampaian materi ajar oleh guru menggunakan modul khusus yang sudah disiapkan oleh guru dan buku paket Matematika PKS dan rangkuman soal. Pada kegiatan elaborasi peserta didik mendiskusikan soal/masalah yang sudah disiapkan oleh guru, mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan hasil kerjanya baik secara individual maupun kelompok. Dalam kegiatan konfirmasi peserta didik memperoleh kesimpulan tentang hal-hal yang dibahas.

  1. Core Values. Competence

Competence, Consciense, Compassion adalah keutamaan yang hendak dicapai. Pembelajaran matematika mengantarkan para peserta didik menjadi pribadi yang mampu berinteraksi dengan realitas, mampu memahami pengetahuan secara  mendalam,  mampu berpikir sistematis dan efisien.  Peserta didik juga diajak untuk merefleksikan nilai-nilai spiritualiatas Ignatian sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang berhati nurani (conscience), berbela rasa (compassion),  berkomitmen, jujur, dan sederhana.

 302 Matematika IPS

Pengampu: A. Widi P., S.Pd. dan Drs. Yohanes Trisusila

  1. Inti Pengajaran. Memahami Teori Fungsi, Limit, Peluang

Pada semester 1 ini, materi yang akan dipelajari siswa antara lain Fungsi (fungsi komposisi dan fungsi invers) dan Limit (bentuk aljabar). Materi ini akan dipelajari bersama Ibu Helena. Materi yang dipelajari bersama Pak Widi antara lain Teori Peluang (kaidah pencacahan, permutasi, kombinasi, peluang kejadian tunggak dan majemuk) dan Statistika (analisis data tunggal dan analisis data berkelompok). Metode – metode yang mengedepankan student centered yaitu siswa membangun suatu konsep matematika (konstruktivisme) materi dari sumber belajar, media, eksperimen dan demonstrasi yang disajikan secara interaktif oleh guru.

2.Core Values. Competence.

Kejujuran adalah ekpresi dari kecerdasan interpersonal, tangung jawab dan kepedulian, yang menjadi nilai utama untuk diaplikasikan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran matematika ini. Berbagai nilai lain seperti sikap optimis, egaliter, ketelitian, pengambilan keputusan yang tepat, kerja sama, ketaatan dan lain sebagainya akan menjadi hal yang diharapkan muncul dalam diri saat siswa melakukan refleksi dan evaluasi usai kegiatan inti dilaksanakan.

ILMU ALAM

402 Fisika

Pengampu: Drs. A. Bambang Utomo dan J. Adianto, S.Pd.

  1. Inti Pengajaran. Mengembangkan Penalaran melalui Hukum Alam.

Ilmu fisika yang merupakan Natural Science dan sudah mulai dikenalkan sejak siswa mengenal dan berinteraksi dengan alam sekitar membuat pengajaran fisika di sekolah pada umumnya dan di SMA pada khususnya akan semakin mengakrapkan fisika dengan para siswa dalam azas formalitas kurikuler;sehingga belajar fisika di SMA lebih memfokuskan pada bagaimana konsep yang sudah ditemukan diimplementasikan dalam memecahkan persoalan fisika dan manfaatnya dalam kehidupan keseharian namun demikian tetap mengajak siswa dengan teori yang ada untuk mencari penemuan baru.

Atas dasar pemikiran itu maka aktivitas pembelajaran fisikakelas XI semester 1 ini adalah untuk “learning to understand (memahami konsep mendasar), learning to do (mengimplementasikan konsep dalam soal dan persoalan kehidupan keseharian) dan learning to live ( menerapkan secara langsung konsep dasar dalam manfaat kehidupan ).

Oleh karena itu sejalan dengan arahan proses belajar dari Kemendikbud, pendekatan yang akan dipakai dalam pembelajaran fisika adalah pendekatan saintifik dengan 5 kemampuan dasar, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan. Problem based learning,  project based learning dan discovery/inquary learning adalah model pembelajaran yang akan digunakan dalam pengajaran fisika kepada siswa.  Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran fisika adalah pendekatan yang mengedepankan student centered.  Siswa diajak untuk membangun suatu konsep fisika (konstruktivisme) materi-materi pokok dari sumber belajar, media, alat peraga, simulasi, eksperimen dan demonstrasi yang disajikan secara interaktif oleh guru. Siswa diajak untuk menggali pengetahuan awal siswa (prior knowledge) yang digabungkan dengan penalaran siswa untuk membangun konsep fisika, lalu mengembangkan suatu konsep yang lebih mendalam dan keterampilan yang diperlukan  untuk mengaplikasikan fisika dalam pengalaman hidup keseharian.

  1. Core Values. Competence.

Nilai utama sebagai output setelah belajar fisika adalah siswa dapat berfikir kritis sehingga siswa lebih memiliki percaya diri, kritis terhadap pernyataan ilmiah yang tidak begitu saja mudah percaya tanpa ada dukungan hasil observasi empiris

Berfikir kritis adalah ekspresi dari kecerdasan interpersonal, tanggung jawab dan kepedulian, yang  menjadi nilai utama untuk diaplikasikan oleh siswa dan gurudalam proses pembelajaran fisika. Berbagai nilai lain seperti kejujuran,objektif, terbuka dalam menerima pendapat berdasarkan bukti bukti tertentu, ulet dan tidak cepat putus asa, ketelitian, pengambilan keputusan yang tepat, kerja sama (dengan teman, guru maupun orang tua), ketaatandan bersikap toleran akan menjadi hal yang diharapkan muncul dalam diri siswa saat melakukan refleksi dan evaluasi usai kegiatan inti dilaksanakan.

412 Kimia

Pengampu: Drs. L. Triyono

  1. Inti Pengajaran. Memahami Sistem Kimiawi dan Istilah-istilahnya.

Pembelajaran kimia pada siswa kelas X SMA Kolese Gonzaga sungguh-sungguh akan dimulai dari awal, dengan demikian dasar yang sudah dimiliki siswa tentunya akan lebih mudah lagi menguasai pelajaran untuk tingkat berikutnya. Dimana proses pembelajaran kimia merupakan pelajaran yang saling berkaitan dari tingkat dasar ke tingkat berikutnya. Pada pendahuluan pembelajaran kimia siswa akan belajar memahami istilah-istilah umum dalam mapel kimia, seperti atom, molekul, molekul unsur, molekul senyawa, ion, kation, anion, logam, non logam, metalloid, koefisien, indeks, dan muatan. Semua istilah ini perlu dipahami siswa sejak awal karena akan terus dipakai dalam pembelajaran bab selanjutnya hingga kelas XII (bagi siswa yang masuk jurusan IPA). Pada semester I ini siswa kelas XI akan mempelajari Struktur Atom, Sistem Periodik dan Ikatan Kimia. Energitika, Laju Reaksi dan kesetimbangan kimia. Proses pembelajaran berupa pemberian catatan sebagai ringkasan materi sebuah bab oleh guru, penjelasan isi catatan dan pemberian contoh soal oleh guru, siswa latihan soal secara individu atau dalam kelompok, pembahasan tugas, praktikum kimia dan evaluasi (ulangan harian). Dinamika pembelajaran akan selalu seperti itu pada setiap materi kimia yang disampaikan. Materi Struktur Atom, Sistem Periodik, dan Ikatan Kimia merupakan materi pendalaman dari materi yang sudah disampaikan di kelas X maka hal-hal dasar yang sudah disampaikan di kelas X harus sungguh dikuasai agar lebih mudah memahami materi kelas XI. Sedangkan materi Energitika, Laju Reaksi, dan Kesetimbangan Kimia merupakan materi baru di kelas XI namun seluruhnya didasari oleh materi stoikiometri kelas X. Siswa diharuskan menguasai materi penyetaraan reaksi, konsep mol, stoikiometri reaksi, dan pereaksi pembatas.

  1. Core Values. Competence.

Setiap proses pembelajaran kimia yang diikuti nilai keutamaan yang didapat antara lain kejujuran, magis, kedisiplinan, ketekunan, dan kepedulian terhadap sesama. Apabila siswa mengikuti setiap tahap pembelajaran maka siswa akan lebih mudah mencapai nilai criteria ketuntasan minimal (KKM) atau bahkan lebih.

