Idul Fitri
5 June 2019

Mohon maaf lahir dan...

Penerimaan Rapor Kenaikan Kelas
31 May 2019

Penerimaan Rapot Semester II bagi kelas X dan...

Hari Kenaikan Tuhan Yesus
30 May 2019

Libur memperingati peristiwa kenaikan Isa Almasih atau kenaikan Yesus Kristus ke...

UAS Susulan dan Studi Ekskursi
27 May 2019

Ulangan Akhir Semester Susulan bagi siswa/siswi yang berhalangan hadir pada saat Ulangan Akhir Semester. Studi ekskursi bagi...

UAS Susulan dan Studi Ekskursi
25 May 2019

Ulangan Akhir Semester Susulan bagi siswa/siswi yang berhalangan hadir pada saat Ulangan Akhir Semester. Studi ekskursi bagi...

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P. 2018/2019
20 May 2019

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P....

Hari Raya Waisak
19 May 2019

Libur Hari Waisak: "selamat merayakan kelahiran, kesempurnaan, dan kematian Sang Buddha pada Hari Waisak, momen penuh sukacita,...

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P. 2018/2019
13 May 2019

Ulangan Akhir Semester Genap SMA Kolese Gonzaga T.P....

“BEKERJA DENGAN GEMBIRA & SUNGGUH-SUNGGUH!”

“BEKERJA DENGAN GEMBIRA & SUNGGUH-SUNGGUH!”

Kunjungan Pater Provinsial dan Socius Provinsial Serikat Yesus

 wep

Pada hari Rabu, tanggal 17 Desember 2014, Pater Provinsial Serikat Yesus, Romo Petrus Sunu Hardiyanto dan Pater Socius, Romo Harjanto SJ bertemu dengan guru dan karyawan SMA Kolese Gonzaga dan Seminari Wacana Bhakti. Pada kesempatan ini, pater Provinsial membagikan kekayaan tradisi Ignasian dalam mengunjungi dan mengelola anggotanya serta mendengarkan pengalaman guru dan karyawan sebagai awam yang bekerja bersama Serikat Yesus.

Hal pertama yang dilakukan adalah sharing pengalaman rohani. Pada kesempatan ini, Pater Provinsial mendengarkan sharing guru dan karyawan terkait dengan rasa syukur yang dialami oleh guru dan karyawan.  Menurut Pater Sunu, bersyukur adalah cara tercanggih untuk menjadi rendah hati. Salah satu pengalaman yang diapresiasi oleh Pater Sunu adalah semangat siswa untuk membantu kerja gurunya. Kualitas siswa tersebut menggambarkan kualitas sekolah di golongan “A” karena sekolah yang demikian senantiasa berpikir untuk orang lain. Hal tersebut dengan pengertian pembagian kriteria akreditasi. Institusi dalam golongan “B” sudah mulai mengembangkan produktivitas anggota komunitasnya. Contohnya dengan bertambahnya murid dan orang tua semakin senang menyekolahkan anaknya ke institusi tersebut. Sedangkan lembaga pendidikan Golongan “C” ditandai dengan kemampuan memimpin dan tersedianya perlengkapan atau fasilitas yang memadai.

w

Hal kedua yang dilakukan adalah sharing pengalaman komunitas. Pada kesempatan ini Pater Provinsial mendengarkan sharing guru dan karyawan terkait dengan rasa syukur atas kehidupan komunitas. Pater Harjanto SJ selaku socius mengapresiasi keberadaan ritus yang disebut sebagai pesta adat yang dirayakan bersama untuk mengggaris bawahi identitas SMA Kolese Gonzaga. Segala sesuatu yang dirayakan berulang-ulang akan menjadi ritus. Itulah sebabnya Kolese membuat pementasan dimana anak-anak merayakan kegembiraan dan menjadi ingatan bersama. Itulah cara merayakan hidup dan science.

Pater Provinsial membuka bagian ketiga dengan pertanyaan, ”What is the future of these apostolates?” Pertanyaan tersebut ingin menerangi setiap orang untuk melihat apakah yang sangat mengembangkan guru dan karyawan serta siswa-siswi secara pribadi ketika berada di lembaga ini. Examen adalah sharing yang mendapat perhatian khusus dari pater Provinsial. Pada kesempatan ini Pater menjelaskan bagaimana  cara meneliti dan mengenali rasa perasaan manusiawi yang senantiasa berubah-ubah dan dengan mengenali rasa perasaan tersebut, manusia menjadi peduli dan tanggap akan keadaan dirinya dan keadaan orang lain.

r1  r3

Hal terakhir yang ingin didengar oleh pater Provinsial adalah tentang cara Yesuit bekerja dengan awam. Fakta menunjukkan bahwa jumlah Jesuit akan terus menurun maka dibutuhkan strategi untuk membawa hati Ignasian ke dalam keluarga-keluarga. Maka pada kesempatan ini guru dan karyawan diminta untuk mensharingkan apa yang menarik dan mana yang berat bekerja bersama para Yesuit. Beberapa guru mengatakan bahwa romo-romo Yesuit senantiasa memberikan tantangan, perbaikan akan hidup rohani, cara bertindak, dan merangsang setiap orang untuk berpikir terus menerus demi mengimbangi kehebatan Yesuit. Sebagai penutup, Romo Sunu mengharapkan agar semua orang yang bekerja di SMA Kolese Gonzaga, bekerja dengan gembira, pulang dengan gembira, bersungguh-sungguh dan segembira mungkin karena waktu untuk anak-istri ditentukan saat bekerja.

 

AMDG.