Komunitas Kolese Gonzaga Memulai Tahun yang Baru

Cara Komunitas Kolese Gonzaga Memulai Tahun yang Baru

 

Yesus Kristus hadir di dunia ini pada tanggal 25 Desember dari kandungan ibunya, Bunda Maria, yang sebelumnya telah dikabarkan oleh Malaikat Gabriel. Yesus merupakan utusan dari Allah untuk mewartakan kehendak-Nya pada manusia. Yesus tidak hanya sekadar menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, melindungi kaum tertindas, dan mukjizat lainnya, namun Ia bahkan menyelamatkan umat manusia dengan mengorbankan hidupnya di salib untuk menebus dosa kita semua. Oleh karena itu, setiap tanggal 25 Desember, umat Katolik dan Kristen merayakan kelahiran Tuhan mereka, Yesus Kristus, pada perayaan Natal.

Hari senin silam (8/1) merupakan hari pertama murid SMA Kolese Gonzaga menempuh pendidikan di semester genap tahun ajaran 2017/2018. Siswa-siswi SMA Gonzaga, maupun para seminaris Wacana Bhakti, kembali menyibukkan diri setelah hampir tiga minggu berlibur bersama keluarga masing-masing. Semester genap ini dimulai dengan adanya misa ekaristi perayaan natal di Aula Seminari, terasa semangat para murid yang telah bertemu kembali dengan teman-temannya melingkupi suasana misa.

Misa ekaristi Natal dilaksanakan pada pukul 07.30 dan diikuti oleh seluruh civitas akademika Kolese Gonzaga. Romo Koko, Romo Vico, dan Romo Okta, beserta anak-anak PPA (Putra-Putri Altar) masuk ke dalam aula seminari dengan diiringi lagu oleh anak orkestra. Setelah lagu “Tuhan Kasihanilah Kami” dan “Kemuliaan” dinyanyikan, para petugas misdinar membacakan Bacaan 1: Yesaya 55:1-11 dan Bacaan 2: 1 Yohanes 5:1-9, serta Injil Markus 1:7-11. Misa ini tidak hanya untuk merayakan hari raya Natal yang telah berlalu, namun juga sebagai ucapan perpisahan kepada Pater Vico yang tidak lagi menjabat sebagai pater moderator dikarenakan tugasnya di almamater ini sudah selesai.

Pada bagian Homili, Romo Vico membicarakan tentang cerita yang bersangkutan dengan “murid” bernama Rindu, Kasih, Sayang, dan Cinta, hubungan Yohanes Pembaptis dan Yesus Krisus, prestasi akademik cum laude, serta tentunya perpisahannya dengan komunitas Kolese Gonzaga. Ketua senat, Sekar, dan wakilnya, Rio, ikut memberi kesan dan pesannya mengenai Pater Vico sebagai pendamping pengurus senat dan guru di SMA Gonzaga.

 

Sungguh menyedihkan bahwa kami harus berpamitan dengan beliau yang telah berada di kolese ini selama empat tahun. Ketika Komuni, tidak ada suara apapun yang mengganggu merdunya kedua suara Arthur kelas X dan Dara kelas XI yang menyanyikan lagu “How Great Thou Art.” Ekspektasi dari anggota Surga, atau Suara Gonzaga, tidak pernah mengecewakan. Setelah doa penutup, para Romo dan anggota misdinar meninggalkan aula seminari diiringi dengan lagu “Hai Siarkan di Gunung” oleh Angger kelas X dan Nara kelas X.

Setelah misa berakhir, seperti biasanya, tahun ajaran semester genap dimulai dengan  pemberian apresiasi akademik dan non-akademik untuk murid dari ketiga angkatan. Fakta bahwa peraih prestasi akademik berjumlah lebih dari setengah murid pada setiap angkatan membuktikan bahwa tidak hanya murid Gonzaga lihai dalam menjalankan sebuah acara sekolah dan berbakat di bidang olahraga dan seni, namun juga cerdas dan mempunyai kemampuan intelektual.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tuhan selalu mendampingi dan memberkati setiap umat manusia yang ada di dunia ini. Semua peristiwa terjadi atas kehendak-Nya. Baik atau buruk suatu peristiwa mempunyai tujuan yang sama, yaitu supaya kita, umat manusia, dapat belajar dan berkembang. Tuhan tidak menginginkan apapun selain yang terbaik untuk umatnya. Oleh karena itu, diingatkan bahwa kita perlu untuk selalu mengingat Tuhan dalam segala situasi, Dia akan selalu mendengar, melindungi, dan membantu kita.

Selamat Natal dan Tahun Baru!  Ad Maiorem Dei Gloriam.