42Biologi

Pengampu: Sri Sustain De Hugo Sitanggang, S.Pd.

  1. Inti Pengajaran: Organ Tubuh sebagai sebuah Struktur

Pelajaran biologi kelas XI IPA adalah pelajaran tentang tubuh manusia, dimulai dari sel sampai organisme sebagai sebuah kesatuan yang saling berhubungan, sangat menarik tentunya buat siswa karena apa yang dipelajari langsung mereka rasakan dan amati. Pembelajaran di kelas XI SMA tentunya masih bersifat pengenalan, pemahaman proses secara sederhana serta hubungan antara sebuah proses dengan proses yang lain serta efeknya. Misalnya hal yang paling sederhana yang dapat dirasakan secara langsung adalah jika siswa sering makan banyak dan malas olah raga maka berat badanya pastinya naik, jadi kalau mau badanya langsing maka harus rajin olahraga dan mengkonsumsi makanan secara proporsional. Hal lain juga yang sering menarik perhatian siswa kelas XI IPA adalah mengapa akhir-akhir ini sering terjadi kanker di berbagai organ tubuh? Apa yang terjadi di dalam tubuh jika sudah pubertas? Jadi tahap pertama adalah pengenalan sel dan organ pada tubuh, tahap kedua pemahaman proses yang terjadi pada organ dan tahap ketiga adalah memahami mengapa sebuah proses terjadi atau berhenti serta apa efek terganggunya sebuah proses dalam jaringan atau organ.

  1. Core Values.

Kerja sama merupakan hal yang biasa kita dengar tapi dalam berbagai situasi sering kerjasama antar personal terputus, bisa karena terbatasnya ruang dan waktu atau situasi, tapi tidak demikian dengan tubuh kita , milyaran sel setiap hari bekerjasama untuk menjalankan proses kehidupan dalam tubuh kita tanpa mendesak atau merugikan sel lain, setiap sel melakukan fungsinya tanpa mengurus atau mengatur sel tetangga, jadi setiap sel sadar akan tanggung jawabnya dan melakukan peranya sebaik-baiknya, maka dari sini siswa juga dingatkan pada peranya sebagai anak dalam keluarga, siswa di sekolah dan menjadi bagian di komunitas lain.

ILMU SOSIAL

502 Geografi

Pengampu: Slamet Riyadi, S.Pd. dan Citra Suryadi, M.Pd.

  1. Inti Pengajaran. Memahami Keruangan Alam

Pelajaran geografi di kelas XI membahas mengenai Biosfer. Materi ini mempelajari kehidupan dengan sudut pandang keruangan yang mencakup lokasi, persebaran, dan unsur-unsur geografi yang mempengaruhi kehidupannya, Kehidupan yang dimaksud mencakup manusia, flora dan fauna yang berada didalam Geosfer baik lokal (Indonesia) maupun secara global (dunia).Interaksi antar mahluk hidup juga menjadi materi esensial yang akan dibahas, karena aktivitas manusia secara langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh terhadap lingkungan dan mahluk hidup lain, sehingga upaya pelestarian, rehabilitasi, dan pemanfaatan yang berwawasan lingkungan perlu ditanamkan dalam diri siswa.  Eksploarsi terhadap kemampuan siswa didasarkan bahwa peserta didik memiliki posisi sentral dan sudah memiliki pemahaman dan pengetahuan dasar, sehingga mengembangkan kompetensinya dapat dibantu melalui media video dari National Geography, diskusi, tanya jawab, presentasi kelompok, ceramah dengan informasi teraktual yang relevan. Secara garis besar, pembelajaran pada materi ini lebih memahami, menyadarkan dan menggali keperdulian terhadap kehidupan lain dan kelestarian lingkungan sekitarnya. Kemampuan untuk mengimplementasi dalam kehidupan sehari-hari merupakan tujuan yang ingin dicapai.

  1. Core Values. Competence.

Melalui proses pembelajaran ini siswa diharapkan memiliki: Kejujuran menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, menghargai prestasi, peduli lingkungan, peduli social dan tanggung jawab yang harus melaksanakan tugas dan kewajiban terhadap diri sendiri, masyarakat,  (alam, social, dan budaya) negara dan Tuhan Yang Maha Esa

512 Ekonomi

Pengampu: Drs. Am. Suharto dan Y. Mujiharto

  1. Inti Pengajaran. Memahami Kebutuhan Manusia dan Pemenuhannya.

Ekonomi merupakan ilmu yang menguraikan tentang perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Melalui mata pelajaran ekonomi, peserta didik didorong untuk memahami berbagai hal seperti kebutuhan, jenis kegiatan ekonomi, perlaku konsumen, perbankan, investasi dan masih banyak lagi lainnya. Pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai yang diperoleh dalam mata pelajaran ekonomi diharapkan dapat membangun kemampuan peserta didik untuk bersikap, bertindak, cerdas, arif dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena luasnya cakupan ilmu ekonomi dan terbatasnya waktu yang tersedia membuat standar kompetensi dan komptensi dasar mata pelajaran ekonomi dibatasi dan difokuskan kepada fenomena empirik ekonomi yang ada di sekitar peserta didik, sehingga peserta didik dapat merekam peristiwa ekonomi yang terjadi di sekitar lingkungannya dan mengambil manfaat untuk kehidupannya yang lebih baik.

  1. Core Values. Competence.

Unggul, kompeten, tanggung jawab, sikap terbuka dan daya integratif dengan semangat pelayanan dan kepedulian terhadap sesama menjadi nilai utama untuk diaplikasikan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran ekonomi. Berbagai nilai lain seperti kerja keras, jujur, saling menghargai orang lain dan inofatif diharapkan muncul dalam diri siswa saat melakukan refleksi dan evaluasi.

522 Sosiologi

Pengampu: Frater Agustinus Daryanto, SJ

  1. Inti Pengajaran: Masyarakat sebagai Struktur Sosial

Siswa di dalam proses belajar-mengajar pertama-tama untuk MEMAHAMI KENYATAAN SOSIAL yang terjadi di masyarakat. Kenyataan  Sosial yang dimaksud adalah bahwa manusia yang hidup bersama dengan manusia lain tidak hidup bersama secara serampangan/tanpa aturan/”semau gue”, tapi dikendalikan oleh suatu tatanan/struktur  sosial. Kehidupan sosial di dalam struktur tersebut potensial memicu timbulnya konflik di antara anggota masyarakat.

  1. Core Value: COMPASSION

Siswa sebagai seorang pribadi social harus memahami bahwa dirinya hidup bersmaa manusia lain.  Artinya, dirinya hanya bisa hidup karena dan jika berada bersama manusia lain. Di dalam kehidupan sosial tersebut, siswa tidak bisa menuntut masyarakat mengikuti kehendaknya, bahkan sebaliknya siswa harus terus menerus menyesuaikan diri dengan tuntutan masyarakat terhadap dirinya sebagai anggota masyarakat.

SENI DAN KETERAMPILAN

602 Seni Budaya

Pengampu: Para Tutor dengan Koordinator Dra. Theresia Wara Kusharini

Pembelajaran Seni Budaya pada kelas XI akan dilakukan sesuai dengan minat dan bakat seni yang sudah ada maupun ingin dikembangkan oleh para siswa selama setahun ke depan. Adapun berbagai macam jenis pelajaran seni yang ditawarkan antara lain paduan suara, teater, seni rupa, flute, piano, gitar, cello, violin, perkusi, dan angklung. Setiap siswa diminta memilih salah satu seni yang ingin dipelajari dan dikembangkan sesuai minatnya. Setiap jenis seni akan dibimbing oleh tutor – tutor yang berbeda dan berpengalaman dalam setiap bidang seni tersebut. Setiap siswa diharuskan membawa peralatan seni miliknya sendiri pada saat mengikuti pelajaran seni yang dipilihnya, kecuali yang memilih seni angklung, perkusi/drum dan piano. Selama setahun, para siswa diminta konsisten dengan pelajaran seni pilihannya serta mengikuti seluruh aktivitas pelajaran seni pilihannya.

Bersamaan dengan aktivitas – aktivitas dalam pelajaran Seni pilihannya  ini, nilai – nilai (core values) yang akan ditanamkan adalah tanggung jawab dan kepedulian terhadap seni dan budaya yang tradisional Indonesia maupun yang bukan asli Indonesia. Tanggung jawab dan rasa peduli (compassion) sangat penting untuk menjaga dan mewarisi nilai luhur, ahlak mulia dan kearifan dari suatu kesenian ataupun budaya.Pengambilan keputusan yang benar (conscience) juga dipupuk agar siswa tidak terpengaruh dampak negatif dari suatu budaya. Berbagai nilai lain seperti sikap menghargai hasil karya seni, cinta tanah air dan estetika adalan nilai utama conpetence yang diharapkan muncul dalam diri saat siswa melakukan kegiatan inti pembelajaran seni.             

 612 TIK

Pengampu: Rahmat Jaya Oppier, S.Kom,  Fitry, S.Kom, M.M dan Agung, S.Kom

Metode yang diaplikasikan dalam pembelajaran adalah mengedepankan student centered. Pendekatan yang dipakai dalam pembelajaran menggunakan pendekatan autentik dengan 6 kemampuan dasar, yaitu mendengar, memahami, mengkonstruksi, mengorganisasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi.Dalam pembelajaran TIK kelas XI ini siswa membangun suatu penalaran konsep dari sumber belajar yaitu komputer, media lain, alat peraga, simulasi, eksperimen dan demonstrasi yang disajikan secara interaktif oleh guru. Secara garis besar, pembelajaran akan menggali pengetahuan awal siswa yang lalu dikembangkan dengan penalaran siswa, sehingga diperoleh suatu keterampilan yang diperlukan untuk mengaplikasikan teknologi informasi dalam pengalaman hidup sehari – hari. Aktivitas pembelajaran TIK pada semester pertama kelas XI ini akan berpusat pada materi Pengenalan C++ dan GnuCash Mac.

Pengalaman belajar didesain sedemikian rupa sehingga siswa mampu untuk memahami konsep yaitu membangun konsep dengan cara menggabungkan konsep dasar, sumber media informasi dan penalaran dalam berpikir (competence). Para siswa juga menganalisa dan memilih konsep yang sesuai, step by step dan menggunakan penalaran untuk tujuan spesifik dan tugas tertentu.Hal ini digunakan untuk memahami permasalahan dan dapat mengidentifikasi inti masalah yang harus dipecahkan dan menerapkan pengetahuan yang didapat dalam memecahakan masalah tersebut.Para siswa diharapkan menggunakan nilai–nilai hidup yang didapat selama pembelajaran dalam konteks sebagai mahluk sosial. Teknologi informasi dan komunikasi merupakan hasil perkembangaan pengetahuan sains yang dapat memberi dampak positif maupun  negatif dalam aplikasi atau penerapannya. Oleh karena itu, para siswa diharapkan menggunakan hati nurani (conscience) agar dapat memperoleh keputusan yang tepat dalam menggunakan TIK setelah memiliki kompetensi terkait TIK ini.Setelah itu, para siswa dapat mengaplikasikan TIK dalam hidup sehari – hari secara tepat, terutama untuk peduli pada sesama dan lingkungannya (compassion).        

ILMU HUMANIORA

702 Pendidikan Kewarganegaraan

Pengampu: Petrus Citra Triwamwoto, SS, SM.Hum dan Drs. TB. Purwanto

  1. Inti Pengajaran. Menjadi Warganegara.

Tiga hal yang menjadi dasar aktivitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan semester ini adalah:  learning to know, learning to do dan learning to live. Pendekatan yang dipakai dalam pembelajaran ini adalah pendekatan saintifik dengan 5 kemampuan dasar, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan. Problem based learning, project based learning dan discovery learning adalah model pembelajaran yang akan mengimplementasikan pendekatan tersebut.  Metode yang diaplikasikan dalam pembelajaran kali ini adalah metode – metode yang mengedepankan student centered.  Siswa membangun suatu konsep Pendidikan Kewarganegaraan(konstruktivisme) materidari sumber belajar, media, alat peraga, simulasi, eksperimen dan demonstrasi yang disajikan secara interaktif oleh guru.  Secara garis besar, pembelajaran kali ini akan menggali pengetahuan awal siswa (prior knowledge) yang digabungkan dengan penalaran siswa untuk membangun konsep/teori Pendidikan Kewarganegaraan, lalu mengembangkan suatu keterampilan yang diperlukan  untuk mengaplikasikan Pendidikan Kewarganegaraan dalam pengalaman hidup sehari – hari.

  1. Core Values. Compassion

Kejujuran adalah ekspresi dari kecerdasan interpersonal, tanggung jawab dan kepedulian, yang  menjadi nilai utama untuk diaplikasikan oleh siswa dan gurudalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini. Berbagai nilai lain seperti sikap optimis, egaliter, ketelitian, pengambilan keputusan yang tepat, kerja sama, ketaatan dan lain sebagainya akan menjadi hal yang diharapkan muncul dalam diri saat siswa melakukan refleksi dan evaluasi usai kegiatan inti dilaksanakan.)

712 Sejarah

Pengampu: H. Yudi Sulistyo, S.Pd. dan Drs. TB. Purwanto

  1. Inti Pengajaran. Akulturasi Kebudayaan Indonesia dengan Kebudayaan Luar

Indonesia.

Materi pembelajaran sejarah kelas XI IPA/S membahas tentang Proses masuknya agama Hindhu dan Budha ke Indonesia; Kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, masyarakat Indonesia pada masa kerajaan Hindhu dan Budha; Proses terjadinya akulturasi kebudayaan Hindhu – Budha dengan kebudayaan asli nenek moyang bangsa Indonesia; Proses masuknya agama Islam di Indonesia; Kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, masyarakat Indonesia pada masa kerajaan Islam. Proses terjadinya akulturasi kebudayaan Islam dengan kebudayaan asli nenek moyang bangsa Indonesia.

  1. Core Values. Compassion.

Nilai – nilai pembelajaran yang akan didapatkan peserta didik melalui pembelajaran tersebut di atas adalah antara lain nilai kejujuran, kedisiplinan, ketaatan, kerja keras, kerja sama, pantang menyerah, nasionalisme, religiusitas.

722 Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

Pengampu: Johanes Saud Maruli, S.Pd.  dan Imanuel Abrisac Rohi, S.Pd.

  1. Inti Pengajaran. Penguasaan Gerak Tubuh.

Proses Belajar dan Mengajar Penjasorkes di jenjang SMA bagi siswa  bukan merupakan hal yang sulit dilakukan karena belajarnya berkesinambungan dari yang tidak bisa menjadi biasa, biasa menjadi mahir dan otomatisasi gerak . Berangkat dari situasi tersebut maka pembelajaran Penjasorkes pada siswa kelas XI SMA Kolese Gonzaga sungguh-sungguh akan menjadi pembentukan pribadi yang dewasa, bertanggungjawab dan punya keinginan untuk berjuang menjadikan dirinya berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Demikian dasar yang sudah dimiliki siswa tentunya akan lebih mudah dalam menguasai pelajaran untuk tingkat yang lebih sulit. Dimana proses belajar Penjasorkes mempunyai prinsip yaitu Trial dan Error yang bertumpu pada penguasaan teori terlebih dahulu dan kemudian memahami gerak yang akan dilakukan. Dalam pendahuluan belajar Penjasorkes siswa akan belajar memahami materi-materi yang dipelajari penguasaan gerak tubuh. Semua ini perlu dipahami siswa sejak awal karena akan membentuk dirinya yang kuat secara emosional (mental) maupun fisik dalam menyerap materi pelajaran Penjasorkes. Pada semester I ini siswa kelas XI mengetahui bagaimana membentuk diri dan emosi dalam permainan dan kegiatan belajar Penjasorkes

  1. Core Values. Competence dan Consciense

Untuk proses belajar Penjasorkes yang diutamakan antara lain kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diridan tanggung jawabterhadap diri sendiri dan orang lain. Apabila siswa mengikuti setiap tahap pembelajaran maka siswa akan lebih mudah mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau bahkan lebih. Latihan gerak secara rutin menjadi kunci utama keberhasilan penguasaan materi gerak Penjasorkes. Dengan demikian hal utama antara lain kerjasama, kejujuran, menghargai, semangat, percaya diri dan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain muncul pada saat proses latihan gerak. Siswa diharapkan lebih cepat menguasai materi dan dapat membantu dan memotivasi teman lain yang kesulitan, tentunya untuk mencapai keberhasilan ini siswa harus mempunyai semangat yang harus dia miliki yaitu Menghargai, percaya diri, sportifitas dan fighting spirit yang selalu dijunjung tinggi.

  1. KELAS XII IPA DAN IPS

AGAMA

103 Agama

Pengampu: M.M. Endah Triwulan, S. Pd. Dan Pater Geradus Hadian, SJ

Pada semester satu siswa dan siswi diajak memahami diri sendiri sebagai mahkluk individu dan mahkluk sosial, sehingga muncul kesadaran akan dirinya yang unik dan mandiri sebagai wujud martabat manusia sebagai citra Allah. Sebagai citra Allah manusia diberi 5 modal dasar yang harus diolah dan dikelola sehingga bisa berkembang ke arah yang positif dan menghantarkan manusia pada kesempurnaan sebagai citra Allah.

Sebagai mahkluk yang secitra dengan Allah manusia secara kodrat memiliki hati nurani yang mendorong manusia untuk bertindak sesuai kehendak Allah. Allah yang Maha Kasih hendaklah terpancar dari tindakan manusia dalam hubungan baik vertikal maupun horisontal. Hubungan vertikal merupakan wujud iman dan kepercayaannya pada Allah. Hubungan vertikal tersebut perlu nyata dalam tindakan kasih pada sesama, sehingga memunculkan sikap menghargai perbedaan dan membangun toleransi yang sejati.

Kesadaran manusia yang unik perlu diarahkan pada penghayatan akan tugas dan panggilan hidupnya sesuai kodrat jenis kelamin, dan juga kodrat untuk saling melengkapi antara pria dan wanita dalam penghayata perkawinan. Pengahayatan panggilan akan pilihan hidup tersebut, perlu juga diarahkan pada penghargaan pada panggilan hidup yang lain yaitu: selibat baik sebagai Imam, rohaniwan, ataupun selibrater awas yang tergabung dalam tarekat ke tiga di beberapa ordo panggilan.

Pendekatan yang dipakai dalam pembelajaran ini adalah pendekatan ilmiah dan reflektif, dengan penekanan kemampuan dasar menanya, mengumpulkan informasi,  refleksi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan, dan aksi. Pembelajaran  dengan studi kasus baik pustaka maupun kontekstual adalah model pembelajaran yang akan mengimplementasikan pendekatan tersebut.  Metode yang diaplikasikan dalam pembelajaran kali ini adalah metode – metode yang mengedepankan siswa sebagai subjek pembelajaran. Siswa membangun konsep berpikir tentang nilai – nilai moral (competence)

Seturut perkembangan usia diharapkan siswa/siswi secara seimbang pula perkembangan baik secara psikologis, sosial, moral, maupun spiritual sehingga segala kata dan tindakan mereka sungguh mencerminkan pribadi yang dewasa (conscience). Pribadi yang dewasa akan sungguh berdaya guna secara positif di masyarakat (compassion).

Pada semester kedua siswa dan siswi diajak memahami diri sendiri sebagaimahkluk sosial, terlebih sebagai citra Allah yang memiliki Hati Nurani (conscience). Sebagai mahkluk yang secitra dengan Allah manusia secara kodrat memiliki hati nurani yang mendorong manusia untuk bertindak baik dan benar  sesuai kehendak Allah. Sifat Allah yang Maha Kasih hendaklah terpancar dari tindakan manusia Sebagai citra Allah, secara khusus pada penghargaan kehidupan sesuai perintah Allah yang ke lima, yaitu Jangan membunuh. Perintah Jangan membunuh tersebut diperluas sebagai perintah untuk menghargai hidup dan kehidupan (compassion).

Penghargaan terhadap hidup dan kehidupan secara kongkrit manusia dilarang merusak kehidupan seperti apapun bentuknya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Siswa/i diajak melihat dan menganalisa situasi zaman yang menyangkut sikap menghargai kehidupan maupun merusak kehidupan yang secara faktual melanggar kehendak Allah. Analisa tersebut meliputi kasus – kasus moral modern, yaitu bela diri, hukumn mati, aborsi, euthanasia, penggunaan alat kontrasepsi, dan pengadaan anak dengan bantuan teknologi (inseminasi buatan, bayi tabung, ectogenesis, dan cloning). Hasil pengamatan dan analisa tersebut dipertegas dengan hukum – hukum agama terlebih hukum dan ajaran Gereja Katolik akan perlunya menghargai hidup dan kehidupan.

 

BAHASA

203 Bahasa dan Sastra Indonesia

Pengampu: Drs. AL. Heri Purwanto dan Agustina Anie P., SS.

Tujuan utama pembelajaran Bahasa Indonesia pada semester V adalah siswa mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia, baik secara lisan mau tulisan.Bahasa Indonesia diajarkan pada siswa dengan kedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa negara. Dalam mempelajari bahasa Indonesia siswa sudah memeiliki bahasa pertama yaitu bahasa daerah. Dalam mempelajari bahasa Indonesia ini merupakan pengajaran bahasa kedua setelah bahasa daerah.Pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dengan baik dan benar secara lisan maupun tulis (competence) serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya sastra Indonesia (conscience).

Pada semester VI, peserta didik dilatih untuk melibatkan pikiran (competence), perasaan (conscience), dan tindakan (compassion) seperti menyimak ,berbicara, membaca, dan menulis, agar pada diri mereka tumbuh nilai-nilai kejujuran, keadilan, kasih sayang, toleransi, keindahan, dan tanggung jawab dalam pemahaman nilai menurut kemampuan mereka.

213 Bahasa Inggris

Pengampu: Johana Rahayu Pujiastuti, S.Pd

Dalam pelajaran Bahasa Inggris Kelas XII, pada dasarnya ada empat kemampuan (skills) yang selalu diajarkan dan akan diujikan baik secara teori maupun praktik, yaitu; kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis (listeningspeakingreadingandwriting) sesuai dengan genre teks yang telah ditentukan. Masing – masing dari kemampuan ini mempunyai kompetensi dasar yang harus dipenuhi oleh siswa selama proses belajar dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. . Suasana belajar yang menyenangkan di kelas akan memacu semangat dan optimisme siswa dalam jujur menggali dan mengembangkan kompetensi mereka dalam berbahasa Inggris baik dari segi kemampuan menganalisa dan pemahaman konteks dalam menulis, membaca atau menyelesaikan suatu permasalahan tata bahasa Inggris (competence). Seni dalam bekerja sama, semangat untuk berkomunikasi dengan baik dalam kemampuan untuk berbicara dan mendengar  dalam bahasa Inggris juga harus semakin terasah, sehingga melalui pelajaran Bahasa Inggris siswa semakin mumpuni baik secara akademis maupun  dalam bersosialisasi dalam konteks kehidupan sehari-hari (compassion).

223 Bahasa Jepang

Pengampu: Silviana Sari Raharjo, S.Pd.

Materi yang akan dipelajari pada Kelas XII adalah menyatakan aktivitas, Kata kerja bentuk positif dan negatif, Kata sifat, Menyatakan kesukaan dan kemampuan, Menyatakan letak, tempat atau keberadaan benda hidup dan benda mati, Menyatakan waktu sekarang, besok dan lampau, Perbandingan antara suatu benda dengan benda lain, Memilih salah satu dari banyaknya pilihan yang tersedia dalam suatu kelompok, Menyatakan keinginan untuk memiliki, Menyatakan keinginan untuk melakukan atau mengerjakan sesuatu, Kata kerja bentuk perintah dan kata kerja bentuk sedang melakukan, Hal memberikan izin dan meminta izin, Menyatakan hal-hal yang tidak boleh dilakukan, Membuat urutan kegiatan, Membuat perencanaan, Menyatakan perintah dalam bentuk larangan, dan Menyatakan hal-hal yang harus dilakukan.

233 Bahasa Mandarin

Pengampu: Devi Kumalasari

Pembelajaran bahasa mandarin semester ini terdiri dari Bahasa Mandarin Wajib. Bahasa Mandarin adalah materi yang harus dipelajari oleh semua siswa kelas XII IPS semester 1 dan 2. Tiga hal yang menjadi dasar aktivitas belajar siswa adalah :  learning to know, learning to do dan learning to live.  Pendekatan yang dipakai dalam pembelajaran ini adalah pendekatan saintifik dengan 5 kemampuan dasar, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan.  Problem based learning,  project based learning dan discovery learning adalah model pembelajaran yang akan mengimplementasikan pendekatan tersebut.  Metode yang diaplikasikan dalam pembelajaran kali ini adalah metode – metode yang mengedepankan student centered.  Siswa membangun suatu konsep matematika (konstruktivisme) materi dari sumber belajar, media, alat peraga, simulasi, eksperimen dan demonstrasi yang disajikan secara interaktif oleh guru.  Secara garis besar, pembelajaran kali ini akan menggali pengetahuan awal siswa (prior knowledge) yang digabungkan dengan penalaran siswa untuk pembuatan kaliamat dalam bahasa mandarin sesuai dengan konteks, lalu mengembangkan suatu keterampilan yang diperlukan  untuk mengaplikasikan bahasa mandarin dalam pengalaman hidup sehari – hari.

Kejujuran adalah ekspresi dari kecerdasan interpersonal, tanggung jawab dan kepedulian, yang  menjadi nilai utama untuk dipalikasikan oleh siswa dan staf  dalam proses pembelajaran bahasa mandarin ini. Berbagai nilai lain seperti sikap optimis, egaliter, ketelitian, pengambilan keputusan yang tepat, kerja sama, ketaatan dan lain sebagainya akan menjadi hal yang diharapkan muncul dalam diri saat siswa melakukan refleksi dan evaluasi usai kegiatan inti dilaksanakan.

MATEMATIKA

303 Matematika IPA

Pengampu: Helena Panca R, S.Pd dan Dra. Sri Superti

Di kelas XII IPA  materi pertama adalah suku banyak dan teorema sisa (identitas yang dibagi, Pembagi, hasil bagi dan sisa serta faktor dan akar dari suku banyak tersebut).Dua bab berikutnya adalah materi yang saling berkelanjutan yaitu vektor (pengertian vektor dan operasi serta sifat-sifat vektor)dan transformasi geometri (operasi/komposisi transfomasi Dilatasi/pergeseran, Refleksi/pencerminan, Rotasi/perputaran, Dilatasi/pergandaan dan transformasi matriks). Semua ini akan diajar oleh Ibu Sri Superti. Materi yang akan diajar oleh Bapak Tri Susila adalah Integral (bentuk tentu dan tak tentu, integral trigonometri, luas daerah dan volume benda putar) dan Deret Arimatika dan Geometri (suku ke-n, jumlah n suku pertama, deret tak hingga dan terapannya). Setelah itu, materi yang dipelajari kemudian adalah Program Linear, Jarak 2 Objek dan Sudut antara 2 Objek,Fungsi Eksponen dan Inversnya serta Terapannya, Rumus Dasar Logaritma, Persamaan dan Pertidaksamaan Logaritma.

Salah satu kunci sukses  dalam belajar matematika adalah  sering mengerjakan soal/banyak latihan (competence). Peserta didik juga diajak untuk merefleksikan nilai-nilai spiritualiatas Ignatian sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang berhati nurani (conscience), berbela rasa (compassion),  berkomitmen, jujur, dan sederhana.

303 Matematika IPS

Pengampu: Helena Panca R, S.Pd dan Dra. Sri Superti

Materi kelas XII yaitu Matriks dan Barisanpernah diberikan dikelas XI sesuai  kurikulum 2013, maka pembelajaran materi tersebut diberikan dalam bentuk  pengayaan . Untuk selanjutnya secara umum  pembelajaran  lebih ditekankan  pada pengulangan materi kelas X dan kelas XI. Materi kelas X dibuat lebih rinci per bab antara lain : Logika Matematika,  Akar, Eksponen, Logaritma, Persamaan Kuadrat, Pertidaksamaan Kuadrat, Fungsi Kuadrat  dan Sistem Persamaan linear.Materi yang akan diajar oleh Bapak Tri Susila adalah Integral (bentuk tentu dan tak tentu, integral trigonometri, luas daerah dan volume benda putar) dan Program Linear. Siswa diajak secara mandiri mengerjakan soal –soal dari guru maupun soal-soal yang dapat diperoleh dari internet/buku referensi lain.Dalam kegiatan ekplorasi peserta didik diberikan stimulus berupa penyampaian materi ajar oleh guru menggunakan modul khusus yang sudah disiapkan oleh guru dan buku Modul Gonzaga Magis

Salah satu kunci sukses dalam belajar matematika adalah sering mengerjakan soal/banyak latihan (competence). Peserta didik juga diajak untuk merefleksikan nilai-nilai spiritualiatas Ignatian sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang berhati nurani (conscience), berbela rasa (compassion), berkomitmen, jujur, dan sederhana.

ILMU ALAM

403 Fisika

Pengampu: Dra. Fransisca H. Suciadi dan Drs. Bambang Utomo

Fisika yang merupakan Natural Science  dan sudah mulai dikenalkan sejak siswa mengenal dan berinteraksi dengan alam sekitar membuat pengajaran fisika di sekolah pada umumnya dan di SMA pada khususnya akan semakin mengakrapkan fisika dengan para siswa dalam azas formalitas kurikuler; sehingga belajar fisika di SMA lebih memfokuskan pada bagaimana konsep yang sudah ditemukan diimplementasikan dalam memecahkan persoalan fisika dan manfaatnya dalam kehidupan keseharian namun demikian tetap mengajak siswa dengan teori yang ada untuk mencari penemuan baru.

Atas dasar pemikiran itu maka aktivitas pembelajaran fisika kelas XII semester 1 dan 2 adalah untuk  learning to understand ( memahami konsep mendasar ), learning to do ( mengimplementasikan konsep dalam soal dan persoalan kehidupan keseharian ) dan learning to live (  menerapkan secara langsung konsep dasar dalam manfaat kehidupan ).

Oleh karena itu sejalan dengan arahan proses belajar dari kemendikbud, pendekatan yang akan dipakai dalam pembelajaran fisika adalah pendekatan saintifik dengan 5 kemampuan dasar, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan. Problem based learning,  project based learning dan discovery/inquary learning adalah model pembelajaran yang akan digunakan dalam pengajaran fisika kepada siswa.  Pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran fisika adalah pendekatan yang mengedepankan student centered.  Siswa diajak untuk membangun suatu konsep fisika (konstruktivisme) materi-materi pokok dari sumber belajar, media, alat peraga, simulasi, eksperimen dan demonstrasi yang disajikan secara interaktif oleh guru.  Siswa diajak untuk menggali pengetahuan awal siswa (prior knowledge) yang digabungkan dengan penalaran siswa untuk membangun konsep fisika, lalu mengembangkan suatu konsep yang lebih mendalam dan keterampilan yang diperlukan  untuk mengaplikasikan fisika dalam pengalaman hidup keseharian.

Nilai utama sebagai output setelah belajar fisika adalah berfikir kritis. Berfikir kritis  adalah ekspresi dari kecerdasan interpersonal, tanggung jawab dan kepedulian, yang  menjadi nilai utama untuk diaplikasikan oleh siswa dan guru dalam proses pembelajaran ini. Berbagai nilai lain seperti kejujuran,objektif, terbuka dalam menerima pendapat berdasarkan bukti tertentu, ulet dan tidak cepat putus asa, ketelitian, pengambilan keputusan yang tepat, kerja sama, ketaatan dan toleransi akan menjadi hal yang diharapkan muncul dalam diri siswa saat melakukan refleksi dan evaluasi usai kegiatan inti dilaksanakan.

Belajar tentang karakteristik gelombang transversal dan longitudinal, Efek Doppler danIntensitas bunyi, Interferensi  difraksi gelombang, Listrik statis, Gaya listrik dan medan lisrik, Hukum Gauss, Energi potensial dan potensial listrik, teori kuantum, teori, atom, relativitas dan fisika inti beserta latihan-latihan soal dan pembahasannya di kedua semester ini akan memudahkan siswa untuk membangun semangat berpikir kritis seperti yang diharapkan.

 413 Kimia

Pengampu: Petrus Hari Prasetyo, S.Si., M.Pd. dan Drs. L. triyono

Materi pembelajaran kimia kelas XII secara garis besar mempelajari sifat koligatif larutan, reaksi redoks dan elektrokimia, kimia unsur, senyawa karbon, makromolekul (polimer, karbohidrat, protein, dan lemak) serta review materi kelas X dan XI yang sesuai dengan SKL untuk persiapan ujian sekolah dan ujian nasional. Pengalaman belajar didesain sedemikian rupa sehingga siswa mampu untuk: 1. Mengingat konsep, yaitu siswa mampu mengingat kembali konsep-konsep yang telah diajarkan di kelas X dan XI, 2. Memahami konsep, yaitu bahwa siswa mampu memahami konsep yang baru diberikan pada pembelajaran di kelas XII (competence), 3. Menerapkan konsep, yaitu siswa mampu menerapkan konsep berdasarkan pengetahuan yang didapat saat kelas X, XI, dan XII saat ulangan atau saat dihubungkan dengan suatu hal yang berhubungan dengan kimia dalam kehidupan sehari-hari (compassion), dan 4. Menganalisis konsep, yaitu siswa mampu menganalisis informasi yang didapat dalam kehidupan sehari-hari dari sudut pandang ilmu kimia yang sudah didapat.

423 Biologi

Pengampu: Drs. Isharmanto

Materi pembelajaran Biologi Kelas XII adalah Merencanakan percobaan pertumbuhan, Melaksanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap pertumbuhan, Mengkomunikasikan hasil percobaan, Metabolisme, Katabolisme dan Anabolisme, DNA, gen dan kromosom, Sintesis protein, Reproduksi Sel, Prinsip hereditas dan mekanisme pewarisan sifat, Mutasi dan implikasinya, Teori, prinsip, dan mekanisme evolusi, Beberapa studi tentang evolusi, dan Bioteknologi.

Tujuan pembelajaran Biologi adalah agar para siswa mendapat pengetahuan baru tentang alam dan segala isinya (competence), memiliki kesadaran untuk menjaga dan merawat alam (conscience), serta bertindak bijaksana terhadap alam dan isinya (compassion).

ILMU SOSIAL

503 Geografi

Pengampu: Slamet Riyadi, S.Pd.

Pelajaran geografi merupakan langkah untuk memahami alam beserta isinya.Tujuannya untuk memperoleh jawaban atas fenomena alam terutama fenomena sosial, pola distribusi spasial melalui peta dan ekologisnya, serta menemukan keterkaitannya dengan eksistensi diri manusia baik pada lingkup lokal maupun global. Belajar geografi tidak hanya sekadar menghafal dan memahami tentang deretan nama tempat, objek geografi, negara dengan ibukota-ibukotanya. Tujuan yang lebih mendalam adalah bagaimana siswa memahami tentang lingkungan sekitar (competence), proses yang berinterelasi di dalamnya diharapkan akan memberi kecakapan hidup (life skills) pada siswa dalam kondisi alam seperti apapun. Pada akhirnya, kearifan, tanggungjawab, dan kepedulian dalam memanfaatkan lingkungan serta toleransi terhadap keberagaman budaya masyarakat sangat diharapkan (compassion).Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai adalah memahami konsep, melalui konsep-konsep dasar atau inti yang dipelajari diharapkan siswa memiliki landasan berpikir yang terstruktur dan logis sehingga siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran yang lebih efektif, menerapkan konsep pada suatu masalah kontektual, memformulasikan konsep-konsep yang dipelajari ke dalam fenomena geografi kontektual yang terjadi setiap saat di sekitar lingkungannya, menganalisa permasalahan sehari–hari sebagai upaya untuk menambah wawasan dan pengetahuan, fenomena-fenomena fisik maupun social aktual yang terjadi di sekitar kita akan ditambahkan sebagai pengetahuan tentang berbagai perkembangan geografi, mengaplikasikan core value, guna melihat kompetensi yang telah dicapai siswa diajak melakukan kegiatan yang didasarkan bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya baik secara individu maupun kelompok sehingga menjadi manusia yang beriman, jujur, kreatif, mandiri, serta menjadi warga Negara demokratis dan bertanggungjawab.

513 Ekonomi

Pengampu: Y. Mujiharto, M.Ed.

Materi yang akan dipelajari pada Kelas XII IPS adalah siklus akuntansi pada perusahaan dagang, manajemen, badan usaha di Indonesia, koperasi, dan kewirausahaan. Pelajaran Ekonomi-Akuntansi Kelas XII IPS bertujuan agar siswa mampu untuk : memahami konsep/teori (competence), menerapkan konsep/teori pada suatu masalah, menganalisa permasalahan ekonomi sehari – hari (conscience), dan siswa selalu menerapkan nilai-nilai keutamaan yang diterapkan dalam proses pembelajaran dalam hidup keseharian mereka, baik di sekolah maupun di luar sekolah (compassion)

523 Sosiologi

Pengampu: Drs. Agus Dewa Irianto

Pembelajaran Sosiologi pada semester ini menekankan pada pengalaman belajar siswa, sehingga memiliki  kecakapan-kecakapan hidup, diantaranya kecakapan kesadaran diri ,kecakapan berpikir, kecakapan sosial dan  kecakapan akademik. Pendekatan yang dipakai adalah  pendekatan spiral, yaitu strategi pengembangan pembelajaran yang bertolak dari lingkungan paling dekat siswa yaitu  keluarga menuju lingkungan  yang lebih luas. Model pembelajaran dari pendekatan di atas menekankan pada   keaktifan siswa melalui pengalaman hidupnya dari keluarga tentang   kesadaran dirinya dan eksistensinya, menggali informasi dan mengolahnya untuk pengambilan keputusan dan memecahkan masalah, mengkomunikasikan baik secara lisan maupun tertulis dan bekerjasama serta kecakapan mengidentifikasikan dan menghubungkan variabel, merumuskan hipotesis dan melaksanakan penelitian.  Tujuan Pembelajaran Sosiologi adalah memahami konsep-konsep tentang metoda penelitian social (competence), mampu menerapkan konsep-konsep metoda penelitian sosial (untuk merumuskan perencanaan penelitian social, pelaksanaan penelitian social, penulisan laporan hasil penelitian),  menganalisis permasalahan-permasalahan sosial masyarakat perkotaan khususnya di sekitar lingkungannya yaitu kota Jakarta dan berani mencoba untuk memberikan solusi, setidak-tidaknya pemikirannya diterapkan dalam kehidupan siswa dalam kesehariannya, serta mengaplikasikan nilai-nilai yang didapat dalam pembelajaran dalam kehidupan siswa baik di lingkungan keluarga, sekolah,teman sepermainan dan masyarakat yang lebih luas (compassion).

SENI DAN KETERAMPILAN

603 Seni Rupa/Gambar perspektif

Pengampu: Dra. Th. M. Wara Kusharini

Pendidikan seni di semester pertama kelas XII berpusat pada pembelajaran dan praktek dalam berekspresi seni dan menggambar teknik. Siswa akan belajar tentang persamaan dan perbedaan antara menggambar dan melukis, cara menggambar garis, menggambar bentuk benda, dan menggambar teknik. Mereka juga akan membuat karya seni bebas. Pelajaran semester ini akan mengarahkan siswa untuk menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya sesuai dengan tema tahun ini yaitu timur dan barat. Benda sehari-hari biasanya kurang mendapat perhatian.Dengan membuat sketsa dan gambar teknik, siswa dilatih untuk memperhatikan objek yang sehari-hari kita temui bahkan gunakan untuk kemudian dikomunikasikan melalui gambar.

Dalam menggambar teknik, siswa akan diajak mempelajari konsep proyeksi orthogonal. Dengan menggunakan beberapa alat sederhana dan pengetahuan cara memandang, gambar dapat dipahami dan dibuat dengan lebih baik.Pendidikan seni di semester pertama kelas XII berpusat pada pembelajaran dan praktek dalam berekspresi seni dan menggambar teknik. Siswa akan belajar tentang seni murni.Mereka akan membuat karya seni murni dan terapan.

Pelajaran semester kedua akan mengarahkan siswa untuk menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya sesuai dengan tema tahun ini yaitu timur dan barat. Benda sehari-hari biasanya kurang mendapat perhatian.Dengan membuat sketsa dan gambar teknik, siswa dilatih untuk memperhatikan objek yang sehari-hari kita temui bahkan gunakan untuk kemudian dikomunikasikan melalui gambar dan karya tiga dimensi.

Dalam menggambar teknik, siswa akan diajak mempelajari konsep perspektif. Dengan menggunakan beberapa alat sederhana dan pengetahuan cara memandang, gambar dapat dipahami dan dibuat dengan lebih baik. Pada pelajaran seni siswa dilatih untuk disiplin, tekun, hati-hati, bertanggung jawab,dan jujur dalam berkarya seni.Nilai-nilai lain seperti optimisme, akurasi, menghargai, kerjasama, kepatuhan juga diharapkan untuk dihidupi.

613 TIK

Pengampu: Rahmat Jaya Oppier, Permata Firty, Agung Wijoyo

Metode yang diaplikasikan dalam pembelajaran adalah mengedepankan student centered. Pendekatan yang dipakai dalam pembelajaran menggunakan pendekatan autentik dengan 6 kemampuan dasar, yaitu mendengar, memahami, mengkonstruksi, mengorganisasikan, menganalisis, dan mengevaluasi informasi.Dalam pembelajaran TIK kelas XII ini siswa membangun suatu penalaran konsep dari sumber belajar yaitu komputer, media lain, alat peraga, simulasi, eksperimen dan demonstrasi yang disajikan secara interaktif oleh guru. Secara garis besar, pembelajaran akan menggali pengetahuan awal siswa yang lalu dikembangkan dengan penalaran siswa, sehinggadiperoleh suatu keterampilan yang diperlukan  untuk mengaplikasikan teknologi informasi dalam pengalaman hidup sehari – hari. Aktivitas pembelajaran TIK pada semester pertama dan kedua kelas XII ini akan berpusat pada materi 3D Modelling Mac dengan pengenalan Blender (User Preference, tampilan layar dan transformasi Objek serta pembuatan logo).

Pengalaman belajar didesain sedemikian rupa sehingga siswa mampu untuk memahami konsep yaitu membangun konsep dengan cara menggabungkan konsep dasar, sumber media informasi dan penalaran dalam berpikir (competence). Para siswa juga menganalisa dan memilih konsep yang sesuai, step by step dan menggunakan penalaran untuk tujuan spesifik dan tugas tertentu.Hal ini digunakan untuk memahami permasalahan dan dapat mengidentifikasi inti masalah yang harus dipecahkan dan menerapkan pengetahuan yang didapat dalam memecahakan masalah tersebut.Para siswa diharapkan menggunakan nilai–nilai hidup yang didapat selama pembelajaran dalam konteks sebagai mahluk sosial. Teknologi informasi dan komunikasi merupakan hasil perkembangaan pengetahuan sains yang dapat memberi dampak positif maupun  negatif dalam aplikasi atau penerapannya. Oleh karena itu, para siswa diharapkan menggunakan hati nurani (conscience) agar dapat memperoleh keputusan yang tepat dalam menggunakan TIK setelah memiliki kompetensi terkait TIK ini.Setelah itu, para siswa dapat mengaplikasikan TIK dalam hidup sehari – hari secara tepat, terutama untuk peduli pada sesama dan lingkungannya (compassion).       

ILMU HUMANIORA

703 PKn

Pengampu: Drs. Vincentius Bambang Sulistiyanto

Pembelajaran PKn semester V , terdiri dari dua Standar Kompetensi, yaitu 1. Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka dan 2.Mengevaluasi berbagai sistem pemerintahan. Dari standar kompentensi ini hal pertama yang akan dibahas adalah pengertian, baik pengertian ideologi maupun sistem pemerintahan. Untuk standar kompetensi yang 1 materi yang harus dipelajari adalah :Dasar hukum Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa, Pancasila sebagai ideologi terbuka, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai ideologi terbuka, dimensi yang harus dimiliki ideologi yang bersifat terbuka. Juga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan Pancasila sebagai paradigma pembangunan, termasuk sejarah perumusan Pancasila dan penerapan Pancasila sebagai ideologi negara serta faktor yang mendorong keterbukaan ideologi Pancasila.

Standar kompetensi yang ke-2, macam-macam sistem pemerintahan di dunia, ciri-ciri, kelebihan dan kekurangan masing-masing sistem dan penerapan sistem pemerintahan di Indonesiaserta  pendalaman materi sebelumnya yang termasuk sebagai bahan ujian sekolah, itulah materi yang harus dipelajari. Dari kedua standar kompetensi tersebut para siswa diharapkan memiliki pengetahuan untuk memahami prinsip dasar ideologi Pancasila (competence) dan memiliki kesadaran (conscience) untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara Indonesia yang baik (compassion).

Pada semester VI  ada dua Standar Kompetensi yang harus dikuasai, antara lain Mengevaluasi Peranan Pers Dalam Masyarakat Demokratis dan Mengevaluasi Dampak Globalisasi. Untuk Peranan Pers Dalam Masyarakat Demokratis, pembahasan inti meliputi : A. Pengertian, Perkembangan Pers (dunia maupun nasional), Fungsi dan Peranan Pers di Indonesia. B. Pers yang Bebas dan Bertanggung Jawab sesuai Kode Etik Jurnalistik dan C. Kebebasan Pers dan Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Media Massa. Untuk Globalisasi memperdalam dan mengulang bahan kelas XI menyangkut Hubungan Internasional.

713 Sejarah XII IPA

Pengampu: Helarius Yudhi Sulistyo, S.Pd

Materi pembelajaran sejarah kelas XII IPA semester pertama membahas tentang kehidupan politik, ekonomi, keamanan bangsa Indonesia pada masa awal kemerdekaan, kehidupan politik, ekonomi, keamanan bangsa Indonesia pada masa  demokrasi liberal, kehidupan politik, ekonomi, keamanan bangsa Indonesia pada masa  demokrasi terpimpin, kehidupan politik, ekonomi,  sosial, budaya dan keamanan bangsa Indonesia pada masa  demokrasi orde baru, kehidupan politik, ekonomi,  sosial, budaya dan keamanan bangsa Indonesia pada masa  demokrasi orde reformasi. Setelah peserta didik mempelajari materi tersebut, diharapkan peserta didik mendapatkan pengetahuan dan memiliki pemahaman tentang kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan bangsa Indonesia mulai dari awal kemerdekaan sampai masa reformasi (competence), dan mengambil nilai – nilai kehidupan yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari – hari (compassion).

Materi pembelajaran sejarah kelas XII IPA semester kedua membahas tentang tekhnologi yang dipakai pada masa Perang Dunia I. Perang Dunia II dan Perang Dingin, dan perkembangan tekhnologi yang ada di Indonesia dan dampaknya bagi kehidupan bangsa Indonesia.Setelah mempelajari materi tersebut, diharapkan peserta didik diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang  tekhnologi yang dipakai pada saat Perang Dunia I, Perang Dunia II, dan Perang Dingin (competence), memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang perkembangan tekhnologi yang ada di Indonesia dan dampaknya bagi kehidupan bangsa Indonesia, serta dapat mengambil makna atau nilai – nilai kehidupan dari materi pembelajaran tersebut di atas dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari hari (compassion).

713 Sejarah XII IPS

Pengampu: Helarius Yudhi Sulistyo, S.Pd

Materi pembelajaran sejarah kelas XII IPS semester pertama membahas kehidupan politik, ekonomi, keamanan bangsa Indonesia pada masa awal kemerdekaan, kehidupan politik, ekonomi, keamanan bangsa Indonesia pada masa  demokrasi liberal, kehidupan politik, ekonomi, keamanan bangsa Indonesia pada masa  demokrasi terpimpin, kehidupan politik, ekonomi,  sosial, budaya dan keamanan bangsa Indonesia pada masa  demokrasi orde baru, dan kehidupan politik, ekonomi,  sosial, budaya dan keamanan bangsa Indonesia pada masa  demokrasi orde reformasi. Setelah peserta didik mempelajari materi tersebut, diharapkan peserta didik mendapatkan pengetahuan dan memiliki pemahaman tentang kehidupan politik, ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan bangsa Indonesia mulai dari awal kemerdekaan sampai masa reformasi (competence), dan mengambil nilai – nilai kehidupan yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari – hari (compassion).

Materi pembelajaran sejarah kelas XII IPS semester kedua membahas Perang Dingin, Organisasi kerjasama regional, dan Perkembangan Mutakhir Dunia.Setelah mempelajari materi tersebut di atas, diharapkan peserta didik diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang  Perang Dingin dan dampaknya bagi dunia pada umumnnya dan Indonesia pada khususnya (competence), memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang organisasi kerjasama regional yang ada di dunia dan peranannya bagi bangsa Indonesia, memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang perkembangan muthakir dunia, dan mengambil makna atau nilai – nilai kehidupan dari materi pembelajaran tersebut di atas dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari hari (compassion).

 723 Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

Pengampu: Johanes Saud Maruli, S.Pd.

Selama kelas XII para siswa akan diajak mengetahui bagaimana menbentuk diri dan emosi dalam permainan dan kegiatan belajar Penjasorkes. Tujuan Pembelajaran dari pelajaran inisiswa mampu untuk memahami konsep, yaitu mampu memahami prinsip dasar Penjasorkes yang disampaikan. Penguasaan sebuah gerak akan menjadi dasar penguasaan materi (competence), mampu menerapkan konsep keilmuan terhadap hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, dengan pengetahuan yang dimiliki siswa diharapkan mampu menyelesaikan masalah (conscience), serta mampu menggunakan nilai-nilai hidup yang didapat selama mengikuti kegiatan pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari (compassion).

PENDAMPINGAN BIMBINGAN KONSELING KOLESE GONZAGA

 KELAS X

Pendamping: Francisca Gazali E. Wullur, S.Pd.

Aktivitas Bimbingan dan Konseling direncanakan sedemikian rupa sehingga siswa mampu untuk:

  1. Memahami situasi yg baru dan mampu beradaptasi dgn temen, lingkungan dan situasi yg baru shg terjadi hubungan yg baik dgn komonitas kolese dan siswa mampu berkembang secara maksimal.
  2. Memahami Gaya Belajar
    Membantu siswa untuk mengenal dan menemukan gaya belajar serta strategi belajar yg tepat untuk diri nya, sehingga dapat mencapai prestasi secara optimal.
  3. Memahami manajemen waktu
    Membantu siswa agar dapat mengatur waktu dan membuat prioritas kegiatannya serta secara konsisten menjalaninya sehingga dapat memaksimalkan potensi yg dimiliki dalam meraih kesuksesan.
  4. Memahami pentingnya Mengelola Emosi
    Membantu siswa agar mampu mengenal,mengolah,dan mengendalikan perasaan yg di miliki shg dapat mengungkapkan perasaannya secara tepat,dapat menyikapi perasaan hati secara wajar,dan mengarahkan emosi menjadi sumber kekuatan positif.
  5. Memahami Mengenal Diri

Membantu siswa agar dapat mengenal dirinya sehingga dapat mengolah dan mengembangkan kepribadiannya secara optimal.

  1. Memahami Motifasi Belajar
    Mendorong siswa untuk menemukan motifasi belajar agar lebih tekun belajar dan mendapatkan hasil belajar yg optimal.
  2. Memahami Perkembangan Biologis Remaja
    Membantu. Siswa agar mempunyai informasi yg akurat dan pemahaman yg mendalam tentang perkembangan biologis laki laki dan perempuan,shg mampu mengelola dorongan dorongan seksualnya, mengatasi problem problem seksualnya dan mampu menjalin relasi yg sehat dengan lawan jenis.
  3. Memahami Pengenalan Diri
    Membantu siswa agar dapat menerima dan mengolah masa lalunya sehingga makin mengenal dorongan dorongan dan gerakan yg melatarbelakangi seluruh tindakannya.

Tiga hal yg menjadi dasar pembelajaran BK di Kolese gonzaga yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun KarsoTut Wuri Handayani. Pendekatan yang di pakai dlm pembelajaran BK adalah cura personalis yaitu model pembelajaran yang memperhatikan siswa satu persatu secara personal. Siswa membangun dirinya sehingga tahu persis siapakah aku ini (Who Am I?) Untuk menuju pribadi yang utuh yang memiliki 3 C (CompetenceConscience dan Compassion) sehingga terbentuk manusia untuk orang lain (man and women for others). Selalu bergembira menerima diri sendiri dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya dan siap di kembangkan dan siap dibagikan kepada orang lain di manapun mereka berada dan terampil merefleksikan setiap tindakan.

 KELAS XI

Pendamping: Dewanti Rosari Aryani

  1. Inti Pengajaran. Memimpin Diri Sendiri.

Pendekatan yang dipakai dalam proses pembelajaran BK adalah CuraPersonalis, yaitu sebuah pendekatan personal. Dengan demikian guru BK diharapkan mampu memperhatikan siswa/i satu persatu secara pribadi/personal. Apa saja yang menjadi kelebihan, kekurangan, kebutuhan, harapan, bahkan impian mereka. Secara khusus. Bimbingan Konseling di kelas XI menitikberatkan pada latihan kepemimpinan. Memimpin diri sendiri maupun memimpin teman dalam sebuah kegiatan. Seseorang menjadi pemimpin harus memiliki dasar yang kuat terutama dari pengalaman hidup sebelumnya. Pengalaman hidup membuat siswa mampu mengenal diri semakin lebih jelas. Diharapkan pula, pengenalan sejarah hidup mampu membuat para siswa/i me manage waktu, cara belajar serta nilai-nilai hidupnya. Dengan demikian diharapkan siswa/i di tingkat ini dapat menjadi pemimpin yang tangguh serta mampu berkomunikasi dengan efektif. Pada tingkat ini pula diharapkan para siswa/i sudah dapat memantapkan jurusan untuk pemilihan karier yang akan dipilih saat memasuki tingkat  yang berikutnya.

  1. Core Values. Conscience.

Mau menerima dan memahami diri sendiri dengan segala kelebihan dan kelemahannya merupakan nilai yang ingin dikembangkan bagi siswa/i kelas XI. Selain itu, kejujuran dan tanggung-jawab dalam memimpin diri-sendiri dan orang lain juga merupakan dasar nilai yang  ingin ditumbuh-kembangkan agar dapat mengarah kepada nilai-nilai pendidikan di kolese yaitu 3 C :Compentence, Conscience, Compassion. Dengan demikian kiranya proses pendidikan serta bimbingan personal yang di lakukan dapat menjadi sebuah nilai yang mendasar untuk melahirkan seorang pemimpin bangsa kelak.

 Kelas XII

Pendamping: Drs. V. Suprihono

Materi Bimbingan dan Konseling untuk kelas XII mengajak siswa untuk:

  1. Memantapkan pilihan jurusan perkuliahan sesuai dengan minat dan kemampuan siswa.

Tujuannya supaya siswa dapat semakin yakin dan percaya diri terhadap pilihannya.

  1. Memiliki daya juang dan mampu berpikir positif

Pada materi ini siswa diajak untuk dapat menumbuhkan daya juang dan usaha yang maksimal supaya dapat bertahan dari godaan-godaan, tekanan, dan tantangan dalam mencapai tujuan hidupnya.

  1. Mengelola kecemasan

Sering kali siswa mengalami kecemasan dan ketakutan dalam menghadapi ujian nasional, memasuki perguruan tinggi, dan bayangan-bayangan akan kegagalan oleh karena itu penting para siswa untuk bisa menemukan penyebab kecemasannya dan mengelola kecema sannya sehingga siswa mampu mengatasi setiap kecemasan yang dialaminya.

  1. Menentukan prioritas

Mengajak siswa untuk mampu membuat prioritas dalam hidupnya sebagai pelajar dan siswa mampu terampil dalam menata hidupnya sehingga dapat mewujudkan tujuan yang diinginkannya.

  1. Berpikir positif

Mengajak siswa untuk dapat membangun paradigma positif dalam menyikapi proses hidupnya (kegagalan dan kesuksesan).

  1. Belajar efektif sesuai dengan kondisi diri siswa

Mengajak siswa untuk mampu mendapatkan prestasi akademik yang memuaskan dan mampu mempertahankan prestasi akademik yang baik.